#65417
Oleh : Norhan Alquersh
Diterjemahkan dari WHY DO WE BELIEVE THAT IMAM AHMED AL HASSAN AS. IS WITH THE BLACK BANNERS

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Segala puji hanya milik Allah, Penguasa alam semesta
Ya Allah, kirimkanlah salam dan shalawat kepada Muhammad dan Keluarga Muhammad, para Imam dan Mahdyeen

Assalamu alaykum waRahmtullah waBarakatuh saudara-saudaraku, ansar dan ansaria

Sebelum aku melanjutkan, aku ingin meminta maaf kepada para pencari kebenaran yang tulus, atas nama saudara-saudaraku ansar dan ansaria, apabila merasa tersinggung perasaannya dikarenakan (perkataan) para ansar dan ansaria. Aku yakin hal ini bukanlah disengaja. Kita semua merasa terkejut dan kewalahan oleh kebenaran-kebenaran yang telah terbuka hari demi hari yang membuktikan bahwa ada konspirasi yang sudah dan sedang terjadi untuk melawan Imam Ahmed Al Hassan (as). Kita semua merasa marah dikarenakan konspirasi ini. Kita semua merasa marah karena selama bertahun-tahun ini kita telah ditipu dan dikendalikan oleh sekelompok perampas hak Keluarga Muhammad (as). Jadi sekali lagi, aku meminta maaf apabila kemarahan ini kami lampiaskan dalam bentuk serangan personal terhadap kalian, saudara-saudaraku ansar dan ansaria. InshAllah mulai dari sekarang marilah kita membuat tempat ini sebagai landasan dimana kita saling menghormati satu sama lain dalam mendiskusikan semua bukti-bukti.

Namun, tidak ada maaf bagi mereka yang menggunakakan bahasa yang vulgar, ancaman, bahasa yang kasar dll. Ini adalah peringatan terakhir dan kalau tidak ditaati maka kalian akan dilarang untuk ikut serta di dalam forum ini. Setiap orang dipersilakan untuk berdebat, sepanjang saling menghormati satu sama lain. Akan tetapi bahasa yang kasar dan serangan personal, sekali lagi, tidak akan kami toleransi.

Sekali lagi, aku menyatakan bahwa serangan personal tidak akan ditoleransi. Kebanyakan dari para pemfitnah yang aku telah saksikan adalah mereka yang tidak mempunyai bukti apapun dan mereka merekayasa kebohongan. Tetapi marilah kita asumsikan bahwa kamu mempunyai bukti terhadap sejarah “buruk” seseorang, dan kemudian kamu menemui orang itu dan mengatakan “aku tahu apa yang kamu lakukan di masa lalu, kamu mempunyai sejarah yang menjijikan, kamu adalah ... dll”, maka dari itu ada beberapa poin yang harus ditetapkan di sini:

Pertama: Apakah membicarakan tentang sejarah hidup seseorang lantas dapat menyangkal atau membuktikan kebenaran dari Black Banners? Imam Ali (as) berkata: “Lihat pada apa yang dikatakan, bukan pada siapa yang mengatakannya.”
(Catatan: Memangnya kamu mengetahui bahwa seseorang yang sejarah hidupnya yang kamu telah ungkap ini belum bertobat dari “dosa” apapun yang telah kamu tuduhkan? Memangnya kamu tahu bahwa Allah SWT sekarang ini tidak merasa puas terhadap (tindakan) dari seseorang ini lebih daripada Allah SWT terhadap kamu?! Dan lagi, hal yang terpenting adalah: Apakah dengan “membuktikan” bahwa seseorang ini mempunyai sejarah hidup yang buruk dapat membuktikan benar atau tidaknya panggilan dawa ini ?!)

Kedua: Apakah kamu suka ketika seorang Sunni atau Syiah 12 berkata kepadamu: “Memangnya kamu siapa, berani sekali kamu mengatakan kepadaku bahwa Ahmed Al Hassan adalah Qaim yang sesungguhnya, padahal kamu dulu melakukan zina dan minum alkohol!” Berapa banyak dari kita yang tidak pernah melakukan dosa bahkan setelah mempercayai Imam Ahmed Al Hassan (as)? Apakah kamu suka bahwa dosa-dosa yang kita lakukan menjadi alasan bagi non-ansar untuk menentang kita dan agar supaya mereka tidak mendengar dari kita tentang Dawa ini?

Ketiga: Melakukan serangan-serangan personal , dan bukannya menyanggah dengan menggunakan bukti-bukti yang valid, hanya menunjukkan kekurangan dari si penyerang. Imam Ahmed Al Hassan (as) telah datang kepada kita dengan membawa bukti-bukti, dan ia menunjukkan kesesatan orang lain juga melalui bukti, bukan dengan menyerang sejarah hidup mereka atau menyerang mereka pada level personal. Berapa banyak Imam yang berdebat dengan orang-orang kafir? Semua Imam (as). Seberapa menjijikan riwayat hidup yang dipunyai orang-orang kafir itu? Sangat menjijikan. Tetapi berapa kalikah kamu melihat seorang Imam menyerang riwayat hidup dari orang-orang kafir itu dan bukannya mendebat mereka dengan menggunakan bukti-bukti yang komplit untuk menyanggah klaim mereka? Tidak pernah.Semua Imam (as) dan sahabat sejati mereka akan selalu berdebat dengan bukti-bukti yang lengkap, dan akan selalu menyanggah bukti-bukti yang diberikan oleh lawan debat mereka juga dengan bukti-bukti lagi. Bukan dengan serangan personal.

Keempat: Bahkan jika kamu mempunyai masalah pribadi dengan seseorang atau jika kamu tidak mempunyai pandangan yang baik terhadap seseorang, Allah SWT berfirman di dalam Al Qur’an: {Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik, membawa suatu berita, maka PERIKSALAH DENGAN TELITI, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah, kepada suatu kaum, tanpa mengetahui keadaannya, yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.} [49:6]. Allah SWT tidak mengatakan jika orang fasik datang kepadamu membawa suatu berita maka katakan kepadanya bahwa kamu adalah orang fasik jadi aku tidak akan mendengarkan apa yang kamu katakan! Namun Allah SWY berkata untuk memeriksa dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

Terakhir: Imam Ahmed AlHassan (as) berkata: “ Jadikanlah dirimu perhiasan bagi Keluarga Muhammad dan jangan menjadi beban bagi mereka. Buatlah orang-orang mengetahui kebenaran melalui kasih sayang, dan perlakukan mereka seperti kamu ingin diperlakukan (oleh orang lain), musnahkan segala kebatilan di dalam diri mereka dengan (mengucapkan) kata-kata yang baik. Bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik, dan disertai dengan bukti-bukti yang lengkap, dan jangan perlakukan mereka dengan keras atau juga dengan kekasaran sehingga kamu tidak menjadi penolong bagi kebatilan dan kebebalan di dalam diri mereka. Allah Yang Maha Kuasa berfirman: {Serulah (manusia) kepada jalan Rabb-mu dengan hikmah dan (dengan) pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Rabb-mu, Dia-lah yang lebih mengetahui, tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dia-lah yang lebih mengetahui, orang-orang yang mendapat petunjuk.} [Al Quran 16:125]

Sebuah pesan yang penting sebelum kita mulai:

“Assalamu alaykum waRahmtullah waBarakatuh. Saudara-saudaraku ansar dan ansaria yang suci, Wahai kalian yang telah mendukung kebenaran, bersabarlah dan hiasi dirimu dengan kesabaran, dan jangan biarkan musuh-musuh Allah memprovokasi kalian dan jangan rendahkan dirimu serendah standar moral mereka, moral Umar dan Abu Bakar, dan Usman. Hiasi diri kalian dengan kesabaran, dan kalian adalah orang-orang yang tinggi moralnya inshAllah. Dan ingatlah selalu: “Sebuah pesan dari salah satu mereka yang suci kepada kalian semua yang mempercayai Black Banners dan yang telah mengumumkan kepercayaannya itu. Ingatlah apa yang dikatakan oleh Amirul Mukminin Ali bin Abi Talib (as) kepada Abu Dharr: “Wahai Abu Dharr! Engkau marah (kepada musuh-musuh Allah) demi Allah, jadi berharaplah kepada Dia, yang kepada musuh-musuhNya kemarahanmu tertumpah. Orang-orang menakutimu karena mereka khawatir akan hal-hal duniawi mereka, dan engkau takut kepada mereka karena engkau khawatir akan agamamu. Maka, tinggalkanlah pada tangan mereka apa yang mereka khawatirkan, dan larilah dari mereka dengan apa yang engkau khawatirkan. Mereka sangat membutuhkan apa yang telah engkau halangi dari mereka. Dan engkau tidak membutuhkan apa yang mereka halangi darimu. Esok engkau akan mengetahui siapa pemenangnya dan siapa yang paling patut ditiru. Jika surga dan bumi digabungkan ke atas seorang mukmin dan ia menakuti Allah, maka Allah akan membuat baginya jalan keluar dari keduanya! Abu Dharr, jangan biarkan apapun menjadi sahabatmu kecuali kebenaran, dan tak ada satupun yang membuatmu kesepian kecuali kebatilan. Jika engkau telah menerima duniawi mereka, mereka seharusnya mencintaimu. Dan jika engkau mempunyai bagian di dalamnya maka mereka seharusnya memberimu tempat berlindung.”

Juga:
Apabila kamu menyatakan bahwa kamu mengikuti Allah SWT, maka Allah SWT berfirman di dalam Al Qur’an:
{Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik, membawa suatu berita, maka PERIKSALAH DENGAN TELITI, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah, kepada suatu kaum, tanpa mengetahui keadaannya, yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.} [49:6]

Jika kamu mengklaim bahwa kamu mengikuti Imam Ahmed AlHassan (as), maka ia (as) berkata:
“Aku, dan aku berlindung dari keakuan (ego)ku, tidak pernah mengatakan kepada siapapun untuk mengikutiku dengan mata (dan pikiran) tertutup, aku malah berkata bukalah matamu dan bedakanlah bukti-bukti (kami), dan ketahuilah siapa sang pembawa kebenaran supaya kamu selamat dari api neraka.”


Dan ia (as) juga berkata:
“Wahai manusia, janganlah tertipu oleh ulama-ulama sesat dan pendukung-pendukung mereka. BACA, TELITI, PERIKSA DENGAN CERMAT, PELAJARI, dan ketahui kebenaran OLEH DIRIMU SENDIRI. Janganlah bergantung kepada seseorang untuk menentukan akhiratmu yang menyebabkan kamu menyesalinya di hari kemudian ketika tak ada satu penyesalan pun yang akan berguna bagimu { Dan mereka berkata: 'Ya Rabb-kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar)}”


Tetapi apakah yang dikatakan oleh Kantor Najaf dan pendukung-pendukungnya kepada kalian, wahai Ansar Allah?
Mereka memerintahkan kepada kalian untuk memutuskan pertemanan (unfriend) dengan pendukung-pendukung Black Banners, abaikan mereka, jangan berdebat dengan mereka, jangan baca posting mereka, jangan meneliti, jangan pelajari, dan jangan selidiki (bukti-bukti mereka)!


Dan mereka yang mengklaim bahwa mereka adalah seorang ansar berkata kepada kami:
“Jika Kantor Najaf berkata bahwa kamu sesat, itu artinya kamu memang sesat. Kami tidak perlu lagi untuk mendengar bukti-buktimu!!!!”

Ajaran siapa yang Kantor Najaf dan para pendukungnya sedang ikuti?

Imam maksum sendirilah yang mengatakan bahwa ia tidak pernah berkata kepada siapapun untuk mengikutinya tanpa berpikir, ia (as) malah memerintahkan kita untuk membaca, meneliti, mempelajari, mengetahui kebenaran oleh kita sendiri, dan tidak bergantung kepada seseorang untuk menentukannya bagi kita! Allah Yang Maha Kuasa memerintahkan kita untuk MENYELIDIKI bahkan jika ada orang yang fasik datang kepada kita membawa berita/informasi.

Kantor Najaf berkata: IKUTI KAMI TANPA PERLU BERPIKIR! JANGAN SELIDIKI, JANGAN PELAJARI, JANGAN DENGARKAN, JANGAN TELITI!

Jadi ajaran siapa yang kalian sedang ikuti wahai Ansar Allah?
Ajaran Allah SWT dan Imam Ahmed Al Hassan (as), atau ajaran si Samiri dan Anak Sapi (calf)?

Jadi inshAllah marilah kita pergunakan tempat ini sebagai landasan untuk saling menghormati untuk menjawab pertanyaan apapun berkenaan dengan Panggilan Dawa Kebenaran dari Imam Ahmed Al Hassan (as) bersama dengan Black Bannersnya. Untuk sekarang aku akan melanjutkan dan memberikan poin-poin umum tentang bagaiman semua ini dimulai berdasarkan dari yang aku tahu.

Topik-topik yang akan kita diskusikan:
1. Bagaimana panggilan dawa Black Banners dimulai?
2. Bukti-bukti apa yang menunjukkan bahwa Black Banners adalah yang benar di dalam klaimnya?
3. Bukti-bukti bahwa Imam Ahmed AlHassan (as) berada di dalam ghayba (silent absence) sejak tahun 2008 dan berakhir di hari kematian Raja Abdullah.
4. Mengapa Imam Ahmed AlHassan (as) pada saat itu tidak menyelamatkan ansarnya jika Kantor Najaf betul-betul merampas haknya dan berpura-pura sebagai Imam (as)? Mengapa Imam (as) pada saat itu diam saja?
5. Bukti –bukti bahwa ansar akan memerangi Ahmed AlHassan (as) yang asli.

Semoga Allah SWT memberi petunjuk bagi barangsiapa yang ingin diberi petunjuk.
#65418
BAGAIMANA DAWA INI DIMULAI?

Tepat di hari kematian Raja Abdullah pada tanggal 23 Januari 2015, 12 Laki-laki menekankan bahwa mereka telah dibawa oleh Imam Ahmed AlHassan (as) untuk menemui Imam Mahdi (as) dan ia mengungkapkan kepada mereka sebuah konspirasi yang telah dan sedang terjadi untuk melawan Imam (as), bagaimana Kantor Najafdan Sheik-sheiknya telah berkonspirasi untuk melawan Imam (as) dan menandatangani sebuah dokumen untuk menyerahkan Imam (as) kepada pemerintah, merampas hak Imam (as), merampas identitasnya (as), dan berpura-pura bertindak sebagai Imam (as). Ia (as) mengungkapkan bahwa ia berada di dalam kegaiban (silent absence) sejak dari tahun 2008. Ia (as) mengungkapkan banyak hal lainnya yang akan didiskusikan inshAllah di topik-topik selanjutnya. Pada hari itu 12 Laki-laki memberikan kabar gembira tentang kemunculan Al Hujjah (as) dan mereka mengumumkan bahwa Imam Ahmed AlHassan (as) adalah orang yang memberikan kabar gembira itu. Bukti apa yang mereka punyai sehingga mereka membuat pernyataan ini di hari kematian Raja Abdullah? Berikut ini adalah video yang bisa disaksikan di Youtube, sebuah video yang diunggah berdasarkan pernyataan itu dan periksa tanggal unggahan video itu. Video itu diunggah pada tanggal 23 Januari 2015.
https://www.youtube.com/watch?v=4bsCD2dWaHI

Tetapi, mengapa bahwa mereka yang pertama memberikan kabar gembira tentang kemunculan Al Hujjah pada hari kematian Raja Abdullah menjadi begitu penting? Karena hal ini membuktikan bahwa Imam Ahmed Al Hassan (as) ada bersama mereka dan mereka adalah yang benar. Mengapa?


Marilah kita lihat hadist berikut ini:
“Rasulullah sawas berkata: Hijaz akan diperintah oleh seorang laki-laki yang mempunyai nama seperti seekor hewan (Raja Fahd, Fahd berarti macan tutul). Jika kamu melihatnya, dari kejauhan engkau akan melihat matanya juling tetapi ketika melihatnya dari dekat, tak akan terlihat apapun yang salah dengan matanya. Adiknya, yang bernama Abdullah, akan mewarisi kekuasannya. Celakalah Syiahku daripadanya! (Rasulullah mengucapkan kalimat yang terakhir tiga kali). Berikanlah kabar gembira tentang kematiannya dan aku akan memberikan kabar gembira tentang kedatangan Al Hujjah.” - 250 Tanda-Tanda, hlm 122

Hadist di atas adalah berisi keajaiban. Isi dari hadist tersebut telah terpenuhi di dalam setiap detilnya seperti yang kita ketahui. Raja Fahd dari Saudi Arabia yang namanya adalah nama hewan (macan tutul), yang mempunyai kondisi mata yang aneh yaitu terlihat juling dari kejauhan dan normal dari dekat, wafat dan digantikan oleh adiknya Raja Abdullah untuk memerintah Hijaz dan kaum Syiah sangatlah tertindas di masa pemerintahannya. Lalu di bagian akhir hadist, Rasulullah(SAWA) berkata, “Berikan padaku kabar gembira (tentang kematian Raja Abdullah) dan aku akan memberikan kabar gembira tentang kemunculan Al Hujjah.”

Black Banners menekankan bahwa yang pertama yang memberikan kabar gembira tentang kemunculan Al Hujjah pastilah bersama kebenaran (sama seperti ketika Imam Ahmed Al Hassan as. dan Ahlul Bayt as. berkata bahwa yang pertama mengklaim isi surat wasiat Rasulullah adalah yang benar, karena tidak akan ada yang bisa mengklaim kecuali yang benar/berhak). Jadi pada dasarnya konsep yang berlaku di sini adalah sama. Mengapa dan bagaimana bisa? Karena di dalam hadist tentang kematian Raja Abdullah, Rasulullah (SAWA) berkata berikan padaku kabar gembira tentang kematiannya dan aku akan memberimu kabar gembira tentang kemunculan Al Hujjah (as). Jadi, tidak ada seorang pun selain Muhammad (SAWA) yang bisa memberikan kabar gembira tentang kemunculan Al Hujjah (as). Jadi siapakah orangnya yang mewakili Muhammad (SAWA) di era sekarang? Jawabannya adalah Imam Ahmad Al Hassan (as) yang namanya sesuai dengan nama Rasulullah (SAWA) dan yang nama ayahnya sama dengan nama ayah dari Rasulullah (SAWA). Sehingga hal ini berarti yang pertama datang dan mengabarkan berita gembira tentang kemunculan Al Hujjah (as) sesudah kematian Raja Abdullah pasti berbicara atas nama Imam dan berhubungan dengan Imam (as) karena Muhammad (SAWA) merujuk kepada dirinya sendiri ketika mengabarkan berita gembira tersebut dan tidak ada seorang pun selain Rasulullah (SAWA) yang bisa dan Muhammad (SAWA) tidak hidup di masa ketika Raja Abdullah mangkat sehingga seseorang yang mewakili beliau (SAWA) adalah orang yang memberikan kabar gembira itu.

Juga dikisahkan tentang Imam Al Sadiq (as) yang berkata kepada Abu Baseer : Dari Abu Baseer yang mendengar dari Imam Sadiq (as), “Barangsiapa yang memberikan jaminan akan kematian Abdullah, aku akan menjanjikan baginya Al Qaim. Ketika Abdullah mati, orang-orang tidak akan mencapai kata sepakat mengenai siapa pun sebagai penerusnya, dan hal ini tak akan berakhir kecuali dengan kemunculan Al Qaim inshAllah, dan tahta kerajaan (yang dipegang) selama bertahun-tahun akan berakhir, dan tahta kemudian akan (dikuasai) untuk hitungan bulan dan hari. Kemudian aku bertanya: Apakah akan lama setelah itu? Beliau (as) berkata, “Tidak.” (Biharul Anwar, vol 52, hlm 21)


Jadi Imam Al Sadiq memberi jaminan kepada kita bahwa Al Hujjah (as) akan muncul tidak lama setelah kematian Raja Abdullah.

Dan 12 laki-laki itu betul-betul mengkonfirmasi kabar gembira tersebut pada tanggal 23 Januari 2015 ketika Raja Abdullah mangkat, pada hari yang sama ketika Imam Al Hassan (as) membawa 10 dan menambahkan 2 lagi dari antara mereka, yang kemudian membawa 12 laki-laki tersebut untuk bertemu Imam Al Mahdi dan bahwa 12 laki-laki tersebut adalah yang terbaik dari 313 sahabat Al Qaim (as) setelah Imam Ahmed Al Hassan (as), dan bahwa Imam Ahmed Al Hassan telah mengibarkan Panji-Panji Hitam yang disebutkan di dalam hadist-hadist Ahlul Bayt (as) dan bahwa beliau (as) adalah orang yang memberikan kabar gembira tentang kemunculan Al Hujjah, Muhammad putera dari Hassan Askary (as).

