#65010
YAMANI - AHMED AL HASSAN

Yamani adalah seorang laki-laki dari keluarga Muhammad (SAWA). Ia adalah yang pertama dari 313 dan ia yang disebut di dalam wasiat sebagai Ahmad. Sesudahnya akan ada 11 Mahdi. Banyak riwayat menekankan kehadiran 12 Mahdi (as) setelah 12 Imam (as). Yamani (as) akan diketahui mempunyai senjata dari Nabi Muhammad (SAWA), yaitu surat wasiat tersebut dikarenakan tidak akan ada seorang pun, kecuali Yamani, yang akan memunculkan wasiat yang sudah tercatat dalam banyak kitab sepanjang sejarah. Di dalam hadist-hadist berikut, Mahdi yang pertama digambarkan sebagai laki-laki yang berasal dari Basra bernama Ahmad, yang pertama dari 12 Mahdi dan 313, orang yang berseru kepada umat manusia untuk kembali kepada Imam Mahdi (as) dan Yamani (as). Supremasi Allah (SWT) ada diatas supremasi manusia. Di masa yang lalu umat manusia selalu memilih pemimpin yang mereka anggap baik dan melupakan bahwa hanya Allah (SWT) yang paling mengetahui apa yang terjadi di surga dan di bumi, bahwa hanya Allah yang mempunyai supremasi (kekuasaan/otoritas) untuk memilih utusanNya, orang yang shaleh, orang yang mempunyai hati yang bersih. Berpaling dari apa yang dipilih Allah (SWT) hanya demi memenuhi egonya semata akan membawa keburukan. Penerus (wakil Allah)Nya adalah Imam Mahdi (as) dan Mahdi pertama (Yamani yang dijanjikan). Ini adalah perintah Allah (SWT) untuk menaati dan mengikuti Yamani dan sangat terlarang bagi muslim manapun untuk berpaling darinya dan siapapun yang menolaknya maka ia termasuk ke dalam penghuni neraka.

“Wahai bapak dari Al Hassan, berikan padaku pena dan kertas,” kemudian Nabi (SAWA) mulai mendiktekan wasiatnya kepada Ali (as). “Wahai Ali, akan ada 12 Imam dan setelahnya akan ada 12 Mahdi. Engkau, wahai Ali, adalah yang pertama dari 12 Imam.” Dan Nabi terus mendiktekan wasiatnya, sampai pada sesudah menyebutkan nama kedua belas Imam, kemudian beliau berkata, “Ketika hari kematian tiba kepadanya (Hassan al Askary as.), teruskanlah kepada anaknya, Muhammad, Pemegang Amanah dari Keluarga Suci Muhammad. Salam bagi mereka semua. Mereka itu adalah 12 Imam. Kemudian akan ada 12 Mahdi setelah mereka. Dan ketika hari datang kepadanya (Muhammad bin Hassan Al Askary as.), serahkanlah kepada anaknya, yang pertama dari semua yang terdekat. Ia mempunyai 3 nama, satu nama sepertiku dan nama yang lain seperti ayahku, yaitu Abdullah (pelayan Allah), Ahmad, dan nama yang ketiga adalah Mahdi (yang tercerahkan) dan ia adalah orang beriman yang pertama.”
(Bihar Al Anwar, vol 53 hlm 147, Al Ghayba At Toosi hlm 150, Ghayat Al Maram vol 2 hlm 241)

Juga diriwayatkan dari Al Sadiq (as) bahwa beliau berkata, “Dari kami (keturunan kami), sesudah Al Qaim (sang utusan), 12 Mahdi yang merupakan keturunan Imam Hussein (as).”
(Bihar Al Anwar vol 53 hlm 148, Alborhane vol 3 hlm 310, Al Ghayba At Toosi hlm 385)
Juga dari Imam Al Sadiq (as), beliau berkata, “Dari kami (keturunan kami), sesudah Al Qaim (yang bangkit), sebelas Mahdi yang merupakan keturunan Imam Hussein (as).”
(Bihar Al Anwar vol 53 hlm 145). Di dalam hadist ini, yang disebut sebagai Al Qaim adalah Mahdi pertama dan bukan Imam Al Mahdi (as) karena Imam Al Mahdi (as) meneruskan kepada 12 Mahdi setelahnya.

