#65007
NUBUAT TENTANG PANJI-PANJI HITAM DARI TIMUR


Bendera/panji hitam adalah bendera Al Yamani. Bendera ini yang memanggilmu menuju Imam Mahdi (as). Bendera yang sama yang telah disebutkan di dalam hadist mengenai Raja Abdullah dari Saudi Arabia. Bendera yang memanggil untuk berbaiat kepada Allah (SWT). Hadist riwayat berikut berbicara tentang Panji/Bendera Hitam Al Qaim (as).

Amirul Mukminin (as) berkata di Mimbar Kufa, “Harus ada alat untuk menghancurkan (melumatkan) sehingga apabila bendera sudah dinaikkan pada tiangnya dan tiangnya kokoh, Allah akan mengirimkan utusannya yang agresif tetapi pendiam. Kemenangan akan berpihak kepadanya. Sahabat-sahabatnya adalah mereka yang berambut panjang [dan berjanggut] (belum yakin tentang bagaimana terjemahan janggut tersebut), pakaian mereka berwarna hitam, mereka adalah pendamping panji-panji hitam. Celakalah bagi yang menentang mereka karena mereka akan membunuhnya [...] Demi Allah, seakan-akan aku sedang melihat mereka dan apa yang mereka perbuat dan apa yang akan diterima oleh para penentang mereka dan orang-orang Arab kasar yang ada di padang pasir. Allah akan mengirimkan mereka kepada para penentang mereka tanpa belas kasihan sehingga mereka akan membunuh penentangnya [...] di kota mereka dekat Sungai Efrat, daratan dan lautan, sebagai akibat dari apa yang para penentangnya perbuat, dan sesungguhnya Tuhanmu tidak tak berlaku adil kepada umatNya.”
(Ghaibat Al No’amani, hlm 265)

: ال كوف ة م ن بر ع لى من ق ال إن ه (ع) ال مؤم ن ين أم ير وعن
ًاممب عنيفاب عبداب ع ل يها هللا ب عث ساقها ع لى وث ب تت ق ط بها ع لى ق امت ف إذا ت طحن رحى وجود من الب د
سود راي ات أ صحاب ث ياب هم سود ال س بال أ صحاب ش عورهم ال طوي لة أ صحاب ه معه ال ن صر ي كون أ ص له
ي ق ت لونهم ن اواهم ل من وي ل
واألع راب م نهم الف فجار وماي ل قى أف عالهم وإل ى إل يهم أن ظر ل كأن ي و هللا هرجاب
ف ي ق ت لونهم رحمة ب م ع ل يهم هللا ي س لطهم ال ج فاة
ال بري ة ال فرات ب شاطئ مدي ن تهم ع لى هرجاب
265ص ال نعمان ي غ ي بة ( ل لع ب يد ب ظمم رب ك وما عم لوا ب ما جزاء وال بحري ة


Imam Al Baqir (as) berkata, “(Seolah-olah aku melihat) orang-orang yang datang dari Timur, mereka akan menuntut kepada setiap orang untuk kembali kepada kebenaran tetapi mereka tidak mau berpaling. Mereka meminta lagi, tetapi orang-orang itu tidak mau juga menuju kebenaran, jadi ketika mereka melihat para penentangnya, mereka akan meletakkan pedang mereka di punggung para penentangnya sehingga para penentangnya melakukan apa yang mereka pinta tetapi penentang-penentang itu tetap menolak sampai mereka bangkit dan mereka tak akan memaksa kecuali berpaling kepada Al Qaim, orang-orang yang terbunuh diantara mereka adalah para syuhada. Sesungguhnya, apabila aku melihat mereka (yang datang dari Timur), aku akan menyelamatkan diriku dengn memilih untuk bersama Al Qaim.”
(Ghaybat Al Noamani, hlm 281)

