#65215
Bebaskan pikiranmu ... dan tanyalah dirimu...
Jika kamu ada pada masa Nabi Nuh (as), akankah kamu percaya kepadanya? Ketika ia (as) menghabiskan seribu kurang lima puluh tahun berseru agar manusia berpaling kembali kepada Allah, dan tidak ada seorang pun yang percaya kepadanya, kecuali 80 orang saja? Lalu akankah kamu percaya kepadanya ketika kamu mendengar sekelompok orang-orang dari kaumnya yang tidak menaruh kepercayaan kepadanya berkata kepadanya “Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: “Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta” (Al Quran 11 :27)

Bebaskan pikiranmu ... dan tanyalah dirimu...
Jika kamu ada pada masa Musa (as), yang dibesarkan di dalam rumah Firaun dan yang biasa disebut sebagai anak angkat Firaun, akankah kamu mempercayainya (as) ketika kamu mendengar bahwa ia (as) telah membunuh satu orang pengikut Firaun dan bahwa ia (as) sedang melarikan diri dari pembalasan Firaun? Akankah kamu menaruh kepercayaan kepadanya apabila ia (as) datang kepadamu sambil berkata, “Akulah Al Qaim dari Bani Israil dan akulah Nabi yang dinantikan”?

Bebaskan pikiranmu ... dan tanyalah dirimu...
Jika kamu ada pada masa Nabi Ibrahim (as), akankah kamu mempercayainya tatkala kamu mendengar ia berkata tentang tuhan-tuhanmu: “Patung-patung apakah ini yang kamu sembah?!” Akankah kamu percaya kepadanya ketika kamu melihatnya merendahkan tuhan-tuhan sembahanmu dan menghancurkan patung-patung yang oleh kaummu dianggap suci, sembahan mereka? Masihkah kamu akan mempercayainya ketika kamu melihat Nimrod dan para ulama sesat yang memutuskan bahwa ia harus dihukum bakar dalam api yang menyala-nyala?

Bebaskan pikiranmu ... dan tanyalah dirimu...
Akankan kamu mempercayai Nabi Allah Luth as. yang tinggal di di suatu desa yang penduduknya berbuat cabul dan tak bermoral? Masihkah kamu akan mempercayainya ketika ia berseru agar kembali kepada jalan Allah, atau mungkinkah kamu akan mengikuti untuk berperilaku sama seperti penduduk di tempat itu... “Usirlah Luth beserta keluarganya dari negerimu; karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang (mendakwakan dirinya) bersih” (Quran Surah 27 : 56)

Bebaskan pikiranmu ... dan tanyalah dirimu...
Apabila kamu ada di suatu masa ketika Maryam (as), puteri dari Imran (as), yang hidup diantara para alim ulama dari kaum Bani Israil dan yang sepengetahuan orang-orang adalah bahwa ia (as) belum menikah, dan yang kemudian menghilang dan kemudian kembali dengan seorang anak di pangkuannya, akankah kamu akan percaya kepadanya, atau akankan kamu malah berkata: “Hai saudara perempuan Harun ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina!” (Quran Surah 19 :28)

Bebaskan pikiranmu ... dan tanyalah dirimu...
Jikalau engkau berada pada masa Nabi Isa (as) hidup, yang oleh Alkitab dinyatakan bahwa ia akan berasal dari Betlehem tetapi ternyata ia muncul dari Nazareth, akankah engkau percaya kepadanya atau akankah kamu berkata, “Dan apakah ada sesuatu yang baik yang berasal dari Nazareth?!” Akankah engkau menaruh kepercayaan kepada seseorang yang bahkan keberadaan ayahnya pun tak engkau ketahui?!

Bebaskan pikiranmu ... dan tanyalah dirimu...
Apabila engkau ada pada masa Nabi Muhammad (SAWAS), dan engkau adalah seorang Kristiani dan sedang menunggu kedatangan seorang Nabi yang bernama Ahmed, dan kemudian Nabi yang engkau nantikan pun datang tetapi namanya adalah Muhammad, akankah engkau akan percaya kepadanya?

Bebaskan pikiranmu ... dan tanyalah dirimu...
Apakah ada salah satu diantara kita yang telah mencapai level yang tinggi dalam beribadah dan membebaskan pikiran agar bisa menerima perintah Imam Mahdi (as), sebagaimana perintah itu telah datang, dan adakah dari kita yang sudah mencapai level keyakinan (yaqeen)?

Sesungguhnya, Allah selalu bersamanya dalam setiap langkahnya, mendengarkan, melihat, dan menjawab, dan Dia adalah Pemberi Petunjuk bagi setiap keraguan (kerancuan).
Apakah yang akan kamu lakukan apabila Allah (SWT) menguji kita sebagaimana Dia menguji orang-orang dari bangsa sebelum kamu? Apa yang akan menjadi pilihanmu? Ketaatan? Ataukah memerangi Awliyaa Allah?

Sudahkan kamu tahu bahwa Imam Ahmed Al Hassan (as) sedang menunjukkan, dan bahwa inti utamanya adalah apa yang ia cari adalah yang ada pada diri kita? Yang ia cari dari kita adalah kebebasan pikiran kita dari rasa takut dan keraguan yang akan mengarah pada kekufuran, dan agar jangan mengandalkan pikiran kita semata untuk mengetahui/mengerti segala tindakan Allah atau tindakan para maksumin, karena tidak ada satu pun manusia yang mempunyai pikiran setingkat dengan Muhammmad (SAWAS) dan Keluarga Muhammad (as).

Di dalam semua kisah para Nabi, dan di dalam semua huruf yang tertera pada Qur’an, dan di dalam semua tindakan peribadatan, ada sebuah kebenaran yang harus kita gapai... Apa yang Allah inginkan dari semua hambaNya adalah kepatuhan mutlak dan ketaatan mutlak pada Hujjah Allah... setelah engkau mengenalnya.

(terjemahan dari Facebook post dari sister Ahmed Ahmed)

Salam, Des bannières pour tous les peuples. […]

Q- Le Mahdi dans le Coran.

Salam, Le Qoraychi. Q-27. Nous avons vu que[…]

M- Deux Messies.

Salam, Qoraych. M-14. Mahdi est Korèsh (Qora[…]