Al Baqir (as) berkata dalam penggambarannya tentang Mahdi pertama : Beliau (as) berkata, “Dia adalah, yang mempunyai warna kulit kemerahan, bermata cekung, alis mata yang tidak menyatu di tengah, bahu yang lebar, ketombe pada rambutnya, dan tanda di wajahnya. Semoga kasih sayang Allah tercurah ke atas Musa (as).”
(The Occultation - Mohammed Al Nomani, hlm 223)

Juga dari Amirul Mukminin, Imam Ali (as) berkata di dalam hadist yang panjang : “... yang pertama dari mereka akan berasal dari Basra dan yang terakhir dari Ebdal.”
(Evangel of Islam, hlm 249, Beirut, thn 1999)

Juga dari Imam Al Sadiq (as) yang berkata di dalam hadist yang panjang dimana beliau menyebutkan tentang pengikut Al Qaim (as), “... dan dari Al Basra ... Ahmad...”
(Bisharat Al Islam, hlm 148)

Dari Aba Abdullah (as), beliau berkata, “Dan Qaim pertama yang bangkit dari kami, Ahlul Bayt, akan menceritakan sebuah hadist, hadist yang membuatmu tak tahan sehingga engkau akan keluar untuk mengejarnya di Rumaila Al Daskara dan memeranginya dan kemudian ia akan membunuhnu dan itu adalah kemunculan terakhir yang akan terjadi.”
(Bihar Al Anwar, vol 52, hlm 275)

Imam Al Baqer (as) berkata, “Yang bangkit akan mempunyai 2 nama, yang satu tersembunyi, dan yang lain terungkap. Yang tersembunyi adalah Ahmad dan yang terungkap adalah Muhammad.”
(Kamal Al Deen, hlm 653 vol 2 pintu 57)

Dan tentu saja yang terungkap adalah Muhammad Al Mahdi, Imam kedua belas (as) kita, seperti yang diketahui oleh orang-orang Syiah bahwa beliau dilahirkan lebih dari seribu tahun yang lalu, yang kemudian beliau masuk dalam masa kegaiban dan diharapkan kemunculannya, semoga Allah mempercepat kemunculannya. Dan nama yang tersembunyi adalah Ahmed Al Hassan (as), nama yang disebutkan oleh Rasulullah (SAWA) di dalam wasiatnya, wasiat yang Imam Ahmed (as) bawa dan klaim ketika misinya dimulai dan ketika Imam Ahmad (as) dikirim oleh Imam Mahdi (as), yang tidak diketahui dan tersembunyi dari orang-orang Syiah sejak saat itu. Allah akan mengambil nyawa orang yang tak berhak mengklaim surat wasiat Nabi (SAWA).

“Dan tidak ada satu panji pun yang lebih menuntun kepada kebaikan selain panji Yamani, panji ini adalah panji yang lebih memberi pedoman, karena Yamani menyerukan (kembali) kepada Al Mahdi. Jadi apabila Yamani muncul, semua orang dan semua muslim dilarang untuk jual-beli senjata. Dan ketika Yamani muncul, bangkit dan larilah menuju dia (as) karena panjinya adalah panji pedoman kebaikan, dan terlarang bagi setiap muslim untuk berpaling darinya. Jadi siapapun yang menolaknya, mereka adalah dari golongan neraka karena Yamani menyerukan kepada kebenaran dan Jalan Yang Lurus.”
(Al Ghayba, Muhammad ibn Ibrahim Al Noamani, hlm 264)