Imam Ahmed Al Hassan (as) di dalam bukunya ‘Nasehat Kepada Pelajar Hauza dan Semua Pencari Kebenaran’: Imam Al Baqir (as), “Al Qaim akan berada di dalam kegaiban sampai beberapa hal berlalu,” dan beliau menunjuk dengan tangannya pada arah Thee Towa. Kemudian beliau berkata, “Sampai sebelum kemunculannya, Maula yang selalu bersamanya akan bangkit untuk menemui beberapa sahabatnya dan bertanya, “Ada berapakah jumlah kalian di situ?” Mereka akan menjawab, “Kami ada 40 orang.” Kemudian beliau akan bertanya lagi, “Apa yang akan kalian lakukan apabila kalian bertemu Al Qaim (as)?” Mereka akan menjawab, “Demi Allah, apabila ia pergi dari sini dan berlindung di pegunungan manapun, kami juga akan bersamanya.” Kemudian beliau mendatangi mereka dan berkata, “Pilihlah 10 pemimpin kalian atau yang terbaik di antara kalian.” Lalu mereka memilih 10 orang, beliau membawa mereka tersebut kepada Imam Mahdi. Beliau akan menjanjikan malam berikutnya (atau beliau bertemu pada malam berikutnya).”
(Ghaibat Al Noamani, hlm 187, Tafsir Al-Ayashy Vol 2 hlm 56, Bihar Al Anwar Vol 52 hlm 341, Mu’jam Ahadith Al Imam Al Mahdi Vol 5 hlm 2)


Imam Al Sadiq (as) berkata , “Al Qaim tidak akan muncul sampai 12 laki-laki berkata bahwa mereka telah melihatnya sehingga orang-orang akan mendustakan mereka.” (Ghaibat Al No’amani, hlm 277) [1]
----------------------------------------
[1] Mereka yang seperti Zolfigar (Tholfiqaar Ansary) telah berkata bahwa di dalam buku Ghaibat No’mani di bagian catatan kaki dikatakan bahwa ada versi yang lain dari hadist yang berbunyi “Al Qaim tidak akan bangkit sampai 12 laki-laki berkata bahwa mereka telah melihatnya, sehingga ia (artinya Al Qaim) akan mendustakan mereka”, dalam usaha mereka untuk membuktikan bahwa 12 laki-laki itu adalah pendusta. Untuk itu, jawaban yang mudah adalah:
Cobalah kalian membaca dua poin berikut ini secara seksama. Pertama: Yang menjadi masalah sekarang adalah bahwa kami diduga mempunyai dua versi dari hadith, yaitu 1) versi yang mengatakan bahwa orang-orang akan mendustakan 12 laki-laki, 2) versi kedua yang mengatakan bahwa Al Mahdi yang akan mendustakan 12 laki-laki. Sekarang kalian memutuskan bahwa versi kedualah yang benar. Mengapa tidak bisa versi pertama yang benar? Bagaimana caranya memutuskan versi mana yang benar?
Alaa Salem mengutip versi yang benar di dalam buku karangan Imam (as) ‘Bersama Hamba Yang Shaleh’ pada bagian catatan kaki dari halaman 29 dan 30. Jadi karena disebutkan di dalam buku Imam (as) maka diputuskanlah mana versi yang benar. Kata-kata persisnya di dalam bukti itu adalah: “Ada bukti yang lain yaitu bahwa sebelum kebangkitan Imam Mahdi (as) akan ada sejumlah orang yang melihatnya dan mereka akan didustakan oleh orang-orang, Abu Abdullah (as) berkata: (Al Qaim tidak akan bangkit sebelum 12 laki-laki menghadapnya dan mengatakan bahwa mereka semua telah melihat Al Qaim, tetapi orang-orang akan mendustakan mereka) – Al Ghayba oleh Al-No’mani hlm 285.” Begitulah isinya. Tidakkah kamu percaya bahwa Alaa Salem tidak mempublikasikan hal itu di dalam buku Imam tanpa seijin Imam? Jika tidak, kalian mengakui bahwa mereka mempublikasikan hal-hal yang salah di dalam buku Imam, dan Allah mengetahui kesalahan-kesalahan mereka yang lain yang mereka telah lakukan! Jadi berpeganglah pada satu yang kalian percayai; yaitu apakah bahwa kalian percaya Alaa Salem tidak menulis di dalam buku Imam kecuali apa yang telah Imam setujui, atau bahwa ia mungkin membuat kesalahan di dalam buku Imam dan dengan begitu kalian mengkonfirmasi apa yang kami katakan tentang orang-orang yang akan mendustakan Imam (as). Juga apabila kita asumsikan bahwa Alaa Salem membuat kesalahan – seperti yang kalian katakan – dan mengcopy versi hadist yang salah – maka bukankah Imam adalah maksum dan Imam mengetahui bahwa versi yang ‘salah’ ini berpotensi untuk membawa manusia ke dalam kesesatan di masa yang akan datang, jadi mengapa Imam tidak menghubungi Alaa Salem dan mengatakan kepadanya “Alaa, kamu telah mengutip versi yang berbahaya, tolong hapuslah bagian itu dari bukuku dan kutip versi yang benar karena Aku adalah Imam dan aku mengetahui bahwa versi itu akan membawa manusia ke dalam kesesatan di masa yang akan datang?” Bukankah Alaa Salem mengklaim bahwa Imam (as) mengawasi semua bukunya dan bahwa ia selalu berhubungan secara terus menerus dengan Imam (as)?!
Jadi jelaslah bahwa kalian terperangkap di antara dua pilihan: 1) yaitu apakah kalian mengatakan bahwa versi Alaa Salem yang dikutip di dalam buku Imam adalah yang benar (yaitu versi yang berkata Al Qaim tidak akan bangkit sampai 12 laki-laki mengklaim bahwa mereka telah melihatnya dan orang-orang akan mendustakan mereka). 2) Atau kalian mengatakan bahwa versi yang Alaa Salem kutip adalah salah, dan ini artinya kalian mengetahui bahwa ada kemungkinan ia membuat kesalahan berbahaya di dalam buku Imam dan bahwa ia tidak berhubungan dengan Imam dan bahwa Imam yang ia ikuti adalah Imam yang tidak berpengetahuan! Dan tidaklah mungkin ia adalah Ahmed AlHassan (as), Imam yang benar!


Ya, ada banyak pertanyaan di kepalaku, tetapi hal itu disebut sebagai “mempercayai yang tak kasat mata (unseen)” untuk sesuatu alasan tertentu. Klaim yang aku dengar masuk akal bagiku, dan aku bertanya satu pertanyaan kepada diriku sendiri: Bagaimana kalau mereka yang benar? Lalu aku teringat tentang Imam Ahmed AlHassan (as) yang berkata: “Cara tersingkat untuk mengetahui yang tak kasat mata adalah dengan yang tak kasat mata.” Jadi, kamu bisa berpuasa selama tiga hari dan memohon kepada Allah SWT dengan haknya Fatimah (as) untuk memperlihatkan pertanda kepadamu atau penglihatan atau tanda-tanda tak kasat mata lainnya dari Allah SWT seperti yang Imam Ahmed (as) telah nasehatkan kepadamu. Atau kamu dapat melakukan istikhara, juga seperti yang Imam Ahmed (as) telah nasehatkan sebelumnya dan seperti yang telah didesakan para “sheikh ansar” kepada orang-orang untuk lakukan ketika ada suatu perkara yang membingungkan. Link berikut ini membuktikan bahwa istikhara adalah sebuah bukti yang tak terbantahkan. http://black-banners.com/forum/viewtopic.php?f=1&t=15

***

Siapakah 12 Laki-laki? Dari bangsa mana mereka? Dimana mereka tinggal? Bagaimana aku mengetahui bahwa mereka adalah benar?


Dua belas laki-laki itu adalah yang terbaik dari 313 setelah Imam Ahmed AlHassan (as). Orang-orang terus bertanya kepada kami: “Nama mereka siapa, berasal dari mana mereka, tampang mereka seperti apa, mereka berasal dari bangsa apa!” Apakah pertanyaan semacam itu akan dapat menjadi bukti bagimu? Imam Ali (as) berkata: “Jangan lihat pada siapa yang mengatakan, tetapi lihatlah pada apa yang dikatakan.” Sekarang bagi mereka yang terus-menerus berkata “biarkanlah aku melihat salah satu dari 12 laki-laki atau mengetahui namanya dll, supaya aku percaya”, aku katakan:

Buku “Penutup Kenabian” oleh Imam Ahmed AlHassan (as), mungkin bisa menolong (untuk menjawab). Jawaban itu ada pada bagian yang berjudul “Karakter dari sahabat-sahabat Al-Mahdi di dalam Al Quran”, pada ayat: {Dan Kami jadikan negeri-negeri yang terlihat di antara mereka, dan negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya.} [34:18]
Imam Ahmed AlHassan (as) berkata:
“Kemudian Allah berfirman “Dan Kami jadikan negeri-negeri yang terlihat di antara mereka, dan negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya ”. Oleh karena itu, negeri-negeri yang penuh berkat adalah Muhammad sawas dan Keluarga Muhammad (as). Sementara negeri-negeri yang terlihat adalah pendukung-pendukung Allah yang istimewa yang menjadi Hujjah bagi manusia.


Dan kemudian Imam (as) mengutip hadist berikut ini :
“Aku menulis kepada Imam Zaman (as) bahwa keluargaku menyakiti dan menghardik aku dengan hadist dari leluhur (as) mereka, “Pengurus-pengurus dan pelayan-pelayan kami adalah ciptaan Allah yang paling jahat.”
Dan Imam (as) menulis, “Celakalah kamu, apakah kamu tidak membaca firman Allah,
{Dan Kami jadikan negeri-negeri yang terlihat di antara mereka, dan negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya}
Demi Allah, kamilah negeri-negeri yang Allah telah limpahkan berkat dan kalian adalah negeri-negeri yang terlihat.” Wasael Al-Shia Vol 27 hlm 151, Ghaibat Al-Tosi hlm 345, dan Bihar Al-Anwar Vol 51 hlm 343.


Dan juga Imam (as) mengutip hadist yang lainnya:
“Diriwayatkan dari Ahmad bi Ali bin Abu Talib, Al-Tibrusy di dalam Kitab Al-Ihtijaj seperti yang diriwayatkan oleh Abu Hamza bin Abu Jafar (as) bahwa ia berkata kepada Hassan Al-Basry:

“... Kami adalah negeri-negeri yang Allah telah limpahkan berkat dan ini adalah firmanNya kepada barangsiapa yang mencintai kami, seperti yang Ia perintahkan kepada mereka untuk memimpin bagi kami, maka Allah berfirman,
{Dan Kami jadikan negeri-negeri yang terlihat di antara mereka, dan negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya}

Sebagaimana negeri-negeri yang terlihat adalah para Rasul dan utusan dari kami kepada Syiah kami”
... sampai pada akhir dari hadist....

Sampai pada bagian ketika Imam Ahmed (as) berkata:

“Dan sahabat-sahabat Al-Qaim Al-Mahdi (as) adalah bukti terbaik dari negeri-negeri yang terlihat. Amirul Mukminin (as) berkata tentang mereka, “ Demi ayahku dan ibuku, mereka adalah perlengkapannya, nama mereka dikenal di langit, dan di bumi nama mereka tidak diketahui.”
Dan di dalam kitab Yanabi Al-Mawada Lithawi Al-Qurba oleh Al-Khan-dozi, ia berkata,
“Dan ia (yang artinya Amirul Mukminin Ali a.s.) merujuk pada sahabat-sahabat Al-Mahdi (semoga Allah merasa puas akan mereka) dalam perkataannya, ‘Demi ayahku dan ibuku, mereka adalah perlengkapannya, nama mereka dikenal di langit, dan di bumi nama mereka tidak diketahui.’
Ia (as) berkata, “Jadi , wahai putera dari pelayan terbaik, ketika kamu menunggu pembawa berita baik tentang kemenangan yang sudah dekat dari Allah Yang Maha Penyayang, celakalah mereka, orang-orang yang sombong, ketika para petani memanen hasilnya. Dan pembasmian orang-orang yang tak bermoral, orang-orang yang tidak taat kepada pemilik tahta yang besar. Demi ayahku dan ibuku, mereka adalah perlengkapannya, nama mereka dikenal di langit, dan di bumi nama mereka tidak diketahui karena pada saat itu kedatangan mereka dikutuk (oleh sebagian besar manusia).

Dan di dalam Yanabi Al-Mawada:
Diriwayatkan dari Amirul Mukminin (as), “...Jadi , wahai putera dari pelayan terbaik, ketika kamu menunggu pembawa berita baik tentang kemenangan yang sudah dekat dari Allah Yang Maha Penyayang, celakalah mereka, orang-orang yang sombong, ketika para petani memanen hasilnya. Dan pembasmian orang-orang yang tak bermoral, orang-orang yang tidak taat kepada pemilik tahta yang besar. Demi ayahku dan ibuku, mereka adalah perlengkapannya, nama mereka dikenal di langit, dan di bumi nama mereka tidak diketahui , pada saat itu kedatangan mereka dikutuk (oleh sebagian besar manusia).”

Juga Imam Ahmed (as) melanjutkan:
“Tetapi mereka yang dimaksudkan di dalam ayat ini adalah perlengkapan (equipage) yang pertama, yaitu 313 yang mendapatkan wahyu dari Kerajaan Surga melalui penglihatan-penglihatan (visions) yang benar dan mengetahui beberapa dari yang tak kasat mata (unseen) dengan seizin Allah. Beberapa dari mereka mempunyai tingkat kenubuatan (prophecy), namun setiap orang dari mereka mendapatkannya berdasarkan tingkatannya dan tingkat kepentingannya oleh Allah SWT, dan beberapa dari mereka adalah para Rasul (as) yang dikirimkan di masa lalu, tetapi semua berkumpul karena satu hal yaitu karena Allah adalah satu dan perkumpulan mereka adalah bukti terbaik atas keshalehan mereka dan ke atas keshalehan ia yang telah mengumpulkan mereka.
Dan bagi siapapun yang mengklaim perkara ini sementara ia tidaklah bersama mereka, maka ia adalah seorang pembohong dan merupakan musuh Allah.
Siapa yang tidak bersamaku maka ia adalah penentangku. Siapa yang tidak berkumpul untukku maka ia berkumpul untuk Setan.

Negeri-negeri yang terlihat itu adalah para Utusan Allah karena mereka mengetahui kebenaran dari Allah dan Dia mengungkapkan kepada mereka melalui penglihatan yang benar. Dan mereka bersama dengan Al Qaim Al-Mahdi yang menyucikan lahan dan mereka mengumpulkan orang-orang untuk Al Qaim Al-Mahdi yang menyucikan lahan. Jadi mereka adalah bukti ke atas manusia dan tidak ada yang tersandung di antara mereka, tetapi mereka dapat berhasil melewati semua halangan dan mengikuti Hujjah Allah ke atas mereka dan berkumpul baginya para pendukung Allah itu.”



Jadi kesimpulannya adalah: Negeri-negeri yang terlihat di dalam zaman ini adalah 313, yang merupakan alat komunikasi antara kita dengan Al Qaim (as), nama mereka tidak diketahui di bumi, kedatangan mereka akan dikutuk (oleh sebagian besar orang), dan mereka mengumpulkan manusia bagi Al Qaim (as), dan mereka akan menghadapi halangan tetapi mereka akan berhasil melewatinya.

“Al Qaim tidak akan bangkit sampai 12 laki-laki mengatakan bahwa mereka telah melihatnya dan kemudian orang-orang mendustakan mereka.” Hadist ini berasal dari Imam Al-Sadiq (as) dari kitab Ghaybat Al-Noamani, hlm 277.

Dan lagi-lagi, mereka bertanya apakah aku mengetahui bahwa 12 laki-laki itu adalah 12 laki-laki “yang itu”

Paling tidak aku akan mengatakan dua hal: 1) Mereka adalah yang pertama memberikan kabar gembira tentang kemunculan Al Hujjah (as) pada hari kematian Raja Abdullah, dan ini adalah suatu tindakan yang merujuk kepada Nabi sawas dan hanya ia sawas atau seseorang yang mewakili Nabi sawas adalah seorang yang yang seharusnya memberikan kabar ini, jadi yang pertama datang membawa kabar gembira ini pastilah yang benar, sama seperti pada siapa yang pertama datang dengan membawa surat wasiat dan namanya tertera di dalam surat wasiat itu pastilah yang benar. 2) Bertanya kepada Allah SWT tentang mereka seperti yang mereka berulang-kali katakan “tanyakanlah kepada Allah tentang kami”, sementara Kantor Najaf dan orang-orangnya tetap memaksa ansar untuk tidak bertanya kepada Allah tentang mereka. Dan mengapa Kantor Najaf juga tidak berkata “tanyalah kepada Allah tentang kami”?! Tautan berikut ini membuktikan bahwa istikhara adalah bukti yang tak terbantahkan.
http://black-banners.com/forum/viewtopic.php?f=1&t=15

Ok marilah kita kembali kepada pertanyaan pertama yang kami ajukan: “Apakah ada sesuatu yang dapat membuktikan bahwa Ahmed AlHassan (as) berada di dalam kegaiban (ghaybah)?”


1- Berapa lamakah kegaiban ini?
Al-Asbagh ibn Nabata berkata: Aku menghadap Amirul Mukminin (as) dan aku menemukannya sedang menggambar garis-garis di tanah lalu aku berkata kepadanya: “Wahai Amirul Mukminin, mengapakah aku melihatmu sedang merenung dan menggambar garis-garis di tanah? Apakah memang karena engkau menginginkannya?” Dan Amirul Mukminin menjawab: ‘Demi Allah, aku tidak pernah menginginkannya dan tidak pernah aku menginginkan dunia ini, tetapi aku sedang memikirkan tentang seorang laki-laki yang akan dilahirkan dari yang kesebelas dari anak-anak lelakiku, ia adalah Mahdi yang akan mengisi dunia ini dengan keadilan dan kesetaraan karena sebelumnya sudah penuh dengan penindasan dan ketidakadilan. Akan ada kebingungan dan kegaiban baginya, orang-orang akan tersesat pada saat itu, dan beberapa akan diberi petunjuk.” Lalu aku bertanya: “Jadi untuk berapa lamakah kebingungan dan kegaiban ini?” Imam (as) menjawab: “Enam hari, atau enam bulan, atau enam tahun.” – Ghaybat AlToosi, hlm 165, hadist 127.

Siapakah yang kesebelas dari putera-putera Imam Ali (as) Yang kesebelas adalah Imam Mahdi (as). Jadi siapakah yang akan dilahirkan dari Imam Mahdi (as)? Ahmed AlHassan (as).

2- Apakah yang akan terjadi kepada kaum mukmin selama kegaiban ini?
Rasulullah sawas berkata: “Wahai Ali, kamu berasal dariku dan aku berasal darimu, dan kamu adalah saudaraku dan wakilku, jadi ketika aku wafat akan muncul kepadamu kebencian di dada orang-orang. Dan setelahku akan ada bencana Fitna yang senyap, setiap Walijah dan Bitana [2] akan jatuh kedalamnya. Dan itu adalah saat ketika syiahmu kehilangan yang kelima dari putera-puteramu yang ketujuh. Penghuni surga dan bumi akan bersedih atas kehilangannya! Begitu banyak perempuan dan laki-laki mukmin akan bersedih dan cemas dan bingung ketika ia menghilang!” – Bihar Al Anwar vol 26 hlm 350, Ghayat Al Maram vol 1 hlm 212

Siapakah putera Imam Ali (as) “yang kelima dari putera-putera yang ketujuh”? Pertama, marilah kita hitung dan lihat siapakah putera yang ketujuh, dan kemudian kita dapat mengetahui yang kelima dari yang ketujuh.