ث م ، ي عطون ه ف م ال حق ي ط ل بون ب ال م شرق ًرجوا ق د ب قوم كأن ي ) :(ع) ال باق ر اإلمام ف عن
ف م سأل وه ما ف يعطون عوات قهم ع لى س يوف هم و ض عوا ذل ك رأوا ف إذا ، ي عطون ه ف م ي ط ل بون ه
صاحب أدرك ت ل و إن ي أما ، شهداء ق تمهم ، صاح ب كم ال ى إ ال ي دف عونها و ال ، ي قوموا ح تى ي ق ب لون ه
.([5 )([األمر هذا ل صاحب ن ف سي ال س ت ب ق يت ذل ك


Rasulullah (SAWA) berkata, “Jika engkau melihat Panji-Panji Hitam yang keluar dari Khurasan, bergabunglah dengan mereka bahkan jika harus merangkak di atas permukaan es karena Wali Allah Al Mahdi ada diantara mereka (dan di hadist lain dikatakan sebagai Penerus dari Al Mahdi).”
(Sayyed Ibnu Tawoos Al Hasani, hlm 52)

Abdel Rizzaq Al Dirawi, seorang sheikh ‘ansar’, membuktikan bahwa bendera Al Qaim (as) berwarna hitam dan pada bendera tersebut tertulis “Baiat Hanya Kepada Allah” :
“Sesungguhnya kami, Ahlul Bayt, mempunyai bendera/panji. Siapapun yang mendahuluinya (berada di depannya), telah berkhianat dan siapapun yang terlambat bergabung dengannya, binasa. Dan siapapun yang mengikuti (bergabung dengan)nya (panji) telah mengikuti (kami), dan pada bendera tersebut tertulis ‘Baiat Hanya Kepada Allah’!”
(250 Tanda-Tanda, hlm 15)



PANJI-PANJI HITAM IMAM AHMAD AL HASSAN (AS) SEBAGAI PANJI-PANJI YANG DINUBUATKAN DAN KEMATIAN RAJA ABDULLAH (LA)

Pada hari yang sama dengan kematian Raja Abdullah, yaitu pada tanggal 23 Januari 2015, 12 laki-laki menekankan bahwa mereka telah dibawa oleh Imam Ahmed Al Hassan (as) untuk bertemu Imam Mahdi (as) dan bagaimana beliau (as) mengungkapkan kepada mereka tentang konspirasi yang telah dan sedang terjadi untuk melawan Imam (as), tentang bagaimana Kantor Najaf dan semua sheikh yang bergabung di dalamnya telah berkonspirasi untuk melawan Imam (as) dan menandatangani sebuah dokumen untuk menyerahkan Imam (as) kepada pemerintah, merampas hak-hak Imam (as), dan mengaku-ngaku sebagai Imam (as). Imam (as) mengungkapkan bahwa beliau berada dalam masa keghaiban sejak tahun 2008. Imam (as) mengungkapkan banyak hal lain yang akan didiskusikan inshAllah di dalam topik-topik berikutnya. Pada hari itu 12 laki-laki menyebarkan kabar gembira tentang kemunculan Hujjah Allah (as) dan mereka mengumumkan bahwa Imam Ahmed Al Hassan (as) adalah orang yang memberikan kabar gembira tersebut dan beliau (as) telah mengibarkan Panji-Panji Hitam yang telh disebutkan di dalam hadist-hadist Ahlul Bayt (as). Bukti-bukti apa yang mereka punya yang membuat mereka memberikan pernyataan pada hari kematian Raja Abdullah? Berikut ini adalah video pada YouTube Channel yang berisi pernyataan di atas. Perhatikan tanggal video itu diunggah, yaitu apada tanggal 23 Januari 2015.
https://www.youtube.com/watch?v=4bsCD2dWaHI

Tetapi mengapa hal ini, yaitu bahwa mereka yang pertama memberikan kabar gembira tentang kemunculan Hujjah Allah (as) dan kematian Raja Abdullah, menjadi sedemikian penting? Karena hal ini membuktikan bahwa Imam Ahmed Al Hassan (as) bersama mereka (12 laki-laki) dan mereka bersama kebenaran.

