User avatar
By zeynabansari
#65092
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam. Ya Allah, sampaikanlah salam dan shalawat kepada Muhammad dan Keluarga Muhammad, Aimmah dan Mahdyeen.

Keberhasilan berasal dari Allah (SWT) dan Allah (SWT) adalah yang Maha Mengetahui.

Ya Ahmad, ya Abdullah, ya Mahdi. Darimu, ya Ahlul Bayt, datangnya kebaikan. Dan di dalam dirimu adalah kebaikan. Dan keatasmu adalah kebaikan.

KASIH SAYANG ALLAH (SWT)

Kasih sayang Allah (SWT) tidak akan pernah bisa diukur karena lebih daripada apa yang dapat dipahami oleh akal. Ada banyak kualitas dari kasih sayang dan ampunan yang disebutkan di dalam Al Quran dan hadist dari Ahlul Bayt (as). Allah (SWT) meminta manusia untuk meminta ampunan dariNya dan Ahlul Bayt (as) mengingatkan kita untuk mencari Allah untuk mendapatkan kasih sayangNya.

Allah (SWT) menciptakan manusia dengan kecenderungan untuk berbuat dosa, tetapi manusia masih bisa mendapatkan kasih sayang Allah kembali apabila memohon ampunanNya. Berbuat salah, menyadari kesalahan atau dosa dan memohon rahmat Allah (SWT), kesemuanya menumbuhkan spiritual manusia. Allah (SWT) adalah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Ia menyayangi mereka yang berharap kepadaNya dan berharap atas kasih sayangNya. Walaupun kasih sayang Allah (SWT) sangat besar dan tak terbatas, mereka yang tulus dan sungguh-sungguh mencari kasih sayang Allah (SWT) akan menghalangi dirinya dari berbuat dosa yang sama, lagi dan lagi.

Katakanlah : “Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepadaNya sebelum datang azab kepadamu dan kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS 39 : 53 - 54)

Katakanlah : “Jika kamu menyembunyikan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu mengatakannya, pasti Allah mengetahui.” Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS 3 : 29)

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Manusia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa) : “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampuni kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS 2 : 286)

Katakanlah : “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS 3 : 31)

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (QS 3 : 135)

Cukup banyat ayat di dalam Al Quran yang berbicara tentang kasih sayang Allah (SWT), walaupun demikian pikiran manusia tidak akan dapat memahaminya.

Katakanlah : “Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS 39 : 53)

Pahala Allah (SWT) sangat besar dan manusia harus sungguh-sungguh memohon ampunanNya karena sesungguhnya Allah (SWT) mengampuni semua dosa selama manusia melakukannya dengan penuh kesungguhan. Allah (SWT) mengampuni semua dosa mereka yang betul-betul bertobat. Salah satu cara agar kita bisa bertobat dengan sesungguhnya adalah dengan tidak mengulangi dosa yang sama dan terus meningkatkan perbuatan baik di dalam jalan Allah (SWT).

“Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan dari sisiNya pahala yang besar.” (QS 4 : 40)

“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).” (QS 6 : 160)


BERDOA DENGAN MENYEBUT NAMA ALLAH (SWT)

Allah (SWT) adalah Maha Pengasih dan Penyayang, selalu mencurahkan cinta dan kasih sayangNya kepada ciptaanNya. Allah (SWT) adalah sumber rahmat dan kebaikan, dan nama-nama Allah adalah sifat-sifat Allah yang penuh dengan cinta dan kasih sayang.

Nama-nama Allah (SWT)
Ar Rahman : Yang Maha Pengasih
Ar Rahim : Yang Maha Penyayang
Al Muhaymin : Yang Maha Memelihara
Al Ghaffaar : Yang Maha Mengampuni
Al Sami’ : Yang Maha Mendengar
Al Basir : Yang Maha Melihat
Al Hakam : Yang Maha Mengadili
Al Adl : Yang Maha Adil
Al Ghafur : Yang Maha Pengampun
Ash Shakur : Yang Maha Bersyukur

Semua nama-nama di atas hanyalah sebagian kecil dari semua nama Allah (SWT) yang memperlihatkan kesempurnaan sifat Allah yang Maha Pengasih, Pemurah, dan Pengampun.

“Karena itu, ingatlah kamu kepadaKu niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepadaKu, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)Ku.” (QS 2: 152)


HADIST-HADIST AHLUL BAYT TENTANG KASIH SAYANG ALLAH (SWT)

Imam Jafar Al Sadiq (as) menyatakan, “Engkau harus menaruh harapan yang tinggi akan kasih sayang Allah (SWT) sehingga engkau tidak berputus asa akan kasih sayangNya setelah engkau berbuat dosa, dan engkau harus menyadari keberadaanNya supaya engkau tidaklah berputus asa atas ampunanNya.” (Tuhfat al-Uqul, hlm 315)

Rasulullah (SAWA) berkata, “Sesungguhnya Allah yang Maha Tinggi, menciptakan 100 unit kasih sayang pada hari ketika Ia menciptakan surga dan bumi, yang setiap unitnya berhubungan dengan semua yang ada di antara langit dan bumi. Allah menurunkan ke bumi satu unit kasih sayang, dan dengan kebaikan yang ada di dalam satu unit tersebut, semua yang diciptakanNya memperlihatkan keserasian bagi satu dengan yang lainnya, seorang ibu yang mengasihi anaknya, dan dengan kebaikan dari unit yang sama, burung-burung dan binatang-binatang buas dapat minum, dan semua makhluk dapat hidup.” (Kanz al-Ummal, no. 10464)

Rasulullah (SAWA) berkata, “Tidak ada seorang pun yang bisa masuk surga kecuali dengan kasih sayang Allah (SWT).” Sahabatnya bertanya, “Bahkan tidak bagimu, ya Rasul?” Rasulullah (SAWA) menjawab, “Bahkan tidak bagiku kecuali Allah merahmatiku dengan kasih sayangNya.” (Kanz al-Ummal, no. 10407)

Rasulullah (SAWA) berkata, “Jika engkau tahu nilai dari kasih sayang Allah, niscaya engkau hanya akan bergantung padaNya.” (Kanz al-Ummal, no. 10387)

Imam Zayn al-Abidin (as) berkata, “Tidaklah mengherankan apabila manusia diberi keselamatan (pada hari Kebangkitan), yang mengherankan adalah bagaimana bisa manusia berakhir pada laknat Allah yang kekal padahal Allah begitu Maha Pengasih.” (Bihar al Anwar, vol 78, hlm 153, no.17)

Imam Ali (as) berkata, “Kasih sayang Allah akan didapatkan melalui mengasihi sesama.” (Ghurar al-Hikam, no. 4343)

Imam Ali (as) berkata, “Kasih sayang Allah diperoleh dengan mengingatNya.” (Ghurar al-Hikam, no. 4209)

“... Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (QS Yusuf : 87)

Salam, Des bannières pour tous les peuples. […]

Q- Le Mahdi dans le Coran.

Salam, Le Qoraychi. Q-27. Nous avons vu que[…]

M- Deux Messies.

Salam, Qoraych. M-14. Mahdi est Korèsh (Qora[…]