------
[2] Arti dari Walijah di dalam kamus bahasa Arab adalah “yang akrab (teman atau orang terdekat) kepada manusia dan ia adalah yang paling diutamakan, atau mereka, selain keluarga, yang dijadikan tempat bergantung oleh manusia atau ia adalah dari antara sahabat-sahabat yang kepadanya kamu tidak merahasiakan apapun”. Dan arti dari Bitana di dalam kamus bahasa Arab adalah: tanggungan atau orang-orang yang istimewa atau yang dipercayai, orang-orang yang berada di sekelilingnya dan menemaninya, dan mereka dekat kepadanya dan ia tidak merahasiakan apapun kepadanya {Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi Bitana (teman terdekat/kepercayaan), orang-orang yang di luar kalanganmu} [Al Qur’an 3:118]


Anak laki-laki pertama adalah Al Hassan
Yang kedua adalah Hussein
Yang ketiga adalah Ali Zainul Abideen
Yang keempat adalah Muhammad Al Baqir
Yang kelima adalah Ja’far Al Sadiq
Keenam adalah Musa Al Kazim
Ketujuh adalah Ali Al Ridha
salam dan shalawat ke atas mereka semua
Jadi putera ketujuh adalah Ali Al Ridha (as)

Sekarang mari kita lihat siapakah yang kelima dari Imam Ali Al Ridha (as):
Pertama adalah Muhammad Al Jawad
Kedua adalah Ali Al Hadi
Ketiga adalah Hassan Al Askari
keempat adalah Muhammad Al Mahdi
Kelima adalah Ahmad Al Hassan! (salam dan shalawat ke atas mereka semua)

Seseorang yang dimaksudkan di sini adalah Al Qaim dari Keluarga Muhammad Imam Ahmed Al Hassan (as) dan ia adalah yang kelima dari anak laki-laki ketujuh dari Amirul Mukminin (as) dan bencana fitna yang senyap terjadi ketika ia menghilang, yang artinya ia berada di dalam kegaiban, yang berlangsung selama paling lama enam tahun sebagaimana yang tertulis di dalam hadist, dan bencana fitna yang senyap ini berarti ujian dan penyaringan dan pengklasifikasian, yang di dalamnya bahkan seorang Walijah dan Bitana dapat gagal, yang artinya sosok-sosok istimewa di kalangan ansar dan para pemimpin mereka dan mereka yang telah bertemu dengan Al Qaim dari keluarga Muhammad (as) Imam Ahmed Al Hassan (as) dan yang telah mendapatkan darinya banyak pengetahuan dan rahasia-rahasia yang tak ada seorang pun tahu kecuali hanya mereka yang mengetahuinya dan mereka adalah orang-orang yang berbicara tentangnya (as) dan mempercayai panggilannya (as)!

Jadi di sini Nabi sawas sedang membuktikan dua hal: 1) Bahwa Ahmed AlHassan (as) akan hilang (GHAYBAH)!, 2) dan selama dalam kegaiban bencana fitna yang senyap akan terjadi yang didalamnya setiap Walijah dan Bitana akan jatuh/gagal!


Okay, apakah ada sesuatu mengenai kondisi Ahmed AlHassan (as) selama berada di dalam kegaiban? Marilah kita lihat yang berikut ini:


3- Apakah kondisi Imam Ahmed AlHassan (as) selama dalam kegaiban?
“... Kemudian Rasulullah sawas memandang kami, menaikkan suaranya, berkata: Waspadalah ketika yang kelima dari yang ketujuh dari putera-puteraku menghilang. Lalu aku berkata: Wahai Rasulullah, kegaiban seperti apa yang akan terjadi?” Ia sawas berkata: (Kegaiban yang) senyap, sampai Allah mengizinkannya untuk keluar....” Al Bihar 36/333, Ithbat Al-Hudat 1/589, Ensiklopedia Hadist-Hadist Imam Mahdi 63/164

Sekali lagi, sebuah bukti bahwa Ahmed AlHassan (as) akan berada di dalam kegaiban (yang kelima dari putera Rasulullah yang ketujuh adalah Imam Ahmed as. seperti yang telah kita hitung sebelumnya), dan di dalam kegaibannya ia akan SENYAP (bungkam)!

Para “sheik” Ansar mengkonfirmasi bahwa Imam Ahmed AlHassan (as) menghilang dari penglihatan orang-orang setelah penyerangan terakhir terhadap para Ansar di Irak dll pada tahun 2008. Ibtissam Ahmad (salah satu dari admin untuk website resmi berbahasa Arab dan juga istri dari Taqoufik Al Maghribi), di dalam salah satu jawabannya, mengatakan: “Ia bersembunyi dari musuh-musuhnya, dan bukannya berada di dalam kegaiban....” walaupun menurut Al Mahdyoon, mereka mengatakan bahwa ia berada di dalam kegaiban sejak tahun 2008, dan kemudian Ibtissam menguraikan dan mengatakan bahwa Imam (as) masih terus berkomunikasi dengan Ansarnya dan masih menjawab pertanyaan-pertanyaan dll selama dalam persembunyiannya, walaupun di dalam jawaban yang lainnya Ibtissam mengutip hadist yang berkata bahwa Imam (as) akan berada di dalam “kegaiban”, dan bukannya “bersembunyi tetapi masih terus berkomunikasi dengan Ansarnya”. Hadist-hadist menyatakan bahwa selama masa kegaibannya, Imam (as) akan “bungkam”. Titik. Tidak ada satu hadist pun yang menyatakan bahwa Imam (as) akan “berada di dalam kegaiban yang senyap/bungkam tetapi masih berkomunikasi dengan Ansar”.

Sekarang kami telah membuktikan dua hal: Kami telah membuktikan bahwa Imam Ahmed AlHassan (as) berada di dalam kegaiban sejak tahun 2008 (PERNYATAAN YANG SEMUA ANSAR TELAH SETUJUI), dan bahwa kegaiban ini adalah kegaiban yang senyap/bungkam yang di dalamnya bencana fitna yang senyap terjadi, sebagaimana yang disebutkan oleh hadist yang kami kutip di atas.


Mengapa Ahmed AlHassan (as) tetap bungkam walaupun Fitna sedang berlangsung? Mengapa ia (as) tidak menyelamatkan Ansar dari Fitna? Apakah ia (as) telah memperingatkan kita bahwa hal ini akan terjadi?


Sebagaimana yang Imam Ahmed AlHassan (as) katakan tentang Imam Mahdi (as) di dalam bukunya The Calf (Anak Sapi)bahwa salah satu alasan mengapa Imam Mahdi (as) berada di dalam kegaiban adalah karena Syiahnya tidak membutuhkannya (as) jadi kegaibannya adalah sebagai bentuk hukuman bagi mereka. Serupa dengan Imam Ahmed AlHassan (as), ia (as) tidaklah menindas para Ansar, sebaliknya para Ansarlah yang telah menindasnya (as).
Dan untuk menjawab pertanyaan mengapa Imam (as) tetap bungkam selama berlangsungnya Fitna, marilah kita perhatikan yang berikut ini

Highlights dari Buku The Calf (Anak Sapi)

Perhatikan pada bagian selanjutnya:

Didalam buku The Calf (Anak Sapi) oleh Imam Ahmed AlHassan (as), Volume 1, Bab Fitna (Ujian) dari Si Anak Sapi, Imam Ahmed (as) menyebutkan bahwa Sameri adalah seorang ulama, keimanannya kuat, seorang Mujahid (yang melakukan Jihad dan berjuang melawan tirani), sering bertemu dengan malaikat Jibril dan melihat yang tak kasat mata (unseen) yang hanya ia sendiri yang dapat melihatnya, dan bahwa ia adalah seorang pemimpin dan berada di garis terdepan dari para sahabat Musa (as), dan merupakan sahabat terbaik dari Musa(as).


Tetapi ulama asketik yang keimanannya sangat tinggi dan sangat dipuja ini, Sameri, merasa bahwa ia lebih patut untuk mempimpin Bani Israel selama Musa (as) berada di dalam kegaiban daripada Harun (as), sehingga ia membuat Anak Sapi untuk para pengikut Musa dan Harun (as). Dan untuk menyakinkan mereka, ia membuat si Anak Sapi bisa mengeluarkan suara yang mirip dengan suara Anak Sapi betulan.


PERHATIKAN YANG BERIKUT INI: tetapi bagaimanakah Harun (as) mengatasi Fitna yang berlangsung selama Musa (as) berada di dalam kegaiban? Ia tetap bungkam! Ia memperhatikan dan tetap bungkam, sampai pada waktu Musa kembali kepadanya!

“Dan seperti itu, orang-orang munafik ini, yang mengikuti Sameri, telah memelaratkan Harun (as) dan sekelompok orang yang mendukung/memelihara kebenaran bersamanya (as), dan mereka mencoba untuk membunuh Harun (as) tetapi ia menangani Fitna (ujian) dengan kebijaksanaan para Nabi, lalu ia menunggu/memperhatikan sampai Musa (as) kembali.” – dari buku The Calf (Anak Sapi) oleh Imam Ahmed Al-Hassan (as).

{(Setelah kembali), berkata Musa: 'Hai Harun, apa yang menghalangi kamu, ketika kamu melihat mereka telah sesat, (sehingga) kamu tidak mengikuti aku? Maka apakah kamu telah (sengaja) mendurhakai perintahku?' Harun menjawab: 'Hai putera ibuku, janganlah kamu pegang janggutku, dan jangan (pula) kepalaku, sesungguhnya aku kuatir, bahwa kamu akan berkata (kepadaku): Kamu telah memecah(-belah) antara Bani Israil, dan kamu tidak memelihara amanatku'.} [Surah Taha 20:92-94]

Jadi Harun (as) tetaplah bungkam, ia tidak melakukan apapun mengenai Fitna dari Sameri sampai Musa (as) kembali. Sama seperti Imam Ahmed (as) yang tetap diam selama 6 tahun kegaiban sampai ketika ayahnya, Imam Muhammad Al Mahdi (as,) kembali tepat pada hari kematian Raja Abdullah.

“Dan dengan begitu, Sameri dan imej dari si Anak Sapi merupakan sebuah pintu keluar bagi para pelanggar-pelanggar ini untuk untuk menghasilkan apa yang jiwa-jiwa mereka sembunyikan dari kebencian dan rasa iri kepada Musa dan Harun (as), dan terutama kepada Harun (as), karena mencemarkan karakternya (as) dan menentang kenabian dan kepemimpinannya adalah lebih mudah, sebab Musa (as) mempunyai kedudukan yang besar dan status yang tinggi di dalam diri masyarakat Bani Israel dikarenakan oleh apa yang diperlihatkan oleh mukjizat yang diberikan kepadanya.” – The Calf (Anak Sapi)

Juga perhatikan bahwa mereka yang percaya kepada Sameri dan si Anak Sapi adalah orang-orang yang dulu percaya kepada Musa (as) dan Harun (as) dan Sameri adalah seseorang yang dulu percaya kepada Harun dan Musa dan ia adalah sahabat terbaik dari Musa (as)!

{Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu, (kecintaan menyembah) anak sapi, karena kekafirannya. Katakanlah: 'Amat jahat, perbuatan yang diperintahkan imanmu kepadamu, jika kamu betul beriman.’} [Al Qur’an 2:93]
{Dan kaum Musa, setelah kepergian Musa ke gunung Thur, membuat dari perhiasan-perhiasan (emas) mereka, anak lembu yang bertubuh dan bersuara.} [Al Qur’an 7:148]

{Dan tatkala Musa telah kembali kepada kaumnya, dengan marah dan sedih hati, berkatalah dia: 'Alangkah buruknya perbuatan yang kamu kerjakan, sesudah kepergianku!. Apakah kamu hendak mendahului janji Rabb-mu'. Dan Musa melemparkan luh-luh (Taurat) itu, dan memegang (rambut) kepala saudaranya (Harun), sambil menariknya ke arahnya. Harun berkata: 'Hai anak ibuku, sesungguhnya kaum ini telah menganggapku lemah, dan hampir-hampir mereka mau membunuhku, sebab itu janganlah kamu menjadikan musuh-musuh (itu), gembira melihatku, dan janganlah kamu masukkan aku, ke dalam golongan orang-orang yang zalim'.} [Al Qur’an 7:150]

Jadi sama halnya, Sameri pada masa Imam Ahmed (as) adalah seseorang yang dulunya percaya kepada Imam Mahdi dan Imam Ahmed (as), dan yang sangat dihormati oleh kaum mukmin dan ia adalah seorang ulama dan dari luar ia adalah seorang asketik dan mujahid dan salah satu dari sahabat terbaik dari Imam Ahmed (as), tetapi ketika kegaiban terjadi, orang-orang yang dulunya percaya kepada Imam Ahmed (as) dan Imam Mahdi (as) akan mempercayai Sameri dan si Anak Sapi.

Imam Ahmed AlHassan (as) berkata:
“Oleh karena itu, sama halnya dengan adanya Sameri beserta Musa, dan dengan adanya Yudas bersama dengan Yesus, sama halnya dengan adanya yang menyerupai Samiri dan pengikutnya beserta Muhammad sawas, dan demikian pula akan ada Sameri dan pengikutnya bersamaan dengan Mahdi. Ini adalah Sunnah (jalan) Allah, dan kamu tidak akan menemukan adanya perubahan di dalam Sunnah (jalan) Allah.” – Al-Jawab Al-Moneer


Siapakah Sameri bagi Da’wa ini? Bukankah ia adalah seorang ulama di dalam Da’wa yang dari luar kelihatannya asketik, taat beribadah, seorang Mujahid, dan merupakan sahabat terbaik dari Imam Ahmed (as)?

Apakah si Anak Sapi yang dibuat oleh Sameri di dalam Da’wa (ulama di dalam Da’wa) ini? Bukankah si Anak Sapi ini sekarang berupa Kantor Najaf yang mereka gambarkan sebagai “manifestasi Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang”? Simak yang berikut ini: Didalam buku The Calf (Anak Sapi), Imam Ahmed (as) berkata:

“Dan Sameri berkata kepada mereka ini adalah tuhanmu dan tuhannya Musa (as), artinya adalah bahwa Tuhanmu telah menjelma di dalam bentuk si Anak Sapi!! Dan banyak dari antara Bani Israel yang mempercayainya setelah mereka menolongnya membuat si Anak Sapi ini.”

Sama halnya seperti ketika mereka memberitahukan kami bahwa laman Facebook adalah kepunyaan Imam (tuhanmu telah menjelma di dalam bentuk laman Facebook), dan sama halnya seperti ketika mereka mengatakan bahwa Kantor Najaf adalah perwujudan dari Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang (tuhanmu telah menjelma di dalam bentuk Kantor Najaf)!

Suara apakah itu yang dengannya mereka menipu kita? Bukankah itu adalah suara palsu yang mereka buat untuk Imam di laman Facebook?


Bukankah Imam Ahmed (as) menangani Fitna ini dengan kebisuan sampai pada ketika ayahnya Muhammad Al Mahdi (as) kembali pada hari kematian Raja Abdullah, sebagaimana Harun (as) yang tetap bungkam sampai pada ketika Musa (as) tiba kembali? Bukankah kebisuan Imam Ahmad sama seperti yang tertulis di dalam hadist tentang kegaibannya yang senyap yang akan berlangsung selama 6 hari atau 6 bulan atau 6 tahun?


Poin penting yang lain:

Di dalam tautan berikut ini coba perhatikan pada bagian yang dimulai pada menit 27:20, pada bagian yang aku ingin kamu simak bahwa ia (as) berkata: “Janganlah kamu bergembira, wahai para penindas, janganlah bergembira dengan kepergianku dan hijrahku dari tanahmu, karena itu akan segera berakhir dengan kembalinya aku bersama ayahku” sampai ia berkata: “Dan ayahku akan datang kepadamu MARAH DAN BERSEDIH dikarenakan apa yang engkau perbuat kepadaku....” Sekarang dimanakah di dalam Al Quran kita menemukan kata-kata “datang dengan marah dan bersedih”?

{Dan tatkala Musa telah kembali kepada kaumnya, dengan marah dan bersedih, berkatalah dia: 'Alangkah buruknya perbuatan yang kamu kerjakan, sesudah kepergianku! Apakah kamu hendak mendahului janji Rabb-mu'. Dan Musa melemparkan luh-luh (Taurat) itu, dan memegang (rambut) kepala saudaranya (Harun), sambil menariknya ke arahnya. Harun berkata: 'Hai anak ibuku, sesungguhnya kaum ini telah menganggapku lemah, dan hampir-hampir mereka mau membunuhku, sebab itu janganlah kamu menjadikan musuh-musuh (itu), gembira melihatku, dan janganlah kamu masukkan aku, ke dalam golongan orang-orang yang zalim'.} [Al Qur’an 7:150]


“Datang kembali dengan marah dan bersedih” di dalam Al Quran adalah ketika Musa (as) kembali kepada kaumnya dan menemukan mereka telah meninggalkan Harun (as) dan menyembah si Anak Sapi dan mengikuti Sameri! Sama seperti Imam Mahdi (as) yang datang kembali dengan perasaan marah dan bersedih sesudah orang-orang meninggalkan Imam Ahmed (as) dan menyembah si Anak Sapi dan Sameri. Sebagaimana Harun (as) yang tetap membisu selama Fitna berlangsung sampai ketika Musa kembali, Imam Ahmed (as) pun tetap membungkam selama Fitna yang dibuat oleh Sameri dan si Anak Sapi terjadi sampai ketika ayahnya Imam Mahdi (as) datang kembali pada hari kematian Raja Abdullah!

Berikut ini adalah tautannya https://www.youtube.com/watch?v=qQndq-VZypQ bagian yang aku ceritakan di atas dimulai pada menit 27:20


Lebih banyak lagi bukti-bukti bahwa Ansar akan memerangi Imam Ahmed AlHassan (as):

Di dalam buku The Calf (Anak Sapi) hlm 167 Imam Ahmad (as) berkata: Imam Al-Sadiq (as) berkata: “Ketika Al Qaim muncul, mereka yang dianggap berasal dari kaum atas perkara ini akan keluar (muncul)darinya”.

Ketika Al Qaim muncul (bukannya “menampakkan diri”, tetapi “muncul”) siapakah mereka yang digambarkan sebagai “kaum atas perkara ini”? “Perkara ini” merupakan perkara Imam Ahmad AlHassan (as). Siapakah kaum dari perkara Imam Ahmad (as)? Mereka adalah para Ansar, yang telah mempercayai ketika ia “menampakkan diri”, sekarang ketika Imam “muncul” banyak dari mereka akan keluar (muncul) darinya!

***


Lebih banyak lagi bukti-bukti bahwa Ansar akan memerangi Imam Ahmed AlHassan (as):


Diriwayatkan dari Al-Baqir (as): “Ketika Al Qaim (as) bangkit, ia akan pergi menuju Kufa dan beberapa ribu orang memanggil Batriyya yang akan membawa senjata, akan keluar untuk menentangnya (as). Mereka akan berkata: ‘Pulanglah ke tempat kamu berasal. Kami tidak membutuhkan putera-putera Fatima.’ Ia akan menghunuskan pedang kepada mereka sampai kepada orang yang terakhir (yang hidup) di antara mereka. Kemudian ia akan memasuki Kufa. Di sana ia akan membinasakan setiap orang munafik yang meragukannya dan ia akan menghancurkan istana-istana mereka. Ia akan membunuh mereka yang memeranginya sampai yang Maha Kuasa merasa puas.” Dan ini adalah nasehat bagi siapapun yang takut kepada hari itu dan tidak mau berhadapan dengan Imam dengan perkataan: “Pulanglah wahai Putera Fatima.”
- Imam ahmad AlHassan (as) di dalam bukunya “Nasehat kepada para pelajar dari Akademi Hawza dan kepada semua para pencari kebenaran”


Hanya Ansarlah yang percaya bahwa Imam Ahmad AlHassan (as) adalah betul-betul putera Fatima (as). Sebagian besar Syiah, dan pastinya sebagian besar orang Muslim dan sebagian besar manusia pada umumnya, tidak mempercayai bahwa ia berasal dari keturunan Fatima (as). Jadi yang hanya dapat mengatakan kepada Imam (as) “pulanglah wahai putera Fatima” atau “kami tidak membutuhkan putera-putera Fatima” ketika ia bangkit adalah para Ansar karena hanya merekalah satu-satunya yang percaya bahwa ia adalah putera Fatima (as).

***


Lebih banyak bukti bahwa Ansar akan memerangi Imam Ahmed AlHassan (as):

Di dalam Khotbah Haji (Sermon of Hajj) oleh Imam Ahmed AlHassan (as), Imam (as) menghitung ada tiga baiat yang akan diberikan kepadanya:

1. “... Dan itu adalah baiat yang pertama. Kemudian orang-orang menjadi murtad kecuali bagi sedikit orang yang tetap setia kepada perjanjian dengan Allah SWT....”

2. “...Kemudian murtadnya Haider Al-Mushattat dan kelompoknya berlangsung, sehingga tidak ada seorang pun yang mengindahkan perjanjian dengan Allah kecuali hanya sedikit orang yang tetap loyal....”

3. “Ini adalah baiat yang ketiga, setelah kepalaku dihantam dua kali....”


Dan kemudian Imam (as) berkata:

“Segala puji hanya bagi Allah yang telah membuatku mirip dengan Thul Qarnain.”

Jadi Imam (as) menyebutkan bahwa dua kemurtadan akan terjadi di dalam 2 baiat pertama. Apabila kita dapat membuktikan bahwa akan terjadi murtad di dalam baiat ketiga, sudah tentu kita dapat mengatakan bahwa ketika Al Qaim (as) muncul, kelompok baiat ketiga juga akan murtad seperti pada dua kali yang pertama dan hanya sedikit orang saja yang akan tetap setia kepada perjanjian mereka dengan Allah SWT.