Rasulullah (SAWA) berkata, “Hijaz akan diperintah oleh seseorang yang mempunyai nama seperti seekor hewan (Raja Fahd, Fahd berarti macan tutul). Jika kamu melihatnya, dari kejauhan engkau akan melihat matanya juling tetapi ketika melihatnya dari dekat, tak akan terlihat apapun yang salah dengan matanya. Adiknya, yang bernama Abdullah, akan mewarisi kekuasannya. Celakalah Syiahku daripadanya! (Rasulullah mengucapkan kalimat yang terakhir tiga kali). Berikanlah kabar gembira tentang kematiannya dan aku akan memberikan kabar gembira tentang kedatangan Al Hujjah.”
(250 Tanda-Tanda, hlm 122)

Hadist di atas adalah berisi keajaiban. Isi dari hadist tersebut telah terpenuhi di dalam setiap detilnya seperti yang kita ketahui. Raja Fahd dari Saudi Arabia yang namanya adalah nama hewan (macan tutul), yang mempunyai kondisi mata yang aneh yaitu terlihat juling dari kejauhan dan normal dari dekat, wafat dan digantikan oleh adiknya Raja Abdullah untuk memerintah Hijaz dan kaum Syiah sangatlah tertindas di masa pemerintahannya. Lalu di bagian akhir hadist, Rasulullah(SAWA) berkata, “Berikan padaku kabar gembira (tentang kematian Raja Abdullah) dan aku akan memberikan kabar gembira tentang kemunculan Al Hujjah.” Panji-Panji Hitam menekankan bahwa yang pertama yang memberikan kabar gembira tentang kemunculan Al Hujjah pastilah bersama kebenaran (sama seperti ketika Imam Ahmed Al Hassan as. dan Ahlul Bayt as. berkata bahwa yang pertama mengklaim isi surat wasiat Rasulullah adalah yang berhak, karena tidak akan ada yang bisa mengklaim kecuali yang berhak). Jadi pada dasarnya konsep yang berlaku di sini adalah sama. Mengapa dan bagaimana bisa? Karena di dalam hadist tentang kematian Raja Abdullah, Rasulullah (SAWA) berkata berikan padaku kabar gembira tentang kematiannya dan aku akan memberimu kabar gembira tentang kemunculan Al Hujjah (as). Jadi, tidak ada seorang pun selain Muhammad (SAWA) yang bisa memberikan kabar gembira tentang kemunculan Al Hujjah (as).

Tetapi Muhammad (SAWA) secara fisik tidak bersama kita di masa sekarang. Jadi siapakah orangnya yang mewakili Muhammad (SAWA) di era sekarang? Jawabannya adalah Imam Ahmad Al Hassan (as) yang namanya sesuai dengan nama Rasulullah (SAWA) dan yang nama ayahnya sama dengan nama ayah dari Rasulullah (SAWA). Sehingga hal ini berarti yang pertama datang dan mengabarkan berita gembira tentang kemunculan Al Hujjah (as) sesudah kematian Raja Abdullah pasti berbicara atas nama Imam dan berhubungan dengan Imam (as) karena Muhammad (SAWA) merujuk kepada dirinya sendiri ketika mengabarkan berita gembira tersebut dan tidak ada seorang pun selain Rasulullah (SAWA) yang bisa. Muhammad (SAWA) tidak hidup di masa ketika Raja Abdullah mangkat, sehingga sangatlah masuk akal ketika seseorang yang mewakili beliau (SAWA) adalah orang yang memberikan kabar gembira itu.

