#65031
MENCARI KEBENARAN MELALUI SUPREMASI ALLAH SWT - MIMPI/PERTANDA/ISTIKHARA

Perkara mengenai Imam Mahdi (as) dan dikembalikannya Imam Hussein (as) sebagai Ahmad Al Hassan (as) bukanlah perkara yang mudah. Setiap ruh akan diuji dan Allah (SWT) di dalam Al Quran berkata : Katakanlah, “Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu mengatakannya, pasti Allah mengetahui.” Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS Ali Imran : 29)

Allah (SWT) mengetahui apa yang ada di dalam hati kita, apakah hati kita murni, tulus, dan betul-betul mencari kebenaran? Jika engkau tulus dan hanya mencari kebenaran maka Allah (SWT) akan mengarahkanmu kepada kebenaran karena Allah hanya memberi petunjuk kepada umatnya yang tulus, seperti yang dinyatakan di dalam Al Quran surah Az Zumar : 3.
“Ingatlah! Hanya milik Allah agama yang murni (dari syirk). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia berkata, “Kami tidak menyembah mereka melainkan (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” Sungguh, Allah akan memberi putusan diantara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sungguh, Allah tidak akan memberi petunjuk kepada pendusta dan orang yang sangat ingkar.”

Allah (SWT) mengetahui apa yang tersembunyi di dalam hati, dan apabila engkau tidak mencari apapun kecuali Tuhanmu maka Ia akan memberi petunjuk kepada kebenaran seperti yang tercantum di dalam Al Quran surah Al Baqarah : 186
“Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Tanda-tanda (kekuasaan) Allah datang kepada umatNya di dalam berbagai bentuk, engkau dapat melihatnya melalui vision (penglihatan), mimpi, perjalanan, kehidupan sehari-hari, bahkan di waktu-waktu yang engkau tidak pernah sangka. Tanda-tanda kekuasaan Allah hadir dimana pun bahkan pada daun-daun yang bergerak tertiup angin.

“Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas, dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik.” (QS Al Baqarah : 99)
Bukti-bukti (kekuasaan) Allah ada bersama kita, pengorbanan Imam Hussein (as) ada bersama kita, semua Nabi (as) dan Imam (as) ada di antara kita, dan ia, seseorang yang kita ingin melihatnya dan hati kita menangis untuk selalu bersamanya, yaitu Rasulullah (SAWA) telah dikembalikan Allah untuk ada bersama kita.

Allah yang Maha Kuasa dan Maha Penyayang telah menjanjikan kepada kita akan hari tersebut dan sekarang kita hadir di hari yang dijanjikan Allah.
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad dan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Quran).” (QS An Nisa : 174)
“... Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjukNya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS Al Baqarah : 185)

Banyak sekali yang sudah menerima pertanda dari Allah dan banyak pula yang sudah memberikan testimoni atas kebenaran. Berikut ini adalah tautan untuk melihat testimoni yang diberikan oleh para mukminin.
https://www.youtube.com/user/AnssarAlMahdi/videos

Istikhara adalah salah satu cara untuk mengetahui dan menentukan siapakah yang berhak atas kekhalifahan Allah di muka bumi. Jangan mencari jawaban dari para ulama karena ulama di akhir zaman adalah yang terburuk. Jika kamu ingin mencari kebenaran maka carilah Tuhanmu dengan cara yang semua Imam (as) telah ajarkan kepada kita. Istikhara, tentu saja, adalah bukti dan pertanda dari Allah (SWT).
Nabi Muhammad (SAWA) berkata, “Wahai manusia, janganlah kamu dibodohi/ditipu oleh ulama-ulama sesat dan pendukung-pendukungnya. BACA, SELIDIKI, PERIKSA dengan TELITI, PELAJARI dan KETAHUIlah kebenaran oleh dirimu sendiri. Jangan bergantung pada orang lain untuk urusan akhiratmu karena kamu akan menyesalinya di kemudian hari padahal penyesalan tidak akan mendatangkan manfaat bagimu. [Dan mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati para pemimpin dan para pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar)].