Abi Abdullah (Imam Jaafar) as. berkata, “Al Qaim akan diketahui atas 3 kualitasnya, yang mana kualitas-kualitas tersebut tidak akan diberikan kepada orang lain kecuali dirinya. Ia adalah yang pertama sebelum orang lain (dengan kualitas-kualitas tersebut), ia adalah penerus, dan ia adalah senjata dari Rasulullah (SAWA) dan wasiatnya dan hal itu adalah sesuatu yang aku tak bisa memisahkan diriku darinya.”
(Basa’er Al-Darajat Muhammad ibn Al-Hassan Al-Safaar, hlm 202)

Hadist-hadist berikut menunjukkan bahwa ada lebih dari satu Mahdi dan Yamani, Ahmad Al Hassan (as) adalah yang pertama dari 12 Mahdi.

Ibn Al Munada di dalam kitab Daniel berkata, “Ada tiga Sufyani dan ada tiga Mahdi. Sufyani pertama akan muncul dan ketika kemunculannya terus dibicarakan dan semakin populer, Mahdi pertama akan muncul. Dan kemudian Sufyani kedua, dan Mahdi kedua bangkit. Dan kemudian Sufyani ketiga akan muncul dan diikuti oleh Mahdi ketiga. Dan kemudian Allah akan membuat semua yang hancur menjadi lebih baik, dan Ia akan menyelamatkan orang-orang yang beriman, dan menghidupkan Sunnah, dan melenyapkan semua apa yang tidak sesuai dengan Sunnah.”
(Al Arf Al Wardi Syooti hlm 1/149, hadist no. 250)

Umdat Al Qaree Sharh Saheel Al Bukhari penulis Bader Al Deen Al Ayni Al Hanafi berkata, “Dimungkinkan akan adanya 12 setelah Mahdi yang akan muncul di akhir zaman....” sampai dimana ia mengatakan, “Dan kemudian sesudahnya anak laki-laki akan memerintah sehingga akan ada 12 raja, setiap dari mereka adalah Imam Mahdi.”
Dan dari Ka’ab Al Ahbar, “Akan ada 12 Mahdi dan kemudian ruh Allah akan turun dan membunuh Dajjal.”

Fateh Al Bari Sharh Saheeh Al Bukhari untuk Ibnu Hajar 20/266 no. 668 di dalam hadist yang panjang beliau berkata : Abu Al Hussein, putera dari Al Munadi : Pada bagian dia menyebutkan tentang Al Mahdi, “Di dalam hadist yang menyebutkan ‘akan ada 12 khalifah’ ada kemungkinan bahwa hal itu akan terjadi sesudah kemunculan Al Mahdi di akhir zaman, karena aku menemukan di Kitab Daniel, ketika Al Mahdi wafat, akan ada 5 laki-laki, putera dari cucu laki-laki tertua yang akan memerintah, dan kemudian 5 dari anak laki-laki dari cucu laki-laki yang lebih muda, dan kemudian yang terakhir akan menyerahkan kepemimpinannya dari anak laki-laki dari cucu laki-laki tertua, dan kemudian anak laki-lakinya akan memerintah, dan 12 raja akan naik tahta, setiap dari mereka adalah Imam Mahdi.

Rasulullah (SAWA) berkata, “(Namanya sama seperti namaku dan nama bapaknya sama dengan dengan nama bapakku) Ia adalah keturunan dari anakku, Fatima, dan Allah akan mengungkapkan kebenaran melalui mereka dan menekan kebathilan dengan pedang mereka. Orang-orang akan mengikuti mereka, menginginkan untuk selalu bersama mereka dan menakuti mereka.” Ia berkata, “Rasulullah (SAWA) berhenti menangis, lalu Nabi (SAWA) berkata, “Wahai manusia, bergembiralah karena janji Allah ditepati dan keputusannya tidak dapat ditolak karena Dia yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui. Kemenangan Allah sudah dekat. Ya Allah, mereka ini adalah orang tuaku. Oleh karena itu, jauhkanlah penderitaan dari mereka dan bersihkan mereka. Ya Allah, peliharalah mereka, cukupkan makanan bagi mereka, dukung mereka, tetaplah bersama mereka, hiburlah mereka, jangan permalukan mereka, dan jadikanlan aku wakil dari mereka. Hanya Engkaulah yang Maha Kuasa.”