Juga dikisahkan tentang Imam Al Sadiq (as) yang berkata kepada Abu Baseer : Dari Abu Baseer yang mendengar dari Imam Sadiq (as), “Siapapun yang memberikan jaminan akan kematian Abdullah, aku akan menjanjikan baginya Al Qaim. Ketika Abdullah mati, orang-orang tidak akan mencapai kata sepakat mengenai siapa pun sebagai penerusnya, dan hal ini tak akan berakhir kecuali dengan kemunculan Al Qaim inshAllah, dan tahta kerajaan (yang dipegang) selama bertahun-tahun akan berakhir, dan tahta kemudian akan (dikuasai) untuk hitungan bulan dan hari. Kemudian aku bertanya : Apakah akan lama setelah itu? Beliau (as) berkata, “Tidak.”
(Biharul Anwar, vol 52, hlm 21)

Jadi Imam Al Sadiq memberi jaminan kepada kita bahwa Al Hujjah (as) akan muncul tidak lama setelah kematian Raja Abdullah. Dan 12 laki-laki mengkonfirmasi kabar gembira tersebut pada tanggal 23 Januari 2015 ketika Raja Abdullah mangkat, pada hari yang sama ketika Imam Al Hassan (as) membawa 10 dan menambahkan 2 lagi dari antara mereka, yang kemudian membawa 12 laki-laki tersebut untuk bertemu Imam Al Mahdi dan 12 laki-laki tersebut adalah yang terbaik dari 313 sahabat Al Qaim (as) setelah Imam Ahmed Al Hassan (as) dan Imam Ahmed Al Hassan telah mengibarkan Panji-Panji Hitam yang disebutkan di dalam hadist-hadist Ahlul Bayt (as) dan beliau (as) adalah orang yang memberikan kabar gembira tentang kemunculan Al Hujjah, Muhammad putera dari Hassan Askary (as).

Imam Ahmed Al Hassan (as) di dalam bukunya ‘Nasehat Kepada Pelajar Hauza dan Semua Pencari Kebenaran’:
Imam Al Baqir (as), “Al Qaim akan berada di dalam kegaiban sampai beberapa hal berlalu,” dan beliau menunjuk dengan tangannya pada arah Thee Towa. Kemudian beliau berkata, “Sampai sebelum kemunculannya, Maula yang selalu bersamanya akan bangkit untuk menemui beberapa sahabatnya dan bertanya, “Ada berapakah jumlah kalian di situ?” Mereka akan menjawab, “Kami ada 40 orang.” Kemudian beliau akan bertanya lagi, “Apa yang akan engkau lakukan apabila engkau bertemu Imam Mahdi?” Mereka akan menjawab, “Demi Allah, apabila Imam Mahdi pergi dari sini dan berlindung di pegunungan manapun, kami juga akan bersamanya.” Kemudian beliau mendatangi mereka dan berkata, “Pilihlah 10 pemimpin kalian atau yang terbaik di antara kalian.” Lalu mereka memilih 10 orang, beliau membawa 10 orang tersebut kepada Imam Mahdi. Beliau akan menjanjikan malam berikutnya (atau beliau bertemu pada malam berikutnya).”
(Ghaibat Al Noamani, hlm 187, Tafsir Al-Ayashy Vol 2 hlm 56, Bihar Al Anwar Vol 52 hlm 341, Mu’jam Ahadith Al Imam Al Mahdi Vol 5 hlm 2)

Imam Al Sadiq (as) berkata , “Al Qaim tidak akan muncul sampai 12 laki-laki berkata bahwa mereka telah melihatnya sehingga orang-orang akan mendustakan mereka.”
(Ghaibat Al No’amani, hlm 277)