Dan ya kita dapat membuktikan hal itu, dari jawaban Imam Ahmed (as) atas suatu pertanyaan di dalam buku Alegori (The Allegories) Volume 3:

“Ahlul Bayt (as) telah menjelaskan tentang kisah Thul Qarnain di dalam hadist, dan yang terpenting di dalamnya adalah bahwa Thul Qarnain di dalam zaman ini adalah Al Qaim.” Sampai ia (as) berkata:

“Dan perkataan dari Amirul Mukminin (as) ‘dan ada yang serupa dengan dia diantara kalian’ dia berarti Al Qaim, karena ia yang akan berseru kepada umat manusia dan kemudian manusia akan berkata “Pulanglah wahai Putera Fatima”, lalu ia akan berseru lagi kepada manusia untuk yang kedua kalinya dan manusia akan mengatakan kepadanya “Pulanglah Wahai Putera Fatima”, dan pada kali ketiga Allah akan mengizinkannya untuk membinasakan mereka, lalu ia akan membunuh mereka sampai Allah SWT merasa puas, dan sampai salah satu dari orang-orang terdekatnya berkata kepadanya: kamu membuat mereka takut seperti seekor biri-biri! Dan sampai ketika orang-orang berkata: hal ini bukanlah berasal dari Keluarga Muhammad (as) dan apabila ia berasal dari Keluarga Muhammad maka ia akan mempunyai belas kasih”, sebagaimana yang diriwayatkan di dalam hadist Ahlul Bayt (as).” – Alegori (The Allegories), Q72


Ingatlah ketika Imam (as) berkata di dalam ‘Khotbah Haji’: “...Ini adalah baiat yang ketiga, setelah aku dihantam pada kepalaku dua kali. Segala puji bagi Allah yang membuatku menyerupai Thul Qarnain”. Jadi dua kali ketika orang-orang berkata kepada Al Qaim “pulanglah wahai putera Fatima” sudahlah terjadi seperti yang disebutkan di dalam Khotbah Haji. Tetapi kali ketiga ketika orang-orang mengatakan “pulanglah wahai putera Fatima” belum terjadi karena sebagaimana yang disebutkan di dalam hadist-hadist di atas, hal itu akan terjadi ketika ia (as) bangkit. Jadi poin pentingnya apa? Poin pentingnya adalah bahwa sama seperti dua kali sebelumnya mereka yang mengatakan kepada Imam Ahmad (as) “pulanglah wahai putera Fatima” adalah Ansar yang telah berbaiat kepadanya (as), juga pada kali ketiga Ansar, yang sudah berbaiat kepada Imam (as), jugalah yang mengatakan hal yang sama seperti sebelumnya.

Bersambung Inshallah
#65435
CATATAN: Beberapa orang sekarang berkata: “Black Banners seharusnya datang dari Khurasan seperti yang disebutkan di dalam hadist tetapi kalian bukan berasal dari Khurasan!” Jawaban kami: Di dalam buku “Hiwar Qassasi Mubasat” oleh “Ansari Sheikh” Abd Al’Ali AlMansouri, hlm 86, ia sendiri mengatakan: “Terlihat bahwa “Khurasan” adalah suatu sebutan yang mengindikasikan sebelah Timur secara umum dan bukan pada suatu daerah di Iran.”

***

BUKTI-BUKTI YANG MENUNJUKKAN BAHWA MENGIKUTI BLACK BANNERS ADALAH WAJIB

Di dalam buku “Monotheisme”, Imam Ahmed AlHassan (as) berkata: “Dan mengenai warna Hitam, dengan kehendak Allah, yang menutupi Batu ini, warna Hitam ini menandakan dosa-dosa hamba Allah dan warna itu mengingatkan mereka akan dosa-dosa mereka, karena mungkin (setelah melihatnya) mereka akan bertobat dan meminta ampun ketika mereka berada di Baitullah, dan warna ini sama dengan warna pada Panji-panji Al Qaim, (panji-panji) Hitam Al Qaim dari Keluarga Muhammad. Jadi Panji-panji Hitam (Black Banners) merujuk pada Batu, dan Batu menandakan Panji-panji (Banners), dan kedua-duanya sebagai tanda, dengan warna hitam pada keduanya, dosa karena telah melanggar Testamen dan Perjanjian yang berasal dari Alam Atom, dan keduanya juga mengindikasikan penderitaan/usaha yang harus ditanggung oleh orang yang melakukan dosa – dan sang pembawa Panji Hitam yang menunjukkan kepada dosa – pelayan (Allah) yang ditugaskan dengan Kitab Testamen dan Perjanjian, dan dialah sang Batu Hitam, dan dialah Al Qaim (Yang Bangkit) dari Keluarga Muhammad.

Di dalam kitab "Jame'i Al-Adella" oleh "Ansari sheikh" Abdul Razzaq Al-Dirawi, hlm 94: “Jadi inilah buktinya dan sudahlah jelas bahwa Panji-panji Hitam begitu dipuji, karena dari antara mereka yang terbunuh adalah syuhada, dan mereka adalah orang-orang yang mendesaknya kepada Imam (as), yang artinya adalah bahwa mereka adalah para sahabatnya dan mereka berbuat atas arahan dari Imam (as), dan mereka tidak menyerukan kepada siapapun selain darinya.... Maka memberikan kemenangan kepada mereka pada kenyataannya adalah memberikan kemenangan kepada Imam Mahdi (as).... Terlebih lagi, perintah untuk memberikan kemenangan kepada Panji-panji Hitam telah diriwayatkan di dalam sebuah hadist oleh Amirul Mukminin (as): “Wahai Amer, apabila kamu mendengar kedatangan Panji-panji Hitam, maka pecahkanlah kotak ini dan kuncinya, sampai engkau terbunuh di bawah Panji-panji itu, dan kemudian apabila kamu tidak bisa, maka bergulinglah sampai kamu terbunuh di bawah Panji-panji itu.”

Diriwayatkan dari Ahlul Bayt (as): “Allah akan mengirimkan ke atas mereka (maksudnya ke atas Sufyani) seorang pemuda dari Timur, menyerukan mereka menuju kepada Ahlul Bayt Nabi, mereka adalah sahabat-sahabat dari Panji-panji Hitam, orang-orang yang tertindas, Allah akan memberikan mereka kemenangan ke atas mereka, mereka akan mengalahkan siapapun yang mereka perangi.” –Al Malahim wa Fitan, Al-Mumahidoon oleh Al Korani, hlm 103.

***Thawban berkata bahwa Rasulullah sawas berkata: “Panji-panji Hitam berasal dari Timur, seakan-akan hati mereka terbuat dari kepingan baja, maka barangsiapa yang mendengar tentang mereka pergilah kepada mereka lalu berbaiatlah kepada mereka walaupun harus merangkak di atas permukaan es!” –Bihar Al Anwar vol 51 hlm 84, Ghayat Al Maram vol 7 hlm 104

Di dalam kitab "Al-Yamani Al-Maw'oud Hujjat Allah" oleh "Ansari Sheikh" Haidar Al-Ziyadi, di dalam penjelasannya tentang hadist di atas ia mengatakan:

“Dan inilah perkataan Rasulullah sawas “jadi barangsiapa yang mendengar tentang mereka maka pergilah dan berbaiatlah kepada mereka” artinya adalah bahwa Rasulullah sawas menuntut (orang-orang untuk memberikan) baiat kepada, dan hal ini wajib dilakukan bagi siapapun yang mendengar tentangnya, dan yang maksum tidak akan menuntut baiat untuk diberikan selain kepada seorang yang maksum yang telah ditunjuk oleh Allah. Jadi Rasulullah bukanlah yang menunjuk Al Yamani dan menuntut umatnya untuk berbaiah kepadanya {asumsi ini berasal dari mereka yang tidak mempercayai, dan celakalah mereka yang tidak percaya, mereka adalah ahli neraka} {dan ia tidak berbicara atas keinginannya sendiri}. Tidak ada seorang Nabi pun atau Waliyullah dari mulai yang pertama sampai yang terakhir pernah meminta (manusia) untuk memberikan baiat kepada yang bukan maksum, bahkan slogan mereka selalu “Baiat adalah kepada Allah dan Pemerintahan untuk Allah dan penunjukkan (pemimpin) adalah kepada (wewenang) Allah”. Sementara itu penunjukkan manusia (pemimpin) berdasarkan pilihan manusia adalah perbuatan Saytan. Rasulullah sawas juga sangat menekankan tentang baiat ini, dan tidak ada alasan bagi siapapun untuk tidak memberikan baiat, baik itu tua, muda, laki-laki, atau perempuan! Karena Rasulullah sawas telah mengatakan untuk melakukannya bahkan jika untuk itu kamu harus merangkak di atas es sebab Rasul sawas mengetahui bahwa ada orang-orang yang melalaikan hal itu dan memberikan alasan bodoh. Oleh karena itu Rasulullah sawas tidak mengizinkan manusia untuk berdalih! Dan aku harap dari pembaca semua untuk bertanya kepada diri mereka sendiri apakah kalian termasuk yang melalaikannya atau tidak! Tidak ada alasan untuk tidak melakukannya... bahkan jika harus merangkak di atas permukaan es! Tuntutlah balas bagi Allah. Janganlah menuntut balas bagi dirimu sendiri karena dengan begitu kalian akan menjadi teman bagi Saytan di neraka!!”

Maka kami berkata kepada "Ansari Sheikh" Haidar Al-Ziyadi dan Ansar : Kami berharap kalian juga bertanya kepada diri kalian sendiri apakah kalian berasal dari mereka yang melalaikannya atau tidak?!! Tidak ada alasan untuk lalai! Bahkan jika harus merangkak pada permukaan es! Tuntutlah balas demi Allah, Wahai Sheikh dan Wahai Ansar! Janganlah menuntut balas bagi dirimu sendiri atau bagi Kantor Najaf karena dengan begitu kalian akan bersama dengan Saytan di neraka.


Teks berbahasa Arab yang memuat kata-katanya ada di bawah ini


عن ثوبان قال : قال رسول الله (ص) : ( تجئ الرايات السود من قبل المشرق ، كأن قلوبهم من حديد ، فمن سمع بهم فليأتهم فليبايعهم ولو حبوا على الثلج )

وهنا قول رسول الله (ص) (فمن سمع بهم فليأتهم فليبايعهم) أي انه (ص) يطلب لهم البيعة وطلبه واجب على كل من سمع به والمعصوم لا يطلب البيعة إلا لمعصوم منصب من الله فرسول الله لم ينصب اليماني ويطلب له البيعة من تلقاء نفسه (ذَلِكَ ظَنُّ الَّذِينَ كَفَرُوا فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنَ النَّارِ) ، (وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى) (النجم:3) ولم يطلب أي نبي أو إمام أو وصي من الأولين والآخرين البيعة لشخص غير معصوم إطلاقاً بل كان شعارهم البيعة لله والحكم لله والتنصيب لله أما تنصيب الناس واختيارهم فذلك من مطالب الشيطان ، كما أكد (ع) بشدة على هذه البيعة ولا عذر لأي شخص منها كبيراً كان أو صغير ذكراً كان أو أنثى فقال (ع) فبايعوه ولو حبواً على الثلج لعلمه بالمتخاذلين المحتجين بحجج واهية فلم يجعل لهم عذر إطلاقاً ، وأرجو من الأخ القارئ أن يسال نفسه هل هو من المتخاذلين أم لا ، فلا عذر … ولو حبواً على الثلج واثأر لله ولا تثأر لنفسك فتكون والشيطان سواء في الجحيم .



*** Rasulullah sawas berkata: (... sampai Panji-panji Hitam dikibarkan dari Timur. Mereka akan meminta kebenaran tetapi mereka tidak akan mendapatkannya, lalu mereka akan meminta kebenaran tetapi mereka tidak akan mendapatkannya, lalu mereka akan meminta kebenaran tetapi mereka tidak akan mendapatkannya. Kemudian mereka akan berperang dan mereka akan diberikan kemenangan. Jadi barangsiapa yang mengenalinya (Imam as.) dari antara kalian, atau dari keturunan kalian, maka biarkanlah ia pergi kepada Imam dari Ahlul Baytku, bahkan jika ia harus merangkak pada permukaan es, karena Panji-panji itu adalah Panji-panji petunjuk, panji-panji itu akan didesakkan kepada seorang laki-laki dari Ahlul Baytku, namanya sama dengan namaku dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku, kemudian ia akan memerintah di bumi dan ia akan memenuhi setiap penjuru dunia dengan keadilan dan kesetaraan sesudah sebelumnya dipenuhi oleh ketidakadilan dan penindasan) - Mo'jam Ahadith AlImam AlMahdi Volume 1 hlm 382

ورد عن رسول الله : (... حتى ترتفع رايات سود من المشرق فيسألون الحق فلا يعطونه ، ثم يسألونه فلا يعطونه، ثم يسألونه فلا يعطونه ، فيقاتلون فينصرون . فمن أدركه منكم ، أو من أعقابكم فليأت إمام أهل بيتي، ولو حبواً على الثلج ، فإنها رايات هدى، يدفعونها الى رجل من أهل بيتي يواطئ اسمه اسمي ، واسم أبيه اسم أبي ، فيملك الأرض فيملؤها قسطاً وعدلاً كما ملئت جوراً وظلما)([4]).



***Dari Thawban: ia berkata: Rasulullah sawas berkata: “Tiga akan terbunuh dari hartamu yang bernilai, mereka semua adalah putera-putera Khalifah (Wali) dan tidak akan berbalik kepada mereka. Dan kemudian Panji-panji Hitam dari Timur akan muncul dan akan memerangi mereka dan tak ada seorang pun berperang seperti itu, dan kemudian ia menyebutkan seorang pemuda dan berkata: Apabila kamu melihatnya berbaiatlah kepadanya, karena ia adalah PENERUS AL MAHDI.” –Bisharat Al-Islam hlm 30

•قال رسول الله (ص) ( يقتل عند كنزكم ثلاثة كلهم ابن خليفة ثم لا تصير إلى واحد منهم ثم تطلع الرايات السود من قبل المشرق فيقاتلوهم قتالا لا يقاتله قوم ثم ذكر شابا فقال إذا رأيتموه فبايعوه فانه خليفة المهدي ) بشارة الإسلام ص30 .


***

Amirul Mukminin (as) berkata di Mimbar Kufa: “Pasti ada alat penggiling yang berputar menggiling, lalu jika penggiling itu dinaikkan pada tiangnya dan kokoh berdiri pada kakinya, Allah akan mengirimkan ke atasnya seorang pelayan yang agresif dan tenang, kemenangan akan bersamanya, sahabat-sahabatnya adalah mereka yang mempunyai rambut yang panjang [dan yang berjanggut] (tidak yakin untuk terjemahan dari janggut di sini), pakaian mereka berwarna hitam, mereka adalah sahabat-sahabat bagi Panji-panji Hitam, celakalah bagi siapapun yang menentang mereka, mereka akan membunuhnya [...] Demi Allah, seakan-akan sekarang aku sedang melihat mereka dan tindakan mereka dan melihat apa yang akan diterima oleh para pelanggar dan orang-orang arab padang pasir yang kasar itu. Allah akan mengirimkan mereka ke atas orang-orang itu dengan tanpa belas kasihan, lalu mereka akan membunuh orang-orang itu [...] di kota mereka di pinggir sungai Efrat, sebagai bagian dari hasil dari apa yang mereka perbuat, dan sesungguhnya Tuhanmu tidak pernah berbuat tidak adil terhadap umatnya.” – Ghaybat Al No’amani hlm 265

وعن أمير المؤمنين (ع) إنه قال من على منبر الكوفة : ( لابد من وجود رحى تطحن فإذا قامت على قطبها وثبتت على ساقها بعث الله عليها عبداً عنيفاً خاملاً أصله يكون النصر معه أصحابه الطويلة شعورهم أصحاب السبال سود ثيابهم أصحاب رايات سود ويل لمن ناواهم يقتلونهم هرجاً والله لكأني أنظر إليهم وإلى أفعالهم ومايلقى الفجّار منهم والأعراب الجفاة يسلطهم الله عليهم بلا رحمة فيقتلونهم هرجاً على مدينتهم بشاطئ الفرات البرية والبحرية جزاء بما عملوا وما ربك بظلام للعبيد ) غيبة النعماني ص265


***Imam Al-Baqir (as) berkata: Seakan-akan (aku sedang melihat) sekumpulan orang yang berasal dari Timur, mereka akan meminta kebenaran tetapi tidak akan diberikannya kepada mereka, lalu mereka meminta kebenaran tetapi tidak akan diberikannya kepada mereka, sehingga ketika mereka melihat bahwa mereka akan menghunus pedang mereka pada punggung mereka lalu akan diberikan apa yang mereka minta tetapi mereka tidak akan menerimanya sampai mereka bangkit, dan mereka tidak akan mendesaknya kecuali kepada Al Qaim, mereka yang terbunuh adalah para syuhada. Sesungguhnya jika aku mengenali mereka, aku akan menyelamatkan diriku bagi Al Qaim. – Ghaybat Al-No’mani hlm 281

فعن الإمام الباقر (ع): ( كأني بقوم قد خرجوا بالمشرق يطلبون الحق فلا يعطونه ، ثم يطلبونه فلا يعطونه ، فإذا رأوا ذلك وضعوا سيوفهم على عواتقهم فيعطون ما سألوه فلا يقبلونه حتى يقوموا ، ولا يدفعونها إلا الى صاحبكم ، قتلاهم شهداء ، أما إني لو أدركت صاحب ذلك لاستبقيت نفسي لصاحب هذا الأمر )([5]).


*** Rasulullah sawas berkata: “Apabila kamu melihat Panji-panji Hitam keluar dari Khurasan maka pergilah kepada mereka bahkan jika harus merangkak di atas es, karena mereka memiliki Waliyullah Al Mahdi (dan di dalam hadist yang lain disebutkan sebagai ‘penerus Al Mahdi’)” – Sayyed Ibn Tawous Alhasani hlm 52


*** Abdel Rizzaq AlDirawi, seorang sheikh “ansar” membuktikan bahwa panji Al Qaim (as) berwarna hitam DAN tertulis pada panji itu Baiat kepada Allah:
“Sesungguhnya kami, Ahlul Bayt, mempunyai sebuah panji, barangsiapa yang mendahuluinya telah murtad, dan barangsiapa yang terlambat mendatanginya akan binasa, dan barangsiapa yang mengikutinya telah mengikuti [kami], pada panji itu tertulis: “Baiat kepada Allah!” - 250 Tanda-Tanda hlm 15

Di dalam kitab “"Jame'i Al-Adella" oleh AbdelRizzaq Al-Dirawi, ia berkata: “ Dan jika Amirul Mukminin (as) mendesak dengan kuat untuk mendukung Panji-panji Hitam, dan ia mengarahkan (kaum mukmin) untuk terbunuh di bawahnya, maka dapatkah manusia yang waras membayangkan bahwa Imam Albaqir memerintahkan yang sebaliknya? Oleh karena itu, sudahlah pasti bahwa yang dimaksud oleh Imam Albaqir dengan “sahabi bagi perkara ini” adalah sahabi Panji-panji Hitam, dan telah diketahui bahwa yang maksum tidak akan menaruh kehormatan dirinya kepada yang selain daripada yang maksum, malah bukan pada yang lain selain pada Hujjah dari seluruh Hujjah Allah ke atas ciptaanNya. Dan barangsiapa yang mendahului panji ini akan dihancurkan dan barangsiapa yang terlambat akan binasa! Karena Ubayed Ibn Karb berkata: Aku mendengar Amirul Mukminin (as) berkata: “Sesungguhnya kami, Ahlul Bayt, mempunyai sebuah panji, barangsiapa yang mendahuluinya akan tergelincir dan barangsiapa yang terlambat akan binasa dan barangsiapa yang mengikutinya berarti telah mengikuti [kami]” sampai ia (as) berkata “Jadi sahabi Panji-panji Hitam adalah Hujjah Allah SWT karena panji yang Ali (as) kibarkan pada Perang Jamal telah menjangkaunya.”

Jadi di sini Abdel Rizzaq AlDirawi dengan jelas memperlihatkan bahwa panji yang “barangsiapa yang mendahuluinya akan murtad dan barangsiapa yang terlambat mendatanginya akan binasa dan barangsiapa yang mengikutinya telah diselamatkan dan tertulis pada panji itu Baiat kepada Allah” adalah Panji Hitam (Black Banner) yang dengan dekat terkoneksi kepada kemunculan Al Qaim.