Berikut ini adalah hadist dari Ahlul Bayt (as) mengenai istikhara.
Di dalam surat wasiat dari Imam Ali (as) kepada puteranya Al Hassan (as), “... dan berlaku tuluslah ketika meminta kepada Tuhanmu, karena memberi dan mengambil kembali ada pada tanganNya, dan perbanyaklah istikhara...”
(Nahjul Balagha, hlm 393)

Rasulullah (SAWA) berkata, “Jika kamu ingin mencari pertanda baik (tafa’ol) melalui Al Quran Kareem, maka bacalah surah Al Ikhlas 3 kali, sampaikan shalawat bagi Muhammad dan keluarganya 3 kali, lalu katakanlah, “Ya Allah, aku mencari pertanda baik melalui Al QuranMu dan aku bergantung kepadaMu, dan perlihatkanlah kepadaku melalui kitabMu, yang tersembunyi dari kebaikan yang tidak terlihat dari yang Engkau miliki,” kemudian bukalah Al Quran tanpa menghitung lembaran kertas atau barisnya (terlebih dahulu).”
(Mafatih Al Jinan, Al Baqiyat Al Salihat)

Dan telah diceritakan bahwa Safwan ibn Yahya Al Jammal membuktikan tentang imamah dari Ali (as) putera dari Musa Al Kathim (as) melaluin istikhara dan ia adalah salah satu sahabat terbaik Imam Musa Al Kathim (as) dan dari salah satu yang terdekat dengan beliau (as). Sheikh Al Toosi menceritakan di dalam bukunya Al Ghayba, hlm 54 :
Dari Ali bin Moath, ia berkata : Aku berkata kepada Safwan bin Yahya, “Dengan cara bagaimana engkau menentukan bahwa Ali - yang berarti (Ali) Al Ridha (as) - (adalah yang meneruskan imamah)?” Ia berkata, “Aku berdoa dan memohon kepada Allah, dan aku melakukan istikhara dan aku yakin bahwa ialah orangnya (imam).”
(Ghayba Al Toosi, hlm 54)

Untuk mencari kebenaran, yaitu cahaya Nabi Muhammad (SAWA), maka carilah Allah dan apabila engkau tulus maka melalui kitab Allah (SWT) engkau akan melihat kebenaran dengan jelas. Imam Ja’far Al Sadiq (as) berkata, “Perkara (tentang) kami lebih terang daripada cahaya matahari.”
“Berlakulah dengan tulus dan engkau akan berhasil,” kata Imam Ali (as).

Ahmed Al Hassan (as) berkata, “Aku, dan aku berlindung (kepada Allah) dari keakuanku, tidak pernah meminta siapapun untuk mengikutiku dengan mata tertutup, tetapi aku berkata bukalah matamu dan pilahlah semua bukti, dan ketahuilah siapa yang ada pada kebenaran supaya engkau selamat dari api neraka.”

http://express.paltalk.com/ - untuk berdiskusi tentang semua bukti dawa dan segala pertanyaan yang tidak terjawab, silakan bergabung dengan mukminin dan mukminat di sana.
(paltalk - Middle East - Islam - The Black Bannerso0oAlrayat Alsud Almashriqiyah)

Allahuma Sale Ala Muhammad wa Aale Muhammad Al Aemma wa Al Mahdyeen wa Salem Tasleeman Katheera

Ya Ahmed, Ya Abdullah, Ya Mahdi
darimu, Ya Ahlul Bayt, datangnya kebaikan
dan di dalam dirimu adalah kebaikan
dan ke atasmu adalah kebaikan

Ya Allah, limpahkan salam dan shalawat kepada Muhammad (SAWA) dan keluarganya yang suci (as)

Note :
Bagian 1 - 7 dari semua artikel ini adalah merupakan terjemahan dari judul yang sama dari brother Mahdi Ahmad. Semoga Allah merahmatimu dengan kasih sayangNya yang berlimpah, my dear brother.
L- La Mère des Cités.

Salam, La jeune fille, mère du Fils de l’homme[…]

بسم الله الرحمن الرحيم والحمد لله رب العالمين […]

Ç- Prière (Çalat).

Salam, Diverses manières de prier. Ç- 2. Tou[…]

M- Deux Messies.

Salam, L’Esprit Christ en Jésus. M-17. Jésus[…]