Thawban mengatakan bahwa Rasulullah (SAWA) berkata, “Tiga laki-laki akan terbunuh di tempat harta karunmu berada. Masing-masing dari mereka adalah anak laki-laki dari seorang khalifah, dan tidak ada satupun dari mereka akan menguasai harta tersebut. Kemudian Panji-Panji Hitam akan datang dari Timur.... Apabila engkau melihatnya, pergi dan berikan baiatmu, bahkan jika engkau harus merangkak di atas permukaan es, karena ia adalah Khalifah Allah, Al Mahdi,” Rasulullah (SAWA) berkata, “Kami (keluargaku dan aku) adalah Ahlul Bayt yang Allah (SWT) telah pilihkan bagi kami kehidupan di akhirat atas kehidupan di dunia ini, dan bahwa setiap dari kami (Ahlul Bayt) akan mengalami penderitaan yang besar dan akan diusir dengan paksa dari rumah-rumah kami setelah kami wafat; kemudian akan datang orang-orang dari Timur membawa Panji-Panji Hitam, dan kami akan meminta hal-hal yang baik untuk diberikan kepada orang-orang tersebut tetapi orang-orang tersebut akan menolak pemberian dari kami, sebaliknya mereka akan berperang dan mencapai kemenangan, dan mereka ditawari apa yang mereka inginkan, tetapi mereka akan menolak menerimanya sampai mereka memberikan kepada seorang laki-laki dari keluargaku (Ahlul Bayt) kemunculannya untuk memenuhi bumi dengan keadilan karena selama ini sudah dikotori oleh korupsi. Jadi, siapa pun yang berada pada waktu tersebut seharusnya menemui mereka bahkan apabila mereka harus merangkak di atas permukaan es/salju karena diantara mereka adalah Khalifah Allah Al Mahdi.”
(Sunan Ibnu Majah, Vol 2, hadist no. 4082)

Dari Sejarah Tabari Al-Sawa’iq Al-Muhriqah, oleh Ibnu Hajar, bab 11 bagian 1 halaman 250-251 : Imam Ali (as) berkata, “Ya Amer, apabila engkau mendengar Panji-Panji Hitam datang, buka kunci pada kotak ini, sampai engkau terbunuh di bawah mereka dan jika tidak bisa, bergulinglah sampai engkau terbunuh dibawah mereka.”
(Mo’jam Ahadith Imam Mahdi, Vol 3, hlm 79)

Terdapat banyak sekali hadist yang membicarakan tentang Panji-Panji/Bendera-Bendera Hitam (Black Banners), bendera yang menyatakan Baiat kepada Allah, yang tertulis di dalam huruf Arab/Bahasa Inggris pada bendera tersebut.

Panji Al Qaim (as)
“Al Bay’a lillah (Baiat kepada Allah) tertulis pada bendera. Warnanya hitam, dan merupakan kewajiban untuk mengikutinya. Panji ini memberikan sebuah gelar/sebutan bagi siapapun yang bernaung di bawahnya.”

Abu Abdullah (as) berkata, “Sesungguhnya kami, Ahlul Bayt,mempunyai sebuah panji yang bagi siapapun berada mendahuluinya adalah sudah berkhianat dan siapapun yang terlambat bergabung dengannya telah binasa, dan siapapun yang mengikutinya adalah telah mengikuti (kami), ‘Baiat kepada Allah’ tertulis pada panjinya!”
(250 Tanda-Tanda, hlm 15)

Abdullah Ibn Ajlan berkata kami menyebutkan tentang kemunculan Al Qaim (as) ketika Abu Abdullah (as) hadir di situ, sehingga aku bertanya kepadanya, “Bagaimana caranya kami mengetahui hal itu?” Beliau (as) berkata, “Engkau akan terbangun dengan sebuah gulungan di bawah kepalamu, bertuliskan ‘kepatuhan yang harus diketahui’. Dan telah diriwayatkan bahwa pada Panji Al Mahdi bertuliskan ‘Baiat Kepada Allah’”
(Kamalul Din wa Tamamul N’ema, hlm 654)

Rasulullah (SAWA) berkata, “Ya Ali, bahkan jika hanya tersisa satu hari lagi di dunia ini Allah akan memperpanjang hari itu sampai seorang laki-laki dari keturunanmu memerintah. Ia akan dipanggil sebagai Al Mahdi (yang tercerahkan). Ia akan mengajak kepada Allah (azwj) dan orang-orang Arab akan tercerahkan olehnya, seperti engkaumembimbing orang yang syirik dan tidak beriman untuk keluar dari kesesatan.” Kemudian beliau berkata lagi, “Dan pada panjinya akan tertulis Baiat kepadaNya karena Baiat adalah hanya kepada Allah (azwj).”
(Mo’jam Ahadith Al Mahdi as., vol 1, hlm 178)