***Abu Baseer berkata: Abu Abdullah (as) berkata: “Al Qaim tidak akan muncul sampai putarannya lengkap. Lalu aku bertanya: “Dan berapa banyak (yang dibutuhkan) untuk melengkapi putaran itu?” Ia (as) berkata: “Sepuluh ribu. Gabriel berada di sebelah kanan dan Mikail di sebelah kiri. Kemudian ia akan menggoyangkan panji dan berjalan disisinya, tidak akan tersisa seorangpun di belahan timur dan barat kecuali bahwa mereka yang mengutuknya, dan panji ini adalah panji Rasulullah sawas, yang Gabriel turun bersamanya pada hari Badr.” Kemudian ia (as) berkata: “Wahai Abu Muhammad, demi Allah, panji itu tidak terbuat dari katun atau sutra ataupun linen.” Lalu aku bertanya: “Jadi terbuat dari apakah panji itu?” Ia (as) menjawab: “Dari kertas yang berasal dari surga, Rasulullah sawas membentangkannya pada hari Badr, kemudian ia membungkusnya dan menyorongkannya pada Ali (as). Jadi panji itu berada bersama Ali (as) sampai hari Basra tiba, lalu Amirul Mukminin (as) membungkusnya lalu Allah membuka ke atasnya. Kemudian ia membungkusnya dan panji itu bersama kami disini. Tidak akan ada yang membentangkan panji itu sampai dengan kebangkitan Al Qaim, jadi apabila ia bangkit maka ia akan membentangkannya dan tak akan ada satupun di Timur atau di Barat yang akan tersisa kecuali mereka yang mengutuknya. Rasa takut akan berada di depannya selama satu bulan, dan di belakangnya selama satu bulan, dan di sebelah kanannya selama satu bulan, dan di sebelah kirinya selama satu bulan.” Kemudian ia (as) berkata: “Wahai Abu Muhammad, ia akan keluar sebagai Mawtoor (mawtoor adalah seseorang yang anggota keluarganya terbunuh dan ia berada di situ bukan hendak menuntut balas atas darahnya, jadi ia adalah Mawtoor dari ayahnya AlHussein as., seperti yang telah dijelaskan oleh seorang “Sheikh Ansar” Abd Al’Ali AlMansouri di dalam bukunya “Hiwar Qassasi Mubasat” hlm 82), marah dan bersedih dikarenakan kemarahan Allah kepada ciptaanNya itu. Kemeja Rasulullah sawas akan berada keatasnya, kemeja yang dikenakannya sawas pada perang Uhud, dan turbannya adalah awan, dan tamengnya adalah tameng kepunyaan Rasulullah sawas [...] dan pedangnya (pedang milik Rasulullah sawas Zulfiqar) ia akan membawa pedang itu pada pundaknya selama 8 bulan, ia akan membunuh [...], ia akan mulai dari Bani Sheeba, kemudian ia akan memotong tangan-tangan mereka dan menggantung mereka pada Ka’ba dan berkata: Mereka ini adalah para pencuri yang mencuri dari Allah, lalu ia akan mengambil Quraysh, sehingga ia tidak akan mengambil apapun darinya kecuali pedang, dan ia tidak akan memberikan apapun kecuali pedang.
Ghaybat Al-No'mani hlm 19, Bihar AlAnwar Volume 52 hlm 360
وعن أبي بصير قال : قال أبو عبدالله(عليه السلام) : ( لا يخرج القائم (عليه السلام) حتى يكون تكملة الحلقة قلت: وكم [تكملة] الحلقة ؟ قال : عشرة آلاف ، جبرئيل عن يمينه، وميكائيل عن يساره ، ثم يهز الراية ويسير بها، فلا يبقى أحد في المشرق ولا في المغرب إلا لعنها وهي راية رسول الله(صلى الله عليه وآله وسلم) ، نزل بها جبرئيل يوم بدر .

ثم قال : يا أبا محمد ماهي والله قطن ولا كتان ولا قز ولا حرير ، قلت : فمن أي شئ هي؟ قال : من ورق الجنة، نشرها رسول الله (صلى الله عليه وآله) يوم بدر ، ثم لفها ودفعها إلى علي (عليه السلام) ، فلم تزل عند علي (عليه السلام) حتى إذا كان يوم البصرة نشرها أمير المؤمنين (عليه السلام) ففتح الله عليه، ثم لفها وهي عندنا هناك، لا ينشرها أحد حتى يقوم القائم، فإذا هو قام نشرها فلم يبق أحد في المشرق والمغرب إلا لعنها، ويسير الرعب قدامها شهرا ووراءها شهرا وعن يمينها شهرا وعن يسارها شهرا، ثم قال: يا أبا محمد إنه يخرج موتورا غضبان أسفا لغضب الله على هذا الخلق، يكون عليه قميص رسول الله (صلى الله عليه وآله) الذي عليه يوم أحد، وعمامته السحاب ، ودرعه [درع رسول الله (صلى الله عليه وآله) السابغة وسيفه [سيف رسول الله (صلى الله عليه وآله)] ذوالفقار، يجرد السيف على عاتقه ثمانية أشهر يقتل هرجا، فأول ما يبدء ببني شيبة فيقطع أيديهم ويعلقها في الكعبة وينادى مناديه : هؤلاء سراق الله، ثم يتناول قريشا، فلا يأخذ منها إلا السيف ، ولايعطيها إلا السيف


***Jabir berkata bahwa Abu Ja’far (as) berkata: “Panji-panji Hitam Yang berasal dari Khurasan akan diturunkan di Kufa, apabila Al Mahdi muncul di Mekah maka baiat akan diberikan kepada Al Mahdi." – Kitab Al-Fitan oleh Na’eem ibn Hammad AlMirouzi hlm 198

•عن جابر عن أبي جعفر (ع) قال: ( تنزل الرايات السود التي تقبل من خراسان الكوفة فإذا ظهر المهدي بمكة بعث بالبيعة إلى المهدي) كتاب الفتن- نعيم بن حماد المروزي ص 198.


***Di dalam kitab “AlWassiyah” oleh seorang “Sheikh Ansar” Nathim AlUqeili hlm 164: Seseorang yang mengatur pertempuran dengan Sufyani di Irak dan mengalahkannya adalah Panji-panji Hitam Irak Khurasani sebelah timur, dan peristiwa ini terjadi sebelum kebangkitan Al Mahdi di Mekah karena Panji-panji Hitam mencapai Irak sebelum kebangkitan Al Mahdi di Mekah, sehingga apabila Imam Mahdi (as) bangkit maka baiat akan diberikan kepadanya, sebagaimana yang dijelaskan oleh hadist-hadist berikut ini: Abu Ja’far (as) berkata:

“Panji-panji Hitam yang datang dari Khurasan akan turun di Kufa, sehingga apabila Al Mahdi muncul di Mekah maka baiat kan diberikan kepada Al Mahdi. Dan Rasulullah sawas berkata: “Akan keluar dari Khurasan Panji-panji Hitam, tidak akan ada satu pun yang bisa memulangkan mereka sampai mereka berdiri kokoh di Eliyaa” berarti Baitul Maqdis.
Jadi di dalam hadist-hadist tersebut Panji-panji Hitan adalah yang akan memerangi Sufyani di Irak dan mengalahkannya sampai mereka mencapai Baitul Maqdis.



***Nathim AlUqeili di dalam bukunya hlm 128 berkata: “Dan Amirul Mukminin (as) menekankan dengan keras tentang memberikan kemenangan bagi Panji-panji Timur yang dimiliki oleh Penerus dari Imam Mahdi as. (Mahdi Pertama), yang tidak memberikan pilihan kepada mereka yang diuji, yaitu pilihan untuk untuk mengabaikan bergabung dengan mereka dan tidak memberikan mereka kemenangan! Abi Tufayl berkata bahwa Imam Ali (as) berkata kepadanya: “Wahai Amer, apabila kamu mendengar Panji-panji Hitam datang dari Khurasan dan kamu terkunci di dalam sebuah kotak, maka pecahkanlah kuncinya dan kotaknya, sampai engkau terbunuh di bawahnya – yang berarti di bawah Panji-panji Hitam -, dan apabila kamu tidak dapat melakukannya, maka bergulinglah sampai engkau terbunuh di bawahnya”. Dan banyak sekali hadist yang menceritakan tentang Panji-panji yang berasal dari Timur yang dipimpin oleh penerus Imam dan bahwa yang akan berada di baris terdepan tentara Mahdi adalah Shu’aib ibn saleh dan bahwa mereka akan menyerahkan Panji kepada imam Mahdi dan berbaiat kepadanya.”


قال ناظم العقيلي في كتاب الوصية صفحة ١٢٨
وقد ورد عن أمير المؤمنين (ع) التشديد على نصرة هذه الرايات المشرقية التابعة لوصي الإمام المهدي (ع) ( أول المهديين ) مما لايترك أي خيار للمكلف بترك الإلتحاق بها ونصرتها .

عن أبي الطفيل ان علياً (ع) قال له : (ياعامر إذا سمعت الرايات السود مقبلة من خراسان فكنت في صندوق مقفل عليك فاكسر ذلك القفل وذلك الصندوق حتى تقتل تحتها ( أي تحت الرايات السود) فإن لم تستطع فتدحرج حتى تقتل تحتها ) المهدي المنتظر الموعود الباب 24 ص77 .

وقد وردت روايات كثيرة تذكر الرايات التي تأتي من المشرق بقيادة المهدي (وصي الإمام) وإن على مقدمة جيش المهدي شعيب بن صالح وإنهم يسلمون الراية للإمام المهدي (ع) ويبايعونه .


Abd Al’Ali Al-Mansouri berkata di dalm bukunya “Hiwar Qassasi Mubbassat” hlm 84:
“Hadist-hadist memerintahkan kita untuk mengikuti sahabi dari Panji-panji dari Timur dan berbaiat kepadanya, hadist-hadist itu mengatakan: “Panji-panji Hitam berasal dari Timur, seakan-akan hati mereka terbuat dari potongan-potongan besi sehingga barangsiapa yang mendengar tentang mereka pergilah menuju mereka dan berbaiat kepada mereka bahkan apabila harus merangkak pada permukaan es!” … Di sini aku mempunya sebuah komentar …. Dan bahwa hadist-hadistlah yang menjadikannya wajib untuk bangkit dan berbaiat kepada Panji-panji dari Timur, dan hal ini hanyalah karena Al Hujjah ada diantara mereka, sebagaimana yang telah disebutkan oleh hadist-hadist sebelumnya, dan Khalifah dan Al Hujjah adalah Al Yamani, karena apabila berlaku sebaliknya maka hadist-hadist itu tidak akan memerintahkan mereka untuk berbaiat dan mengambil langkah pertama untuk menemui Panji-panji Hitam, bahkan apabila harus melalui penderitaan akibat merangkak pada permukaan es.”

يقول عبد العالي المنصوري في كتابه حوار قصصي مبسط
"أمرت الروايات بإتباع صاحب رايات المشرق وبيعته، فقالت: ( تجيء الرايات السود من قبل المشرق كأن قلوبهم زبر الحديد فمن سمع بهم فليأتهم فبايعهم ولو حبوا على الثلج)...هنا عندي تعليق...وهو أن ﺍﻟﺮﻭﺍﻳﺎﺕ ﺃﻭﺟﺒﺖ ﺍﻟﻨﻬﻮﺽ ﻭﺍﻟﺒﻴﻌﺔ ﻟﺮﺍﻳﺎﺕ ﺍﳌﺸﺮﻕ، ﻭﻟﻴﺲ ﺫﻟﻚ ﺇﻻ لوجود الحجة فيهم، كما نصت الروايات المتقدمة، والخليفة والحجة هو اليماني، وإلا فلا تأمر ببيعتهم والمبادرة إليهم ولو بمشقة الحبو علي الثلج

*** Dan Abd Al’Ali Al-Mansouri berkata di dalam bukunya “Hiwar Qassasi Mubbassat” hlm 84:
“Jadi sudah jelaslah bahwa pemilik dari panji-panji ini adalah Al Qaim Al Yamani, karena hadist-hadist memerintahkan untuk mengikuti panji-panji dari Timur (kemudian pergilah menuju mereka lalu berbaiatlah kepada mereka, bahkan apabila harus merangkak pada permukaan es), dan hal itu menggambarkan mereka sebagaimana bahwa mereka meminta kebenaran: (mereka meminta kebenaran tetapi tidak diberikan – ia mengulanginya sampai tiga kali – lalu mereka akan berperang dan mereka akan diberikan kemenangan, dan mereka akan tetap dalam keadaan seperti itu sampai mereka menyerahkannya kepada seorang laki-laki dari Ahlul Baytku), dan hal itu mengggambarkan bahwa mereka tidak berseru bagi diri mereka sendiri tetapi mereka berseru untuk pergi menuju Keluarga Muhammad (sawas), mereka berseru bagi seorang laki-laki dari Keluarga Muhammad sawas yang akan mengisi dunia ini dengan keadilan dan kesetaraan, dan bahwa mereka akan menyerahkannya kepada Imam Mahdi (as).”


فيتعين أن يكون صاحب هذه الرايات هو القائم اليماني، لأن الروايات أمرت بالالتحاق برايات المشرق، ( فليأتهم فبايعهم ولو حبوا على الثلج)، ووصفتهم بأنهم يطلبون الحق: (يطلبون الحق فلا يعطونه - حتي أعادها ثلاثا - فيقاتلون فينصرون، ولا يزالون كذلك حتي يدفعونها إلي رجل من أهل بيتي)، ووصفتهم بأنهم لا يدعون لأنفسهم وإنما يدعون لأل محمد ص، بل إلي رجل من أهل بيت النبي ص يملأها قسطا وعدلا، يدفعونها إلي الإمام المهدي ع


*** Di dalam kitab AlWassiya pada halaman 128-129, Nathim AlUqeily mengutip hadist berikut:
Ibn Mas’oud berkata: “Ketika kami sedang bersama dengan Rasulullah sawas,para pemuda dari Bani Hashem datang mendekat, lalu ketika Nabi sawas melihat mereka beliau menitikkan air mata dan mukanya memerah sehingga aku berkata: Wahai Rasulullah, kami masih melihat sesuatu yang kami tidak sukai di dalam wajahmu. Lalu ia sawas berkata: (Kami Ahlul Bayt Allah memilih bagi kami akhirat daripada dunia ini, dan sesungguhnya setelahku Ahlul Bayt (keluarga)ku akan menerima penderitaan dan mereka tidak akan mempunyai tempat tinggal dan terbuang, sampai orang-orang dari Timur datang, bersama mereka adalah panji-panji Hitam, lalu mereka akan meminta kebenaran tetapi tidak akan diberikannya kepada mereka, dua atau tiga kali, kemudian mereka akan berperang dan mereka akan diberikan kemenangan, lalu akan diberikannya kepada mereka apa yang mereka minta tetapi mereka tidak akan menerimanya, sampai mereka menyerahkannya kepada seorang laki-laki dari Ahlul Baytku yang akan mengisinya dengan keadilan dan kesetaraan karena sebelumnya telah dipenuhi oleh ketidakadilan, sehingga barangsiapa dari antara kalian yang menyadari hal ini maka pergilah kepada mereka bahkan apabila harus merangkak di atas es, karena sesungguhnya ia adalah Al Mahdi) – AlMalahim al Fitan:Pintu 92

Poin lain yang sangat jelas adalah bahwa setiap potong hadist menyebutkan bahwa ‘Baiat kepada Allah adalah yang tertulis pada Panji Al Qaim (as)’. Pernahkah kamu membaca hadist yang mengatakan bahwa yang tertulis pada Panji al Qaim adalah “Saraya Al Qaim” (Tentara al Qaim)?!! Hal ini hanyalah satu dari banyak contoh yang dikutip di dalam kitab-kitab Ansar (juga di dalam kitab-kitab umum Syiah dan Sunni): “Sesungguhnya kami, Ahlul Bayt” mempunyai sebuah panji, barangsiapa yang mendahuluinya adalah murtad, dan barangsiapa yang terlambat menghampirinya akan binasa, dan barangsiapa yang mengikutinya berarti telah mengikuti [kami], tertulis pada panji itu: “Baiat kepada Allah”! – 250 Tanda-tanda hlm 15
Jadi sekarang kamu mempunyai 2 panji Hitam, yang satu adalah yang kami klaim sebagai yang paling benar yaitu yang tertulis padanya “Baiat Kepada allah”, dan yang lainnya adalah yang dikibarkan oleh Imam Facebook palsu yang padanya tertulis “Saraya AlQaim”! Jelas sekali mana sebetulnya yang harus dipilih berkenaan dengan mana yang paling benar.
Simak tautan berikut ini juga:
https://blackbanners313.wordpress.com/a ... ed-yamani/

Akan ada lebih banyak lagi inshAllah
#65439
Hal lainnya yang membuat banyak kaum Mukmin meragukan Kantor Najaf dan laman Facebooknya adalah bahwa secara keseluruhan mereka bertolak belakang dengan ajaran asli dari Imam Ahmed Al Hassan (as). Sebagai contoh:

Kontradiksi Pertama : Permintaan untuk bergabung dengan Dewan Politik Irak

the office disaster-3.jpg

Terjemahan dari gambar:

“Kantor Sayyed Ahmed Alhassan

Bismillah AlRahman AlRaheem

Kepada Yang Terhormat Ketua Dewan Politik Provinsi Basra

Alsalamo alaykom warahmatollah wabaraktoh

Kantor Sayyed Ahmed Alhassan AlYamani di AlNajaf AlAshraf telah menyerahkan permohonan resmi sehingga Kantor kami dapat mempunyai perwakilan resmi di dalam Dewan Politik Provinsi Basra, dikarenakan kami adalah seruan yang memanggil umat manusia untuk kembali kepada Imam Mahdi Muhammad ibn AlHassan as. dan juga karena kami telah hadir di semua provinsi di Irak. Dan terhadap hal tersebut kami memperkenalkan kepada anda Sayyed Ahmed Sa’doun Muhammad AlGhanem yang mewakili kami di Provinsi Basra dan beliau adalah juru bicara resmi dari kantor kami untuk partai-partai resmi.

Permohonan ini disampaikan dengan tujuan untuk mengkoordinasikan antara kantor kami dan dewan anda yang terhormat, sebagai bentuk layanan kami demi kebaikan umum, dan bagi masyarakat dan negera kita Irak yang kita cintai, dan supaya kami dapat menginformasikan kepada partai-partai resmi tentang sikap kami, dan supaya kita dapat bekerja sama untuk melindungi persatuan negara kita dan masyarakat kita dengan masing-masing mazhab dan agamanya, dan supaya kami dapat membelanya dengan semua cara yang kami mampu untuk menghadapi musuh yang tidak mempunyai agama ataupun rasa kemanusiaan. Dan kami memohon kepada Allah SWT untuk memberikan kesuksesan kepada setiap orang.

Dengan hormat

Kantor resmi Sayyed Ahmed Alhassan
AlNajaf AlAshraf
1435 A.H"


Dewan politik ini adalah dewan dari sistem pemerintahan yang korup! Sebuah dewan yang mendukung demokrasi! Sebuah dewan yang dijalankan oleh pemerintahan yang telah menindas Muhammad dan Keluarga Muhammad dan Syiah mereka yang sesungguhnya! Dewan ini dan semacamnya dan semua hal yang berada di dalam sistem pemerintahan ini adalah apa yang sudah digambarkan oleh Imam Ahmed (as) dengan jelas sebagai mereka yang mengagungkan Dajjal Amerika dan sistemnya.

Bagaimana mungkin Imam Ahmed (as) pernah meminta untuk mempunyai perwakilan di dewan pemerintahan ini! Sudahkah kalian wahai Ansar melupakan apa yang telah dikatakan oleh Imam Ahmed (as)?!

Imam Ahmed AlHassan (as) di dalam bukunya AlJawab AlMoneer mengutuk kerja sama dengan pemerintah, ia berkata:
“Ada beberapa anggota polisi dan garda yang kembali menggunakan akal sehatnya dan mempercayai seruan yang benar ini dan beberapa dari mereka adalah petugas yang berpangkat tinggi. Aku telah meminta kepada mereka semua untuk tidak mendukung orang-orang yang tidak adil (dengan sarana apapun) bahkan walaupun dengan sebelah kurma yang kering!”

Di dalam buku “Jihad Adalah Pintu Menuju Surga”, Imam Ahmed Alhassan (as) berkata:
“Dan tidak pernah ada satu tempat pun di dalam lingkungan para Nabi dan Wali (as) untuk menyanjung atau memuji karena tujuan mereka bukanlah kemenangan materialistik, seperti banyak orang bayangkan, tetapi lebih kepada memberikan kemenangan kepada/mendukung Allah Yang Maha Suci, Yang Maha Agung.
{Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka, berkatalah dia: 'Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku, untuk (menegakkan agama) Allah'. Para sahabat-sahabat setia menjawab: 'Kami-lah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah, bahwa sesungguhnya, kami adalah orang-orang yang berserah diri.’} [Surat Ali Imran 3:52]

Oleh karenanya kami tidak pernah menemukan bahwa mereka (as) menyanjung para penindas atau orang-orang munafik, ataupun memuji beberapa dari orang kafir, untuk mencapai kemenangan materialistik, tetapi apa yang mereka (as) lakukan adalah kebalikannya secara total.