Hadist di atas tidak mengacu kepada Imam (as), tetapi kepada Mahdi Pertama, jika nama ayahnya adalah nama dari salah satu leluhur Rasulullah (SAWA) darinpara Nabi. Dalam hal ‘Namanya sama seperti namaku dan nama ayahnya seperti nama ayahku’ adalah mengacu kepada Mahdi Pertama. Terlebih lagi, Mahdi Pertama (as) adalah orang yang pertama berimankepada Imam Mahdi (as) sewaktu kemunculannya, yang berarti ia akan dilahirkan di akhir zaman, sebuah fakta yang sesuai dengan doktrin yang beredar di masyarakat luas. Di dalam doktrin-doktrin tersebut, umat manusia menunggu Mahdi Pertama, Mahdi yang akan dilahirkan di akhir zaman dan yang akan mempunyai nama yang sama dengan utusan Allah (SAWA) dan nama ayahnya akan sama dengan salah satu leluhur Rasulullah. Oleh karena itu, hadist tersebut tidak mengacu kepada Imam Al Mahdi (as) tetapi mengacu kepada Mahdi Pertama dari keturunan Imam Al Mahdi (as). Di dalam konteks ini juga, dan karena banyak riwayat semacam ini yang beredar di masyarakat luas, ketika meneriakkan nama Al Yamani dan mengatakan bahwa Al Yamani adalah sang Penerus, kita semestinya bertanya : Penerus siapakah Al Yamani?

Ibnu Hamad meriwayatkan pada halaman 103 :
Mahdi hanya datang dari suku Quraish dan ia tak akan dilahirkan kecuali dari antara mereka (suku Quraish). Walaupun begitu, ia mempunyai leluhur dan garis keturunan dari Yaman.

Juga diriwayatkan dalam Ibnu Hamad hlm109, juga oleh Arta’a hlm 107 : Mereka akan berkumpul dan mencari satu orang kepada siapa mereka akan berbaiat. Mereka akan mendengar suara yang bukan berasal dari suara manusia ataupun jin, yang berkata, “Berbaiatlah kepada ini dan...” sambil mengacu kepada namanya. Tidak dikatakan bahwa ia berasal dari keturunan ini atau itu, tetapi bahwa ia akan menjadi penerus Yamani.
Oleh karenanya, Al Yamani adalah penerus dari Al Mahdi (as), sebuah fakta yang sesuai dengan pernyataan-pernyataan dari Ahlul Bayt (as). Riwayat-riwayat tersebut tercantum di dalam hadist-hadist Sunni maupun Syiah.
(Sharh Al Akhbar, oleh Hakim An Nu’man Al Mughrabi, vol 3 hlm 386, Al Manaqeb oleh Muwaffaq Al Khawarezmi, hlm 62)

Abdullah adalah ayah dari Rasulullah (SAWA) dan kepada siapa tradisi dari Ismail (as) diteruskan.
(Uyoon Akhbar Reza (as) oleh Sheikh Al Sadooq, vol 1, hlm 34, Mu’jam Ahadith Al Imam Al Mahdi (as) oleh Sheikh Ali Al Kurani Al Aamili, vol 1 hlm 299)

Ada banyak sekali hadist yang mengindikasikan bahwa beberapa pendukung Yamani (as) akan mengajak umat manusia untuk berbaiat kepadanya dan (hadist-hadist tersebut) menyerukan perlunya untuk memenuhi panggilan (berbaiat) dan (mencegah) untuk menjauh darinya. Sebagai contoh, salah satu penggambaran Al Yamani adalah bahwa ia (menyerukan untuk kembali kepada Al Qaim) dan pernyataan untuk menjawab panggilannya telah diriwayatkan di dalam hadist.