Hal di bawah ini dihubungkan kepada Imam Ahmed Al Hassan (as), bahwa beliau (as) berkata :
“Dan Daud (as) adalah Daud kami dan Sulaiman (as) adalah Sulaiman kami. Dan tempat ibadah itu adalah tempat ibadah kami, kami orang-orang Muslim, bukan rumah ibadat kepunyaan Yahudi Zionist, pembunuh para Nabi. Dan Tanah Suci itu adalah tanah kami yang harus dibebaskan dan dibuka, dan Panji yang bertuliskan Tiada Tuhan Selain Allah, Muhammad Adalah Rasul Allah, Ali Adalah Wali Allah, harus dikibarkan di Tanah tersebut,”
(Allegories, vol 1, hlm 40, versi Bahasa Arab)

Rasulullah (SAWA) berkata :
“Hingga Panji-Panji Hitam dikibarkan dari Timur. Mereka akan meminta Kebenaran tetapi mereka tidak akan mendapatkannya. Lalu mereka akan meminta lagi dan mereka tetap tidak akan mendapatkannya. Jadi mereka akan berperang dan mereka akan mendapatkan kemenangan. Jadi siapapun yang mengetahui (keberadaan)nya dari antara kalian atau dari keturunan kalian, maka biarkanlah ia pergi menuju Imam dari Ahlul Baytku, bahkan jika harus merangkak pada permukaan es, karena mereka adalah Panji-Panji Kebenaran. Mereka akan mengajak kepada seorang laki-laki dari Ahlul Baytku yang namanya sama seperti namaku, dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku. Dan ia akan memerintah bumi ini dan mengisinya dengan keadilan setelah sebelumnya penuh dengan penindasan dan ketidakadilan.”
(Mo’jam Ahadith Imam Mahdi, vol 1, hlm 382)

Imam Ali (as) berkata :
“Kami mempunyai Panji-Panji Kebenaran, siapapun yang bernaung di bawahnya Panji itu akan memberinya nama/sebutan. Dan siapapun yang berangkat untuknya akan menang, siapapun yang gagal untuk bergabung akan hancur, dan siapapun yang terpisah darinya akan goyah/jatuh, dan siapapun yang berpegang erat kepadanya akan terselamatkan.”

Disampaikan oleh Imam Ahmed Al Hassan bahwa Imam Ahmed (as) berkata dalam ‘Kitab Monotheisme’ :
“Tentang warna hitam sesuai dengan izin Allah yang mewarnai Batu ini, warna ini mengindikasikan tentang dosa-dosa yang dibuat oleh hambaNya dan warna ini mengingatkan mereka akan dosa-dosa mereka, karena mungkin saja setelah (mereka melihat warna) ini, mereka bertobat dan meminta ampun selagi mereka berada dalam Bait Allah. Dan warna ini juga sama dengan warna Panji-Panji Kebenaran dari Al Qaim, (Panji-Panji) Hitam Al Qaim dari Keluarga Muhammad. Jadi Panji-Panji Hitam menunjuk pada Batu, dan Batu menunjuk pada Panji-Panji, dan baik Batu maupun Panji, dengan warna hitamnya, menunjuk pada dosa-dosa yang merusak Testamen dan Perjanjian yang disepakati ketika masa penciptaan di dunia Atom dan hal itu menunjuk pada penderitaan/usaha yang ditanggung oleh orang yang berbuat dosa - dan oleh Panji Hitam yang merujuk pada dosa - hamba yang diturunkan ke bumi dengan membawa Perjanjian, dan ia adalah Batu Hitam, dan ia adalah Al Qaim dari Keluarga Muhammad.

Salam, Des bannières pour tous les peuples. […]

Q- Le Mahdi dans le Coran.

Salam, Le Qoraychi. Q-27. Nous avons vu que[…]

M- Deux Messies.

Salam, Qoraych. M-14. Mahdi est Korèsh (Qora[…]