Imam Ahmed (as) juga berkata di dalam buku yang sama:
“Tetapi Ali (as) tidaklah menyanjung/memuji Mu’awiya, bahkan tidak untuk satu jam pun, dan ia menentukan untuk menghilangkannya [dari kewenangannya] secepatnya, karena Allah tidak menerima seorang yang zalim, bahkan tidak untuk satu jam pun, dan Ali (as) mungkin akan kehilangan Al-Sham atas keputusan mutlaknya itu, tetapi sesungguhnya ia telah memenangkan Allah Yang Maha Suci, Maha Agung dan kepuasan Allah [ada bersamanya].

Dan juga sama halnya dengan Al-Hussein (as), apabila ia menangguhkan revolusi besar Ilahiahnya selama tiga tahun artinya sampai kepada kematian Yazid putra Mu’awiya (la), perkara ini akan berakhir pada kemenangan Al Hussein (as), dan kemenangan materialistik akan ia gapai, tetapi Al Hussein (as) memilih Allah Yang Maha Suci, Maha Agung, dan tidak menyanjung/atau bersikap lembek pada para pelanggar dan penindas.

{Maka janganlah kamu ikuti, orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah). Maka mereka menginginkan, supaya kamu bersikap lunak, lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu).} [Surat Al-Qalam 68:8-9]

Dan persamaan yang ada hari ini adalah persamaan yang sama (sejak dahulu); kamu menyanjung/bersikap lunak terhadap mereka maka mereka akan lunak [kepadamu], kamu puas dengan Amerika maka Amerika puas terhadapmu, kamu memuji proyek Amerika maka Amerika memujimu. Dan sama juga, kamu puas kepada Allah maka Allah puas kepadamu, dan kamu memuji proyek Allah maka Allah pun memujimu. Oleh karena itu, pujilah siapapun yang kamu mau, pujilah lembaga majelis Amerika dan negara Amerika, dan mungkin mereka akan menganugerahimu dengan Hadiah Nobel Perdamaian, atau pujilah majelis yang bersama Allah Yang Maha Suci, Maha Agung.”


ولا مكان في ساحات الأنبياء والأوصياء (ع) للمداهنة والممالأة؛ لأنّ هدفهم ليس النصر المادي كما يتوهم كثير من الناس، بل هدفهم هو نصرة الله سبحانه وتعالى:
﴿فَلَمَّا أَحَسَّ عِيسَى مِنْهُمُ الْكُفْرَ قَالَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ آمَنَّا بِاللَّهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ﴾([130]).
فلا نجدهم (ع) داهنوا الظالمين أو المنافقين أو جاملوا بعض الكافرين ليحققوا نصراً مادياً بل العكس من ذلك تماماً...

"أمّا علي (ع) فلا يداهن معاوية ساعة واحدة ويقر عزله في الحال؛ لأنّ الله لا يرضى إقرار ظالم على ظلمه ولو لحظة واحدة وربما خسر علي (ع) الشام بهذا الموقف الحازم ولكنه ربح الله سبحانه وتعالى ورضاه.وكذلك الحسين (ع) فلو أخر ثورته الإلهية الكبرى ثلاث سنوات، أي حتى موت يزيد بن معاوية لعنه الله لاستقامت الأمور للحسين (ع) ولتحقق له النصر المادي، ولكنه اختار الله سبحانه وتعالى ولم يداهن الظالمين والفاسقين:
﴿فَلا تُطِـعِ الْمُكَذِّبِينَ * وَدُّوا لَوْ تُدْهِنُ فَيُدْهِنُـونَ﴾([131]).
والمعادلة اليوم هي نفس المعادلة تدهن فيدهنون، ترضى عن أمريكا فترضى عنك أمريكا، تمدح مشروع أمريكا فتمدحك أمريكا، وكذلك ترضى عن الله فيرضى عنك الله وتمدح مشروع الله فيمدحك الله، فأختر ما تريد أن تمدح في الملأ الأمريكي وفي الأمم المتحدة الأمريكية وربما يتفضلون عليك بجائزة نوبل للسلام، أو أن تمدح في الملأ الأعلى عند الله سبحانه وتعالى.


Dan Imam (as) berkata di dalam buku yang sama:
“Oleh karenanya mereka tidak menyanjung siapapun dengan mengorbankan kebenaran dan walaupun mereka telah didakwa karena memikulnya, karena di masa lalu mereka berkata mengenai Isa (as), bahwa ia (as) telah tamak atas kuasa Bani Israil yang para ulama sesat telah sesatkan untuk menyanjung bangsa Romawi.”
فهم لا يداهنون أحداً على حساب هذه الحقيقة وإن كانوا يُتّهمون بسبب حملها، فقديماً قالوا عن عيسى (ع): إنه طامع بملك بني إسرائيل الذي ضيعه العلماء غير العاملين بمداهنتهم الرومان


Dan di buku Alegori Imam Ahmed (as) berkata:
“Dan inilah jalan dari para pendukung dan abdi Allah sendiri, karena merekalah yang pertama menyatakan bahwa mereka berlepas diri dari para tiran, dengan tujuan bahwa apa yang mereka tunjukkan yaitu dengan menyatakan mereka berlepas diri dari para tiran itu adalah untuk mengedepankan dan mendahulukan keimanan dan ketaatan mereka kepadaNya (SWT). Sebaliknya, bagaimana mungkin seseorang menjadi seorang Muslim (yang taat kepada Allah) apabila ia memuji dan mencintai para penindas? Atau memuji dan mencintai seseorang yang tidak taat kepada Allah dan RasulNya? Bahkan apabila orang yang tidak taat ini berasal dari keluarga atau suku bangsanya” 2:37-38]
وهذا هو نهج أولياء الله أنفسهم فهم يتبرءون من الطاغوت أولاً ليبينوا أن البراءة من الطاغوت متقدمة وتسبق الإيمان والتسليم لله سبحانه وتعالى وإلا فكيف يكون الإنسان مسّلماً لله سبحانه وتعالى وهو يداهن أو يود الطواغيت أو يداهن أو يود معاند لله ورسوله وأن كان هذا المعاند من أرحامه أو عشيرته

Dan ketika menggambarkan para Nabi (as) dan Wali (as), Imam Ahmed (as) berkata:
“Malahan aku mendapati mereka terbunuh, terpenggal, dan tersalibkan, dengan penuh martabat dan kehormatan, tanpa satu detik pun mereka meyerah kepada atau menyanjung/memuji-muji atau condong kepada penindas.”
بل وجدتهم يقتلون ويقطّعون ويصلبون بعز وكرامة دونما لحظة خضوع أو مداهنة أو ركون لظالم


“Jadi apakah ada alasan yang tertinggal bagi siapapun yang memuji-muji dan menyanjung Amerika.”
فهل بقي عذر لمن يمالئ ويداهن أمريكا

Dan dengan mempunyai wakil resmi di dalam dewan politik, bukankan mereka mengakui konstitusi/undang-undang yang orang-orang buat yang melawan hukum Allah??

Perhatikan pada apa yang Imam Ahmed (as) katakan:
“Siapakah orangnya yang membahayakan doktrin kebenaran? Seseorang yang memerangi si kafir Amerika sang penguasa dan yang mewajibkan untuk berjuang melawan mereka dan berperang melawan mereka, dan seseorang yang mengakui Pemerintahan/Supremasi Allah, dan tidak menerima apa dan siapapun kecuali Qur’an dan yang maksum, dan seseorang yang menggunakan Qur’an dan Rasulullah dan para Imam (as) sebagai motto dan pakaiannya dan tidak melampaui mereka baik dalam perkataan maupun tindakan, dan seseorang yang meminta untuk memberikan kemenangan dan berbaiat kepada Imam Mahdi (as) dan menyiapkan Ansar baginya, seseorang yang menyerukan kepada kehidupan asketik di dunia yang tidak berharga ini dan kepada kehidupan akhirat dan berjuang untuk mendapatkannya, dan dan dan!!! Ataukah seseorang yang menyanjung/memuji-muji orang-orang Amerika kafir dan mengakui demokrasi dan supremasi manusia dan pemilihan pemimpin oleh manusia, dan seseorang yang mengakui konstitusi/undang-undang yang ditempatkan oleh manusia, dan, dan, dan!!!!”
من هو الذي يسيء للمذهب الحق ؟!!!
الذي يجاهد الأمريكان الكفرة المحتلين ويوجب جهادهم وقتالهم، والذي يقرّ حاكمية الله ولا يقبل إلاّ المعصوم والقرآن، والذي يلزم القرآن والرسول والأئمة (ع) شعاراً ودثاراً ولا يتعدّاهم بقول أو فعل، والذي يطلب النصرة والبيعة للإمام المهدي (ع) ويهيئ له أنصاره، والذي يدعو للزهد في هذه الدنيا الدنيئة والالتفات إلى الآخرة والسعي لها والذي … والذي .... ؟
أم الذي يداهن الأمريكان الكفرة، والذي يقرّ الديمقراطية وحاكمية الناس والانتخابات، والذي يقرّ الدستور الذي يضعه الناس والذي … والذي … ؟!!!


Dan ini adalah salah satu dari admin Forum Arab resmi dari website Almahdyoon, yang mengatakan hal berikut: “Jika Sayyed Ahmad (as) sedang mencari pangkat atau posisi maka ia sudah akan memuji-muji/menyanjung para politisi dan agamawan terkenal dan akan mendekati mereka untuk mendapatkan posisi politik dan keagamaan tertinggi! Namun, hal pertama yang dilakukan oleh Ahmed Alhassan (as) adalah mengekspos (keburukan) politisi-politisi dan agamawan-agamawan itu.”
Jadi mereka sendiri mengakui bahwa Imam Ahmed (as) tidak pernah melakukan apa yang mereka lakukan!! Imam tidak pernah memuji ataupun menyanjung pemerintahan-pemerintahan atau para politisi atau apapun yang berhubungan dengan mereka!
http://vb.almahdyoon.org/showthread.php?t=23006

***

Pertanyaan penting kepada semua Ansar yang mempunyai kecemburuan terhadap Imam mereka: Jika Imam dalam keadaan tidak mempunyai tempat tinggal dan terbuang dan mendapatkan vonis hukuman dari pengadilan yang dikeluarkan secara in absentia dan ia dikejar-kejar oleh pemerintah, dan dianggap “buron” dan banyak dari Ansarnya yang telah dipenjarakan, dan juga banyak dari mereka yang telah dihukum mati (dibunuh berdasarkan perintah pengadilan) dan sampai sekarang masih ada beberapa dari mereka yang akan dihukum dengan hukuman mati, 20 Ansar di dalam penjara yang dibangun oleh para penindas.

Dengan kata lain, Imam Ahmed (as) mengatakan: “Aku tidak akan pernah menyanjung atau memuji-muji, aku tidak akan pernah tawar-menawar” dan ia (as) berkata: “Aku adalah seperti kakekku Al Hussein (as) dan hidungku adalah seperti sebuah batu. Aku bersumpah demi Allah bahwa aku lebih memilih untuk terbunuh seribu kali daripada menundukkan kepalaku kepada seorang penindas.”

Dan pertanyaannya di sini adalah: Apakah Kantor Najaf menyanjung atau memuji-muji berdasarkan perintah dari Imam (as)? Apakah Imam sedang bertentangan dengan dirinya sendiri (yang tidaklah mungkin Imam seperti itu!)?

Ada banyak sekali tanda seru di sini! Karena demi Allah ini adalah perkara yang berbahaya, lebih berbahaya daripada yang kalian bayangkan! Tindakan-tindakan yang dilakukan Kantor Najaf tidak ada hubungannya dengan Imam, dan Imam seutuhnya jauh sekali dari tindakan menyanjung dan memuji-muji dan tawar-menawar! Dengan tindakan-tindakan itu, kamu sedang memberikan Imam sebuah imej yang terburuk! Karena Ansarnya sekarang ada yang sedang dipenjarakan oleh para penindas dan bahkan beberapa dari mereka sedang menghadapi giliran dihukum mati! Bahkan untuk Imam sendiri, Imam menghadapi hukuman dari pengadilan yang dikeluarkan secara in absentia. Jadi bagaiman mungkin kalian bersuka cita di dalam pelukan pemerintah sementara Imam tidak mempunyai tempat tinggal dan terbuang???! Hentikanlah semua itu, lalu berpikirlah, renungkanlah.
Kantor Najaf telah menandatangani sebuah dokumen untuk menyerahkan Imam (as) ke tangan pemerintah/polisi. Kalian pikir itu adalah klaim yang tidak bisa dipercaya? Apakah kalian tidak melihat bukti-buktinya? Jika kalian pikir bahwa itu tidak bisa dipercaya maka tolonglah ingat bahwa badan-badan intelijen terbesar di dunia sedang mencari-cari Imam (as). Apakah kalian pikir bahwa tidaklah bisa dipercaya ketika badan-badan tersebut mempekerjakan dan meletakkan mereka di dalam Dawa dengan tujuan menyerahkan Imam (as) kepada mereka?!

Dan berikut ini adalah sebuah video yang sering disiarkan di kanal satelit dimana Ibtissam (Btissam) Ahmad (salah satu dari admin “resmi” untuk website berbahasa Arab dan juga merupakan istri dari Dr. Tawfik AlMaghribi) mengatakan bahwa Amerika memasuki Irak hanya untuk mencarinya (as) dan bukan karena alasan lainnya.
https://www.youtube.com/watch?v=NSpJz2E ... 5rGRd3gmgE

Jadi bagaimana mungkin setiap siang dan malam para pejabat Kantor Najaf dan Sheikh-sheikh yang lainnya mengklaim bahwa mereka berkomunikasi langsung dengan Imam (as)? Bukankah dengan demikian para intel dapat dengan mudah melacak keberadaan Imam (as) melalui mereka? Mengapa Imam (as) dikejar-kejar oleh badan Intel dunia dan terbuang dari negaranya sementara para pejabat Kantor Najaf dan sheikhnya bisa berjalan-jalan di jalanan Irak dengan aman dan muncul di TV siang dan malam, mengapa mereka tidak ditahan? Mengapa mereka tidak dilarang dan dikejar-kejar seperti Imam (as)? Mengapakah mereka tidak dilacak oleh intel-intel itu jika mereka sungguh-sungguh berkomunikasi dengan Imam (as)?

Tidak pernahkah kalian melihat Hassan AlHamami, kepala pejabat Kantor Najaf, mengatakan bahwa dawa ini adalah sesat dan dawa ini adalah dawa para teroris dan bahwa Imam Ahmed (as) adalah sesat dan menyesatkan (lihat tautan di bawah ini), sementara ia mengaku kepada para intel di dalam video itu bahwa ia adalah pimpinan Kantor Dawa Najaf. Beberapa orang berkata bahwa ia sedang bertaqiyya? Benarkah?! Baiklah marilah kita asumsikan ia sedang bertaqiyya. Tetapi menjadi tidak masuk akal ketika sekarang pemerintah menganggap dawa ini sebagai dawa teroris dan mereka mengetahuinya dari Hamami sendiri bahwa dawa ini adalah dawa teroris dan sesat dsb dan ia adalah pimpinan Kantor dari dawa ini sementara para intel itu membiarkannya tinggal di Irak dan berbicara di TV, berjalan-jalan dengan dengan damai dan penuh rasa percaya diri dan mengerjakan segala akitivitasnya secara terbuka di seluruh Irak! Bagaimana bisa mereka mencari-cari Imam (as) sementara mereka membiarkan Hamami dan orang-orangnya?! Mengapa sekarang badan intelijen membiarkan Kantor Najaf dan orang-orangnya berkeliaran dengan damai dan mengerjakan aktivitas mereka secara terbuka sementara pejabat-pejabat Kantor Najaf mengklaim bahwa mereka mempunyai kontak langsung dengan Imam (as) siang dan malam?!! Ya tentu saja intel-intel itu membiarkan mereka karena mereka telah menanda tangani perjanjian untuk menyerahkan Ahmed Alhassan (as) kepada para intel tesebut!

Berikut ini adalah klip-klip dari Hamami, temukan di dalam video berikut
https://www.youtube.com/watch?v=7Q1Z47bgyTU
https://www.youtube.com/watch?v=HshEf0Ppn5A


Akan ada lebih banyak bukti lagi InshAllah, tetaplah besama thread ini

Lebih banyak lagi kontradiksi pada artikel lanjutannya InshAllah
#65442
Kontradiksi Kedua: Bekerja Sama dengan Pemerintah dan Berjihad di Bawah Benderanya


Aku yakin kalian semua telah membaca post Facebook terakhir dimana orang ini yang berpura-pura sebagai Imam berkata: “… Situasinya amatlah berbahaya setelah banyak organisasi teroris yang mengambil alih Irak dan sekarang sedang menghancurkan Syria dan bergerak menuju Baghdad, dan waktu tidaklah berpihak kepada Baghdad atau Karbala atau Najaf atau kota yang lainnya; itulah mengapa kami siap untuk membentuk pasukan-pasukan perang untuk melindungi tanah Irak dan tempat-tempat sucinya, sehingga apabila PEMERINTAH IRAK TELAH SIAP UNTUK BEKERJA SAMA DENGAN PARA ANSAR IMAM AL MAHDI UNTUK MEMBELA TANAH IRAK dan tempat-tempat sucinya, maka dipersilakan bagi Perdana Menteri Irak atau seseorang yang mewakilinya secara resmi, atau Menteri Pertahanan atau yang mewakilinya secar resmi, atau Menteri Dalam Negeri atau yang mewakilinya secara resmi, untuk menghubungi Kantor Resmi di NAJAF UNTUK BERKOORDINASI DALAM PEMBENTUKAN PASUKAN-PASUKAN PERANG DAN MEMEPERSENJATAI MEREKA dan menyiapkan mereka untuk melindungi tanah Irak dan tempat-tempat sucinya…”


Jadi akankah Imam Ahmed (as) bekerja sama dengan pemerintah dan tentaranya yang membunuh ansarnya, menyiksa mereka, menindas mereka, dan yang membuat Imam Ahmed (as) sendiri tidak mempunyai tempat bernaung dan terbuang?!!!

Sebagai tambahan kepada kutipan-kutipan di bawah ini (yang sudah disebutkan di dalam email-email terdahulu) yang Imam Ahmed Alhassan (as) telah nyatakan dengan jelas bahwa ia tidak akan pernah menyanjung atau memuji-muji atau bekerja sama dengan para tiran dan system mereka, berikut ini adalah kutipan dari buku Calf volume 2 halaman 174.


“Sebelum kami mengalamatkan pada apa yang dikerjakan oleh Al Qa’im (as) setelah kemunculannya, kami harus melihat pada beberapa hadist yang mengungkap kenyataan pahit yang kami ulas hari ini, apakah itu pada beberapa ulama sesat atau pada beberapa dari mereka yang menyebut diri mereka sendiri Syiah Ahlul Bayt (as) atau para pendukung Ahlul Bayt (as), dan yang pada waktu yang bersamaan mereka tidak menyerukan pada kebaikan dan melarang kejahatan, dan mereka menyanjung/memuji-muji para tiran dan patuh kepada mereka dan meminta pertimbangan mereka. Malahan, sayangnya, mereka banyak menolong para tiran tersebut apakah itu karena berdasarkan rasa takut atau ketamakan mereka, tanpa memperhatikan pada [fakta bahwa] tindakan ini adalah Haram dan menjijikan. Malahan, mereka mulai untuk menganggap hal ini sebagai sesuatu yang dibolehkan, setelah mereka berubah haluan dan cacat, dan mereka mulai melihat standar yang terbalik, dan mereka mulai melihat tindakan yang jahat sebagai suatu tindakan yang baik! Dan mereka telah menjadi terbiasa untuk menyembah para anak sapi dan berhala-berhala dan patung-patung, dikarenakan oleh kesesatan dan rasa takut dan ketamakan!