Imam Sajad (as) berkata : Al Qaim berasal dari kami dan kemudian setelahnya akan ada 12 Mahdi.
(Sharh Al Akhbar 3/400, penjelasan berita 3/400)

Diceritakan dari Imam Al Askary (as) pada doa hari ketiga bulan Shaban : “Dan penerus-penerusnya adalah dari keturunannya setelah Al Qaim dan Ghayba.”
(Bihar, vol 53, hlm 94)

Sayyid ibn Tawoos berkata : dan kami telah memilih apa yang ibn Abi Qurra telah sebutkan di dalam bukunya dengan kewenangan dari Muhammad ibn Essa bin Ubaid, dengn kewenangan dari orang shaleh (as) :
Dan ulangi lagi pada malam 23 bulan Ramadhan ketika engkau berdiri dan duduk dan pada setiap waktu di sepanjang bulan... Katakan sesudah memuji Allah Taala dan mendoakan NabiNya dan keturunannya (as), “Ya Allah, sayangilah ia yang mendukungMu, ia yang bangkit bersama Muhammad ibn Hassan (salam dan salawat kepadanya dan leluhurnya), dalam masa ini dan setiap masa sebagai teladan, pelindung, pemimpin, pemenang, hujjahm dan pembimbing, sampai ketika Engkau menjadikan ia dipatuhi di bumi dan memperbolehkannya untuk dipatuhi di semua tempat di bumi dan di dalamnya, dan membuatnya dan keturunannya menjadi penerus para Imam”
Referensi :
Kitab Al Iqbaal, hlm 86
Bihar Al Anwar, vol 86 hlm 340, vol 94 hlm 349, vol 99 hlm 314

Amirul Mukminin (as) menyatakan di dalam sebuah hadist bahwa sebuah mesjid akan dibangun di Heera, dimana khalifah Al Qaim akan berdoa di dalamnya dan Imam Ali (as) berkata, “... dan 12 Imam yang adil akan berdoa di dalamnya.” Dan Imam-Imam (as) akan berdoa di dalamnya setelah (Qaim) mendirikannya, yang berarti mereka bukanlah 12 Imam, tetapi lebih kepada nama yang disebutkan di dalam hadist-hadist yang lain (Mahdi).

Imam Abu Ja’afar (as) menyebutkan Mahdi-Mahdi ketika mengatakan, “dan semua yang muncul sesudahnya,” yang berarti sesudah Al Qaim (as). Dan beliau (as) menyebutkan Mahdi-Mahdi sebagai Semua Yang Muncul.

Habbah Al Arni berkata : Amirul Mukminin (as) pergi menuju Heera dan berkata, “Ini akan bergabung dengan ini,” dan beliau (as) menunjuk dengan tangannya pada Kufa dan Heera, “sampai sehasta diantaranya akan terjual di dalam Dinar, dan kemudian di Heera sebuah mesjid dengan 500 pintu akan didirikan, Khalifah Al Qaim (semoga Allah mempercepat kemunculannya) akan berdoa di dalamnya karena mesjid di Kufa akan terlalu kecil bagi mereka, dan 12 Imam yang adil akan berdoa di dalamnya.”
(Bihar Al Anwar, vol 52 hlm 474, Tahtheeb Al Ahkaam oleh Sheikh Al Toosi, vol 3 hlm 245)

Salam, Des bannières pour tous les peuples. […]

Q- Le Mahdi dans le Coran.

Salam, Le Qoraychi. Q-27. Nous avons vu que[…]

M- Deux Messies.

Salam, Qoraych. M-14. Mahdi est Korèsh (Qora[…]