Dan aku belum menemukan kata-kata yang lebih baik untuk menggambarkan kondisi Imam Mahdi (as) daripada yang terdapat di dalam Al Qur’an dan Hadist Ahlul Bayt:

Allah SWT berfirman: {Kemudian Musa kembali kepada kaumnya, dengan marah dan bersedih hati. Berkata Musa: 'Hai kaumku, bukankah Rabb-mu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik, Maka apakah terasa lama masa yang berlalu itu bagimu, atau kamu menghendaki, agar kemurkaan dari Rabb-mu menimpamu, lalu kamu melanggar perjanjianmu dengan aku'. *Mereka berkata: 'Kami sekali-kali tidak melanggar perjanjian (dengan)mu, dengan kemauan kami sendiri, tetapi kami disuruh membawa beban-beban, dari perhiasan kaum (kita) itu, maka kami telah melemparkannya, dan demikian pula Samiri (ikut) melemparkannya', *(setelah dingin),) kemudian Samiri mengeluarkan untuk mereka (dari lubang itu), anak lembu yang bertubuh dan bersuara, maka dan mereka berkata: 'Inilah Rabb-mu dan Rabb Musa, tetapi Musa telah lupa'. *Maka apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa patung anak lembu itu tidak dapat memberi jawaban kepada mereka, dan tidak dapat memberi kemudharatan kepada mereka, dan tidak (pula) kemanfaatan. *Dan sesungguhnya, Harun telah berkata kepada mereka sebelumnya: 'Hai kaumku, sesungguhnya kamu hanya diberi cobaan, dengan anak lembu itu, dan sesungguhnya, Rabb-mu ialah (Rabb) Yang Maha Pemurah, maka ikutilah aku dan taatilah perintahku'. *Mereka menjawab: 'Kami akan tetap menyembah patung anak lembu ini, hingga Musa kembali kepada kami.’ *(Setelah kembali), berkata Musa: 'Hai Harun, apa yang menghalangi kamu, ketika kamu melihat mereka telah sesat, *(sehingga) kamu tidak mengikuti aku? Maka apakah kamu telah (sengaja) mendurhakai perintahku?' *Harun menjawab: 'Hai putera ibuku, janganlah kamu pegang janggutku, dan jangan (pula) kepalaku, sesungguhnya aku kuatir, bahwa kamu akan berkata (kepadaku): Kamu telah memecah(-belah) antara Bani Israil, dan kamu tidak memelihara amanatku.’ *Berkata Musa: 'Apakah yang mendorongmu (berbuat demikian), hai Samiri?' *Samiri menjawab: 'Aku mengetahui sesuatu, yang mereka tidak mengetahuinya, maka aku ambil segenggam dari (tanah) jejak rasul, lalu aku melemparkannya (ke lubang cetakan). Dan demikianlah nafsuku membujukku'. *Berkata Musa: 'Pergilah kamu (Samiri), maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan di dunia ini, (hanya dapat) mengatakan: Janganlah (sekali-kali) menyentuh(-ku). Dan sesungguhnya, bagimu (ada suatu) hukuman (di akhirat), yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya, dan lihatlah ilah kamu itu yang kamu tetap menyembahnya. Sesungguhnya kami akan membakarnya, kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkannya ke dalam laut (berupa abu yang berserakan). *Sesungguhnya Ilahmu (Samiri) yang benar hanyalah Allah, yang tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu.’} [Quran Surah 20:86-98]



Imam Ahmed Alhassan (as) juga berkata:
“Janganlah bersuka cita, wahai kalian para penindas, janganlah bersuka cita dengan kepergianku meninggalkan kalian dan berhijrah dari tanah-tanah kalian, karena tidak akan lama lagi waktunya aku kembali bersama dengan ayahku,” sampai ia berkata: “dan ayahku akan datang kepadamu dengan MARAH DAN BERSEDIH atas apa yang kalian perbuat padaku…” – Khotbah Pertemuan


Imam (as) juga mengatakan:
“Dengan demikian, sebagaimana adanya Samari bersamaan dengan Musa, dan Yudas bersamaan dengan Isa, hal yang mirip juga terjadi kepada Muhammad sawas, sejenis Samari dan rekan-rekannya juga ada, dan sama juga akan ada Sameri dan rekan-rekannya bersamaan dengan Mahdi. Ini adalah Sunnah (jalan) Allah, dan kamu tidak akan menemukan perubahan di dalam Sunnah (jalan) Allah.” –Al-Jawab Al-Moneer


***

JIHAD DI BAWAH BENDERA MILITER IRAK

Yang pertama sebelum yang manapun: Dimanakah diletakkannya “untuk menegakkan Supremasi Allah” atau “untuk menegakkan perkataan Allah” di dalam pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Najaf dan Imam palsu pada laman Facebooknya? Bukankah menegakkan perkataan Allah dan menegakkan supremasi Allah adalah tujuan utama dan satu-satunya dari berjihad? Sejak kapan Ahlul Bayt (as) menyerukan kepada nasionalisme dan patriotism dan membela negara dan seterusnya?

english enroll jihad.jpg


Marilah kita lihat pada kata-kata dari Imam Ahmed Alhassan (as) sendiri:

Imam Ahmed AlHassan (as) berkata: “… Karena TIDAK ADA JIHAD, kecuali DI BAWAH BENDERA dari WAKIL ALLAH dan PENERUSNYA di muka bumi….
…. Abu Abdullah (as) kapanpun ia menyebutkan tentang mereka yang berperang/membunuh di Al-Thaghour (sebuah tempat di Qalqilya) ia berkata: “Celakalah mereka! Apa yang mereka sedang lakukan [dengan melakukan hal ini]?! Mereka sedang terburu-buru untuk menghabisi dunia ini dan akhirat, karena demi Allah, tidak ada syuhada kecuali Syiah (pengikut) kami, bahkan jika mereka mati di atas tempat tidurnya.’

Dengan demikian, apakah bahwa ia berperang bagi tanahnya, karena seorang atheis berperang untuk tanahnya sama seperti seekor HEWAN YANG BERPERANG untuk mempertahankan sarangnya, atau bahwa ia berperang demi sebuah kepercayaan yang ia tidak mengerti, yaitu MENCONTOH PARA ULAMA SESAT. Kemudian setelah ia mati, dan setelah ia diseret ke dalam api, jelaslah baginya bahwa para ulama sesat itu membuatnya memerangi Musa (as), atau (melawan) Isa (as), atau (melawan) Muhammad (sawas), ATAU MELAWAN IMAM AL MAHDI (AS)…”



إذن، فالجهاد لإعلاء كلمة الله وليس لأجل مصلحة شخصية أو غنيمة أو مصلحة وطنية أو قومية، فالدين الإلهي فوق كل هذه الاعتبارات وعبادة الله وطاعته هي التي تجمع المؤمنين بصرف النظر عن الانتماء القبلي والوطني والقومي التي ترجع كلها إلى حقيقة واحدة هي الأنا وحب النفس
فالجهاد سواء الهجومي أم الدفاعي يجب أن يكون لإعلاء كلمة الله لا للدفاع عن الوطن أو الأرض لئلا تكون للمؤمن أي مصلحة شخصية في هذا الجهاد إلاّ إعلاء كلمة الله لكي تبنى الحضارة الإلهية والثقافة الإلهية والحرية الإلهية، وهي جميعها مناقضة تماماً للحضارة والثقافة والحرية التي يرفعها شعاراً العالم المادي اليوم، حيث إنّ ما يرفع اليوم هو راية الشيطان ليس إلاّ التي يسعى جند الشيطان من الإنس والجن بكل ما يستطيعون لإرسائها على هذه الأرض

Dengan demikian, tujuan Jihad adalah untuk menegakkan firman Allah, dan bukan untuk kepentingan pribadi atau rampasan perang atau kepentingan nasional atau nasionalisme/patriotisme. Karena sesungguhnya, agama Ilahi berada di atas semua pertimbangan-pertimbangan itu, dan menyembah Tuhan dan taat kepadaNya adalah yang membuat orang-orang mukmin berkumpul tanpa memandang afiliasi nasional, patriotik, atau kesukuan, yang mana ketiga hal itu berakar pada satu realitas yaitu Ego (keakuan) dan cinta kepada diri sendiri.

Oleh karena itu, Jihad, baik itu menyerang ataupun bertahan, harus ditujukan untuk menegakkan firman Allah, bukan untuk membela negara ataupun tanah air, supaya orang-orang mukmin tidak mempunyai kepentingan pribadi apapun di dalam melakukan Jihad, kecuali untuk menegakkan firman Allah, sehingga peradaban Ilahiah, kebudayaan Ilahiah, dan kebebasan Ilahiah dapat terbangun, yang sungguh-sungguh bertolak belakang dari peradaban dan kebudayaan dan kebebasan yang slogannya sedang dibangkitkan di dunia materi hari ini, karena apa yang sedang dibangkitkan hari ini adalah benderanya Setan, yang tentara-tentara Setanlah, dari antara Manusia dan Jinn, yang mengejar dengan segenap kemampuan mereka untuk menegakkannya di atas bumi ini.”



Ketika menggambarkan tentang para Nabi (as) dan Wali (as), Imam Ahmed (as) berkata:
“Malahan aku mendapati mereka terbunuh, terpenggal, tersalibkan, dengan penuh martabat dan kehormatan, tanpa satu detik pun mereka patuh kepada atau menyanjung/memuji-muji atau condong kepada (bergantung kepada) para penindas.”

“Dengan demikian mereka tidak menyanjung siapapun dengan mengorbankan kebenaran dan walaupun walaupun mereka telah didakwa karena memikulnya, karena di masa lalu mereka berkata mengenai Isa (as), bahwa ia (as) telah tamak atas kuasa Bani Israil yang para ulama sesat telah sesatkan untuk menyanjung bangsa Romawi.”


“Tetapi Ali (as) tidaklah menyanjung/memuji-muji Mu’awiya, bahkan tidak untuk satu jam pun, dan ia menentukan untuk menghilangkannya [dari kewenangannya] secepatnya, karena Allah tidak menerima seorang yang zalim, bahkan tidak untuk satu jam pun, dan Ali (as) mungkin akan kehilangan Al-Sham atas keputusan mutlaknya itu, tetapi sesungguhnya ia telah memenangkan Allah Yang Maha Suci, Maha Agung dan kepuasan Allah [ada bersamanya].

Dan juga sama halnya dengan Al-Hussein (as), apabila ia menangguhkan revolusi besar Ilahiahnya selama tiga tahun artinya sampai kepada kematian Yazid putra Mu’awiya (la), perkara ini akan berakhir pada kemenangan Al Hussein (as), dan kemenangan materialistik akan ia gapai, tetapi Al Hussein (as) memilih Allah Yang Maha Suci, Maha Agung, dan tidak menyanjung/atau bersikap lembek pada para pelanggar dan penindas.

{Maka janganlah kamu ikuti, orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah). Maka mereka menginginkan, supaya kamu bersikap lunak, lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu).} [Surat Al-Qalam 68:8-9]

Dan persamaan yang ada hari ini adalah persamaan yang sama (sejak dahulu); kamu menyanjung/bersikap lunak terhadap mereka maka mereka akan lunak [kepadamu], kamu puas dengan Amerika maka Amerika puas terhadapmu, kamu memuji proyek Amerika maka Amerika memujimu. Dan sama juga, kamu puas kepada Allah maka Allah puas kepadamu, dan kamu memuji proyek Allah maka Allah pun memujimu. Oleh karena itu, pujilah siapapun yang kamu mau, pujilah lembaga majelis Amerika dan negara Amerika, dan mungkin mereka akan menganugerahimu dengan Hadiah Nobel Perdamaian, atau pujilah majelis yang bersama Allah Yang Maha Suci, Maha Agung.”

Ya, berjihad adalah sebuah kewajiban, namun menjadi sebuah kewajiban apabila dilakukan di bawah bendera yang benar yaitu Bendera Waliyullah

Di dalam buku ‘Jihad Adalah Pintu Menuju Surga’, Imam Ahmed Alhassan (as) berkata: “Sebagai akibatnya, manusia seharusnya waspada terhadap Fina yang melawan Allah dan seharusnya berjihad dengan dirinya sendiri dan mematuhi/mengikuti Wali Allah di bumi ini, karena kalau tidak maka api neraka [adalah tempatnya]. Karena tidak ada Jihad, kecuali di bawah Bendera/Panji Wakil Allah dan PenerusNya di Bumi Allah. Dan bagi mereka yang mengklaim berjihad dan menginginkan kesyahidan di bawah bendera selain Bendera Wali Allah di bumiNya, maka sesungguhnya mereka sedang tergesa-gesa untuk terbunuh di dunia ini dan terbunuh di akherat!”


Sekarang orang-orang dan pengikutnya dari Kantor Najaf itu sedang berperang di bawah bendera tentara Irak, benar kan? Bukankah tentara-tentara ini yang membunuhi para Ansar? Bukankah mereka itu adalah tentara pemerintah yang sedang memburu Imam Ahmed Alhassan (as) dan membuatnya tak mempunyai tempat bernaung dan terbuang? Bagaimana mungkin Imam (as) berperang di bawah bendera dari orang-orang itu?!!!! Mereka menyerukan orang-orang untuk berjihad UNTUK MEMBELA TANAH IRAK, tanpa menyebutkan sama sekali tentang “untuk menegakkan firman Allah” atau “supremasi Allah”. Mengapa juga mereka harus menyebutkan itu ketika mereka menginginkan pemimpin-pemimpin mereka, majikan-majikan mereka, pemerintah dan para marja dan semua yang sejenis dengan mereka untuk menyukai mereka?! Demi Allah SWT Imam Ahmed Alhassan (as) berlepas diri kepada apa yang mereka serukan (omong-omong, bicara tentang para marja, pernahkah kalian memperhatikan di kanal satelit bahwa mereka tidak pernah menyerang marja manapun?). Bukankah meruntuhkan struktur kebatilan adalah basis dari kepercayaan kita yang Imam Ahmed Alhassan (as) bawa bersamanya? Apakah kalian tahu berapa kali kanal (TV) menolak program pertunjukkan yang kami buat dari sini dari Mimbar Mesir HANYA KARENA KAMI MENYEBUTKAN SEORANG MARJA DAN MENGKRITIKNYA ATAU MEMBANDINGKAN KATA-KATANYA DENGAN KATA-KATA DARI IMAM (AS)? Mereka menolak ketika kami berbicara bahwa Amerika adalah Dajjal. Mereka menolak ketika berbicara tentang pemerintahan Bani Abbas. Mereka menolak ketika kami berbicara tentang Sufyani. Mereka menolak ketika kami berbicara tentang Al Saud. Mereka menolak ketika kami menyebutkan Marja manapun atau membandingkan kata-katanya dengan kata-kata Imam. Dan yang terakhir tetapi bukan yang tidak penting, mereka menolak ketika kami membicarakan tentang ulama sesat YANG MANAPUN. Semuanya terdokumentasi di dalam email yang kami terima dari mereka.

Tidakkah kalian lihat betapa bertolak belakangnya perintah palsu pada laman Facebook dibandingkan dengan kata-kata Imam Ahmed Alhassan (as) di dalam buku-bukunya dan ajaran-ajarannya yang asli?


“Dengan demikian, tujuan Jihad adalah untuk menegakkan firman Allah, dan bukan untuk kepentingan pribadi atau rampasan perang atau kepentingan nasional atau nasionalisme/patriotisme. Karena sesungguhnya, agama Ilahi berada di atas semua pertimbangan-pertimbangan itu, dan menyembah Tuhan dan taat kepadaNya adalah yang membuat orang-orang mukmin berkumpul tanpa memandang afiliasi nasional, patriotik, atau kesukuan, yang mana ketiga hal itu berakar pada satu realitas yaitu Ego (keakuan) dan cinta kepada diri sendiri.”

DAN

“Dan kepada ia yang berperang bagi suatu negara atau bagi ’lidah’/ucapan (nasionalisme/demi kepentingan suatu negara), maka biarkanlah ia mencari sesuatu, selain Allah, yang akan memberinya hadiah baginya, karena sesungguhnya hanya Allah yang memberikan pahala (hanya) untuk mereka yang berperang demi kepentinganNya.”

***

Nathim AlUqeili berkata tentang Panji-panji Hitam pada laman Facebooknya: “Konspirasi ini adalah untuk memisahkan dan mengasingkan para Ansar dari Sayyed Ahmed Alhassan (as) karena mereka sangat mengetahui bahwa Sayyed Al Yamani (as) sekarang tidak dapt muncul ke hadapan publik karena para penindas sedang mengejar-ngejarnya.”


Jadi siapakah para penindas yang sekarang sedang mengejar-ngejar Imam (as)? Apakah yang kamu maksudkan itu negara dan petugas pemerintah? Bukankah dulu pemilik laman Facebook yang meminta bantuan dari Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan dan Menteri Dalam Negeri mereka dan dia ini yang meminta untuk berkoordinasi dan membentuk pasukan perang gabungan antara Ansar, militer dan kepolisian? Bukankan Kantor Najaf yang sekarang sedang meminta para Ansar untuk mendaftarkan nama mereka untuk berjihad BERGANDENGAN TANGAN dengan pemerintah!!!!! Bagaimana bisa Imam (as) meminta mereka untuk bekerja sama dengan Ansarnya ketika mereka adalah yang mengejar-ngejarnya seperti yang kamu katakan, dan yang memenjarakan, menyiksa dan membunuh Ansarnya di masa lampau?!

Bersambung inshAllah
#65445
KONTRADIKSI KETIGA (DAN SEBUAH BUKTI BAHWA MEREKA MENULIS DALAM NAMA IMAM A.S.): INJIL BARNABAS:

Di dalam buku Hamba Yang Shaleh volume 2, yang seharusnya adalah sebuah percakapan antara Imam (as) dan Alaa al-Salem, Alaa al-Salem berkata bahwa Imam (as) ditanya tentang Injil Barnabas dan ia berkata bahwa Imam Ahmed AlHassan (as) menjawab:

Imam Ahmed AlHassan (as) berkata: “Semoga Allah menganugerahimu dengan kesuksesan. Injil Barnabas yang beredar sekarang dianggap 100 % kebohongan, dan Orang Muslim tidak dapat menggunakannya sebagai sebuah bukti terhadap orang-orang Kristen, karena singkatnya Injil Barnabas tidak mempunyai sanad atau bahkan sumber sejarah yang bisa dipercaya, jadi dimanakah salinannya yang pada dasarnya pertama kali dibuat dan bagaimana sejarahnya dan dimanakah dulu ditemukannya dan apakah sudah dievaluasi dan siapa yang mengevaluasinya dan apa yang dikatakannya tentang Injil itu? Siapapun yang ingin berdebat tentang Injil ini harus menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas dan setelah ia menjawabnya maka ia akan melihat bahwa ia tidak mempunyai bukti bahwa Injil ini mewakili sesuatu yang memungkinkannya untuk berdebat melawan orang-orang Kristen.

“Apa yang dinamakan sebagai Injil Barnabas adalah tidak ada melainkan hanyalah sebuah permainan untuk mengelabui mereka yang menyebut dirinya sendiri sebagai Muslim. Hal lainnya adalah bahwa Injil itu tidak mempunyai nilai historis, dan seorang intelektual bahkan tidak dapat menggunakannya untuk berdebat dengan orang-orang Kristen, jadi bagaimana bisa kamu berdebat dengan berdasarkan Injil yang tidak mempunyai asal-usulnya? Dan untuk Injil Yudas, Injil Yudas adalah Injil lama dan mempunyai asal-usul historis dan dokumen historis dan dinyatakan otentik berdasarkan pengujian ilmiah yang akurat.”


Sekarang marilah kita lihat bersamaku pada apa yang Imam (as) katakana di dalam buku Anak Sapi (The Calf) volume 1 halaman 76:

“Dan untuk Injil Barnabas, ada pernyataan dari Isa (as) bahwa ia telah datang untuk memberikan kabar gembira tentang Muhammad (sawas), dan seorang laki-laki lain yang disimbolkan dengan [gelar] “AlMukhtar (yang terpilih)”, atau satu diantara orang-orang pilihan, dan bahwa ia akan menjadi seseorang yang menunjukkan agama Muhammad sawas. Juga ia (as) berkata bahwa ia datang untuk memberikan jalan bagi Muhammad sawas dan hukum-hukumnya, yang akan menjadi hukum bagi semua orang di bumi selama masa keturunan dari Isa (as).”

أما في إنجيل برنابا فهناك تصريح من عيسى (ع) انه جاء ليبشر بمحمد (ص) ورجل آخر رمز له بالمختار، أو واحد من المختارين والذي سيظهر دين محمد (ص). كما قال (ع) أنه جاء ليمهد الطريق لمحمد (ص)، ولشريعته التي ستكون في زمن نزول عيسى (ع) شريعة أهل الأرض جميعاً.

Dan di dalam buku Anak Sapi Volume 1, Imam Ahmed (as) berkata:
“Dan untuk Isa (as), banyak dari ulama Dari Bani Israel dan pemimpin-pemimpin mereka tidak merasa puas kepadanya, kehadiran Isa (as) diantara mereka merupakan teguran bagi mereka, dan cara hidupnya yang asketik merupakan aib yang mempermalukan mereka. Dan hal ini disebutkan di dalam Injil: (Dan kemudian Isa dengan berapi-api menegur orang-orang karena mereka telah melupakan firman Tuhan, dan menyerahkan dirinya hanya untuk kesombongan semata; ia menegur para pendeta atas kelalaian mereka di dalam melayani Tuhan dan atas ketamakan duniawi mereka; ia menegur para ahli kitab Taurat karena mereka berkhotbah dengan sia-sia dalam ajarannya, dan mengabaikan hukum Tuhan; ia menegur para rabi karena mereka membuat hukum Tuhan tidak berlaku demi tradisi mereka. Dan dengan kebijaksanaan seperti itu Isa sungguh-sungguh berbicara kepada orang-orang itu, mereka semua menangis, dari yang kecil sampai yang terbesar, menangis memohon rahmat dan memohon kepada Isa bahwa ia akan berdoa bagi mereka; kecuali para pendeta dan pemimpin, yang pada hari itu memendam kebencian terhadap Isa karena telah berbicara melawan para pendeta, ahli Taurat dan rabi. Dan mereka merencanakan kematiannya, tetapi karena takut terhadap orang-orang yang sudah menerimanya sebagai Nabi Allah, mereka tak berbicara sepatah kata pun.
Isa mengangkat tangannya kepada Tuhan Allah dan berdoa, dan orang-orang menangis, berkata: “Baiklah, ya Tuhan, biarkan saja.” Doa diakhiri, Yesus diturunkan dari Bait Allah, dan hari itu Isa berangkat dari Yerusalem, dengan banyak yang mengikutinya. Dan para imam berbicara jahat tentang Isa di antara mereka sendiri.) Injil Barnabas, Bab 12



Jadi di dalam buku Anak Sapi, Imam (as) menggunakan Injil Barnabas untuk berdebat. Hal ini bertolak belakang dengan pernyataan yang “Imam” keluarkan di dalam buku “Bersama Hamba Yang Shaleh” seperti yang disalin oleh Alaa Salem, dimana ia mengatakan bahwa Imam berkata: “dan seorang Muslim tidak dapat menggunakannya sebagai bukti terhadap orang-orang Kristen” dan “Injil Barnabas yang beredar dianggap sebagai 100 persen kebohongan”, dan”Seorang intelektual tidak dapat berdebat menggunakannya melawan orang-orang Kristen”, dan banyak lagi seperti yang kalian baca di atas.

Sekarang apabila kalian ingat, Abdullah Hashem telah mengangkat kontradiksi yang jelas ini di dalam kata-kata Imam (as) terhadap Tawfik Masrour, dan Abdullah telah telah memposting percakapannya dengan Tawfik di sini http://www.hashemstudios-board.com/view ... &view=next

Jadi untuk menyimpulkan argument yang dibuat oleh Tawfik:
Dalam upayanya untuk melarikan diri dari perdebatan ini, Tawfik berkata kepada Abdullah bahwa ketika Imam menggunakan Injil Barnabas di dalam buku Anak Sapi, ia tengah berdebat dengan kaum Muslim, tetapi di dalam buku “Bersama Hamba Yang Shaleh” Imam mengatakan bahwa kita tidak dapat menggunakan Injil Barnabas untuk berdebat dengan kaum Kristiani, dan Tawfik berkata bahwa berdebat menggunakan Injil Barnabas dengan kaum Muslim dapatlah diterima karena kaum Muslim “mempercayai Injil Barnabas”, sama halnya ketika kamu berdebat dengan kaum Sunni menggunakan Sahih Bukhari.

Jawabanku kepadanya:

Ya Tawfik, walaupun kami berkata bahwa Sahih Bukhari tidaklah benar 100 persen, tetapi kami tetap menggunakannya untuk berdebat melawan kaum Sunni, dan juga walaupun kami berkata bahwa Injil-injil tidaklah 100 persen benar, kami tetap menggunakannya untuk berdebat melawan kaum Kristiani dan juga dengan orang-orang Yahudi.

Jadi argumen kami di sini bukanlah untuk membuktikan bahwa Injil Barnabas adalah 100 persen benar atau tidak. Argumen kami adalah : Karena Imam Ahmed Alhassan (as) menggunakannya untuk berargumen di dalam dua volume dari bukunya, Anak Sapi (The Calf), jadi bagaimana mungkin ia mengutuk orang-orang yang menggunakannya untuk berdebat di dalam buku “Bersama Hamba Yang Shaleh”!!

Jika Imam kami menggunakan Sahih Bukhari untuk berdebat dan membuktikan (kebenaran) dawanya, kami mengikuti langkahnya dan kami juga menggunakan Sahih Bukhari untuk berdebat dan membuktikan dawanya. Ketika Imam (as) menggunakan Injil-injil untuk berdebat dan membuktikan (kebenaran) dawanya, kami pun juga menggunakan Injil-injil untuk berdebat dan membuktikan dawanya.

Dan kemudian Tawfik mencoba untuk melakukan pembenaran atas kontradiksi yang jelas terlihat ini, jadi ia berkata kepada Abdullah, “Di dalam buku ‘Bersama Hamba Yang Shaleh’ Imam berkata kita tidak dapat menggunakan Injil Barnabas untuk berdebat melawan orang-orang Kristen, tetapi di dalam buku ‘Anak Sapi’ Imam menggunakan Injil Barnabas untuk berdebat dengan kaum Muslim”!

Benarkah, Tawfik??? Jadi Imam menggunakan buku-buku kaum Kristen untuk berdebat melawan kaum Muslim?! Apa yang membuatmu berpikir bahwa kamu dapat membodohi kami dengan berkata bahwa buku ‘Anak Sapi’ hanya ditujukan bagi kaum Muslim?!! Imam (as) dengan jelas di dalam bukunya sedang berbicara kepada tiga agama Ilahi dan sedang memberikan bukti-bukti yang diambil dari kitab-kitab mereka! Jangan katakan kepadaku bahwa Imam (as) menggunakan Injil Barnabas untuk berdebat dengan kaum Muslim!

Kamu berkata bahwa kaum Muslim “mempercayai Injil Barnabas dan itulah mengapa Imam (as) berdebat dengan mereka dengan menggunakan Injil itu”.
Bagaimana bisa kamu membuat pernyataan selemah itu! Jika kaum Muslim menggunakan Injil Barnabas untuk berdebat dengan orang-orang Kristen, berarti mereka sama seperti kita ketika kita menggunakan Sahih Bukhari untuk berdebat dengan kaum Sunni! Tentu saja tidak ada satu Muslim pun yang percaya bahwa Injil Barnabas itu 100 persen benar, jadi bagaimana mungkin Imam (as) berdebat dengan kaum Muslim dengan menggunakan Injil Barnabas padahal ia (as) mengetahui bahwa kaum Muslim dapat membalasnya dengan berkata “kami tidak percaya bahwa Injil Barnabas 100 persen benar, kami hanya menggunakannya ketika berdebat dengan orang-orang Kristen sama seperti ketika kami menggunakan Injil-injil yang lain untuk berdebat dengan mereka”.

Argumenmu yang lemah berarti bahwa seseorang dapat berdebat denganku (dan aku adalah seorang Syiah Ansari) dengan menggunakan Sahih Bukhari karena ia melihatku sebelumnya berdebat melawan kaum Sunni dengan menggunakan Sahih Bukhari!! Tentu saja ketika sesorang berdebat melawanku dengan menggunakan Sahih Bukhari, aku akan berkata kepadanya “Tolong ya gunakan kitab-kitab yang aku percayai, jangan berdebat denganku dengan menggunakan buku-buku Sunni”, walaupun sebelumnya aku menggunakan buku-buku Sunni ini untuk berdebat dengan kaum Sunni!

Jadi sama halnya dengan kaum Muslim, apabila Imam pergi kepada mereka dan berdebat dengan mereka dengan menggunakan Injil Barnabas karena Imam (as) melihat mereka sebelumnya menggunakannya untuk berdebat dengan orang-orang Kristen, maka respon normal mereka kepada Imam akan seperti: “Tolong di dalam argumenmu gunakan kitab-kitab yang kami percayai saja, jangan gunakan Injil Barnabas, yang merupakan kitab kaum Kristen, yang kami hanya gunakan untuk berdebat melawan orang-orang Kristen!”


Jadi Imam (as) sedang memberikan sebuah bukti tehadap kaum Kristiani ketika berdebat melawan mereka dengan menggunakan Injil Barnabas!

Jadi apakah Imam (as) sedang bertentangan dengan dirinya sendiri? Tidak mungkin!!

Bukalah mata kalian, wahai Manusia! Pisahkan kebenaran dari kebatilan!
Bersambung inshAllah
#65446
Mengakui Bahwa Imam (as) Berada Di Dalam Kegaiban Sesudah Tahun 2008, dan Lebih Banyak Kontradiksi


ibtissam ahmad ghayba.png
(apabila file tidak dilampirkan, cobalah tautan berikut ini http://www.hashemstudios-board.com/view ... 88&t=10464 )

Pada foto di atas Ibtissam (btissam) Ahmad (salah satu dari admin “website resmi Bahasa Arab Almahdyoon” dan merupakan istri dari Tawfik AlMaghribi) mengakui bahwa setelah serangan terakhir di tahun 2008, Imam Ahmed Alhassan berada di dalam kegaiban (tetapi tentu saja ia berusaha memelintir kisah ini!).

Di dalam foto yang dilampirkan di atas, Ibtissam (Btissam) Ahmad mengatakan:
“Imam Ahmed Alhassan (as) tidak berada di dalam kegaiban, Imam (as) sedang bersembunyi sekarang dari musuh-musuhnya, setelah ia terlihat nyata di antara mereka dan mereka ingin membunuhnya beberapa kali. Dan bersembunyi adalah hal yang berbeda dari berada di dalam kegaiban, karena ia (as) ada dan ia bertemu dengan Ansarnya di Tanah Allah. Tetapi ia tidak muncul di hadapan musuh-musuhnya dan tidak muncul di hadapan orang-orang yang tidak percaya kepadanya, dan alasannya adalah bahwa sekarang mereka meminta darahnya dan mereka menyatakan hal itu! Malahan mereka mencoba untuk membunuhnya beberapa kali, dan mereka akhirnya membunuh ribuan orang di Irak, dan di dalam upaya-upaya itu pesawat-pesawat Amerika bahkan ikut ambil bagian, dan kejadian ini telah disiarkan oleh beberapa kanal satelit yang terkenal seperti Al Jazeera dan Al Arabiya.
[sampai ia berkata]
Dan seperti yang telah kami jelaskan bahwa mereka mencoba untuk membunuh Imam Ahmed Alhassan (as) beberapa kali, dan beberapa kanal satelit menyiarkan peristiwa itu, yaitu :
Peristiwa Zarka….
Peristiwa kedua terjadi di bulan Muharram 1428 …
Peristiwa ketiga terjadi di bulan Muharram 1429
(yaitu sekitar bulan Januari 2008) …
Seseorang yang darahnya sangat diinginkan oleh para penindas, bagaimana kamu menginginkannya untuk tampil di depan publik dan bagaimana kamu menginginkannya melakukan sesuatu yang dapat membuat tempat dimana ia berada diketahui?!!
Ya, ia terlihat secara nyata (tidak gaib) selama bertahun-tahun sama seperti Rasulullah sawas, tetapi sekarang ia bersembunyi dari mata para penindas namun ia tidak berada di dalam kegaiban atau bersembunyi dari Ansarnya,malahan ia bertemu dengan mereka dan mengarahkan mereka dan buku-bukunya terbit dan baru-baru ini buku “Murid Yang Ketiga Belas” (13th Disciple) diterbitkan ..
[sampai habis]

Jadi pada dasarnya ia mengakui bahwa setelah peristiwa serangan yang ketiga yaitu sekitar bulan Muharram 2008, Imam Ahmed Alhassan (as) berada dalam kegaiban. Namun ia berusaha untuk membuat kelihatannya seakan-akan Imam (as) “bersembunyi” bukan “gaib”. Tetapi ia tidak mempunyai bukti apapun untuk klaimnya “bersembunyi tetapi masih bertemu dengan Ansarnya”. Bagaimanapun, kami mempunyai sebuah bukti bahwa kegaibannya akan senyap (silent absence). “…Kemudian Rasulullah sawas memalingkan mukanya kepada kami, memperkeras suaranya, berkata: Waspadalah ketika yang kelima dari puteraku yang ketujuh menghilang. Lalu aku berkata: Wahai Rasulullah, lalu akan seperti apakah kegaibannya? Ia sawas berkata: Senyap, sampai Allah mengizinkannya untuk muncul….” Al-Bihar 36/333, Ithbat Al-Hudat 1/589, The Encyclopedia of the Hadiths of Imam Mahdi `63, 164

Catatan yang lain: Oh ya Ibtissam, kamu mengatakan bahwa para penindas sedang mencari Imam (as) karena sangat menginginkan darahnya dan bahwa mereka berusaha untuk membunuhnya dan kamu juga berkata bagaiman mungkin Imam (as) melakukan sesuatu yang membuat tempat ia berada diketahui? Jadi bagaimana bisa Imam Facebookmu berkata dengan terbuka kepada publik bahwa ia berkomunikasi secara langsung dengan wakil-wakilnya itu? Bukankah hal ini akan menyebabkan tempat ia berada diketahui jika mereka melacak wakil-wakil tersebut? Bagaimana bisa Imam Facebookmu menunjuk Hassan AlHamami sebagai Kepala Kantor Najaf ketika di dalam sebuah video ia terlihat mengaku kepada para intel bahwa ia adalah Kepala Kantor Najaf dan bahwa dawa sesat ini menyesatkan dsb, bukankah para intel akan mencari Hassan AlHamami dan melacaknya untuk mendapatkan Imam (as)?
https://www.youtube.com/watch?v=7Q1Z47bgyTU
https://www.youtube.com/watch?v=HshEf0Ppn5A

Kamu mengatakan “Tetapi ia tidak memperlihatkan dirinya di depan musuh-musuhnya dan tidak menampakkan diri di depan orang-orang yang tidak mempercayainya”, jadi mengapa ia membuat otorisasi resmi untuk Haidar Al-Ziyadi, bukankah hal ini memerlukan kehadirannya secara personal dan penyediaan informasi pribadi tentang dirinya, yang semuanya itu dapat membuatnya(as) tertangkap?
https://www.youtube.com/watch?v=7Q1Z47bgyTU

Yang terakhir tetapi bukannya tidak penting, bagaimana mungkin Imam (as) meletakkan tangannya dan tangan-tangan Ansarnya ke atas tangan pemerintah, yang apabila mengikuti kata-katamu, yang telah mencari-carinya dan ingin menghabisinya dan yang sangat menginginkan darahnya?

Tidak dapatkah kalian, wahai Ansar, melihat kontradiksinya!
Demi Allah, Imam (as) berlepas diri darimu, wahai para perampas hak Muhammad sawas dan keluarganya (as)! Demi Allah Imam (as) tidaklah bersama denganmu.



Dan di foto ini


ibtissam ahmad ghayba 2.png
(jika file tidak terlampir, coba pada tautan berikut ini here http://www.hashemstudios-board.com/view ... 88&t=10464 )

ia mengakui bahwa Imam (as) berada di dalam kegaiban. Tentang hadist: Al-Asbagh ibn Nabata berkata: Aku pergi menghadap Amirul Mukminin (as) dan aku melihatnya menggambar garis-garis di tanah, lalu aku berkata kepadanya: Wahai Amirul Mukminin, mengapakah aku melihatmu merenung dan menggambar garis-garis pada tanah? Apakah engkau menginginkannya? Lalu ia (as) berkata: Demi Allah, aku tidak pernah menginginkan dunia, namun aku tadi sedang berpikir tentang seorang laki-laki yang akan dilahirkan dari putraku yang kesebelas, ia adalah Al Mahdi yang akan mengisi dunia ini dengan keadilan dan kesetaraan sebagaimana sebelumnya terisi dengan penindasan dan ketidakadilan. Akan ada kebingungan dan kegaiban baginya, orang-orang akan sesat dan beberapa akan mendapatkan petunjuk. Kemudian aku berkata: Jadi berapa lama kebingungan dan kegaiban ini akan berlangsung? Ia (as) menjawab: Enam hari, atau enam bulan, atau enam tahun. – Ghaybat AlToosi hlm 165 hadist

Ia mengatakan di dalam foto di atas: “hadist ini tidak membicarakan tentang berapa lama dawa ini berlangsung… hadist ini berbicara tentang berapa lama kegaiban atau kebingungan berlangsung.”

Dan kami mengetahui dari hadist yang disebutkan di atas bahwa kegaiban Imam (as) adalah kegaiban yang senyap (silent absence). Jadi darimana mereka mendapatkan klaim “ia sedang bersembunyi dan bukan berada di dalam kegaiban dan ia masih bertemu dengan para Ansarnya”!


Akan ada lebih banyak lagi inshAllah
#65447
KONTRADIKSI KELIMA: BAGAIMANA MUNGKIN PANJI HITAM DIKIBARKAN SEBELUM IMAM AHMED ALHASSAN (AS) MEMASUKI KEGAIBAN YANG SENYAP?

Sangat jelas terlihat dari hadist-hadist di atas, Panji-panji Hitam terhubung dengan erat kepada kebangkitan Al Qa’im (as). Juga dari hadist-hadist yang disebutkan di atas, secara spesifik hadist mengatakan, Imam Ahmed Alhassan (as) akan berada di dalam kegaiban yang senyap LALU ia akan muncul.

3- Apakah kondisi Imam Ahmed Alhassan (as) selama dalam kegaiban?
“… Kemudian Rasulullah sawas melihat kepada kami, mengeraskan suaranya, berkata: Waspadalah ketika yang kelima dari putera-puteraku yang ketujuh menghilang. Lalu aku berkata: Wahai Rasulullah, akan seperti apakah kegaibannya? Ia sawas menjawab: Senyap, sampai Allah memberikannya izin untuk keluar ….” Al-Bihar 36/333, Ithbat Al-Hudat 1/589, The Encyclopedia of the Hadiths of Imam Mahdi `63, 164


Siapakah yang kelima dari putera-putera Rasulullah sawas yang ketujuh? Ia adalah Imam Ahmed Alhassan (as).

Kantor Najaf mengklaim bahwa ia (as) tidak pernah berada di dalam kegaiban! Tetapi mereka mengibarkan panji hitam (panji palsu dari “pasukan Al Qaim”), padahal sudah diketahui bahwa panji hitam adalah panji kebangkitan dan Faraj (kelegaan), dan Panji Hitam tidak dapat dikibarkan sebelum kegaiban senyap dari yang kelima dari putera-putera Rasulullah sawas atau Imam Ali (as) yang ketujuh, sebagaimana yang dikatakan oleh hadist-hadist. Jadi bagaimana bisa mereka sekarang mengibarkan panji hitam sementara mereka juga menyanggah bahwa ia (as) memasuki kegaiban senyap?!

Tetapi tentu saja Panji Hitam yang benar, yang tertulis padanya “Baiat Kepada Allah” dikibarkan pada hari kematian Raja Abdullah setelah berakhirnya masa kegaiban senyap dari Imam Ahmed Alhassan (as).


Renungkanlah, wahai Ansar Allah! Merenungkannya dengan dalam selama satu jam adalah lebih baik daripada beribadah selama seribu tahun sebagaimana yang kita ketahui dari Ahlul Bayt (as).


Akan ada lebih banyak lagi inshAllah
#65448
CATATAN SINGKAT:

Pemilik laman Facebook yang mengklaim dirinya adalah Imam (as), sejak dia mulai membuat post sampai hari ini, ia belum pernah menyebutkan di dalam post-nya “Allahumma salli ala Muhammad wa Alee Muhammad alAemma awl Mahdiyeen wa sallem tasleeman katheera”! Kamu tahu kenapa? Karena mengirimkan doa kepada Muhammad dan Keluarganya (as) membuat pemilik laman Facebook itu takut. Kamu tahu kenapa begitu? Karena ia adalah salah satu dari tentakel gurita dan tangan dari si Dajjal besar Amerika dan Setan laknatAllah. Dan Setan laknatAllah tidak ingin mempercepat “Hari Yang Diketahui”. Karena mengirimkan doa bagi Muhammad dan Keluarganya (as) akan mempercepat Faraj (pertolongan) dari Al Qaim dari Keluarga Muhammad sawas! Jadi masuk akalkah ketika seseorang yang merampas hak dari Ahmed Alhassan (as) meminta supaya azabnya dipercepat? Masuk akalkah ketika si perampas ini berdoa bagi kedatangan seseorang yang akan membalasnya dan menghukumnya?! Kita mengetahui bahwa rasa iri terhadap Muhammad dan Keluarga Muhammad (as) lah yang membuat Iblis ditendang dari surga. Dan sekarang si Iblis, pengikut-pengikutnya, dan bala tentaranya (laknatAllah ke atas mereka semua) sedang merasa ketakutan dan mereka tidak dapat menyebutkan Muhammad sawas dan Keluarganya (as), dan semua hal ini sungguh-sungguh bertentangan dengan perkataan dan khotbah Imam (as) yang selalu dimulai dengan mengirimkan doa bagi Muhammad dan Keluarga Muhammad, para Imam dan para Mahdi!
M- Deux Messies.

Salam, Le Messie Occulté. M-6. Jésus le Messi[…]

صفحه رسمی کانال ماهواره ای پرچم های سیاه م[…]

CATATAN SINGKAT: Pemilik laman Facebook yang me[…]

N- Nostradamus.

Salam, Les associateurs contre le Mahdi. N-3. […]

Donate to the Imam a.s