Page 1 of 1

KISAH ADAM (AS) DAN HAWA (AS)

PostPosted:Tue Feb 05, 2019 6:09 am
by zeynabansari
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, segala puji hanya bagi Allah Penguasa Alam Semesta.
Ya Allah, sampaikanlah salam dan shalawat kepada Muhammad dan Keluarga Muhammad, para Imam dan Mahdyeen.


Asalaam alaykum wa Rahmat Allah wa Barakatuh


Dan Allah (SWT) berfirman dan Ia mengajarkan Adam semua nama. Bahkan bahasa para ular dan katak dan semua yang ada di darat dan laut. Dan ia berbicara di dalam 700.000.000 bahasa, bahasa yang terbaik adalah bahasa Arab. Kemudian Allah memerintahkan para malaikat untuk mengangkat Adam di atas pundak mereka sehingga ia akan berada di atas mereka semua. Dan mereka berkata, “Segala kemuliaan dicurahkan ke atas yang suci, tidak ada yang dapat dilakukan melainkan patuh kepadamu.” Dan mereka pergi bersama Adam (as) di jalan menuju surga-surga. Dan para malaikat berbaris melingkarinya, dan Adam tidak akan melewati barisan mereka kecuali setelah ia berkata, “Salam ke atasmu dan semoga kasih sayang dan berkat Allah bersamamu, wahai para Malaikat Allah.” Dan mereka akan menjawab, “Dan salam ke atasmu dan semoga kasih sayang Allah tercurah ke atasmu, wahai manusia pilihan Allah, ke atas jiwamu dan sifatmu.” Dan telah disiapkan baginya lapisan teratas, kubah yang terbuat dari dari rubi merah dan zamrud yang berwarna hijau. Dan Adam tidak berjalan melewati sekelompok malaikat atau sekumpulan para nabi kecuali ia menyapa dengan nama mereka.” Dan pada hari-hari itu Adam mengenakan pakaian yang terbuat dari bahan mewah berwarna hijau yang permukaannya halus dan mengilap seperti sutera dan ringan seperti udara dan ia mempunyai dua set ornamen dari mutiara dan permata yang berbau harum kesturi (musk) dan damar (amber) yang panjangnya mulai dari kepala hingga kakinya. Dan ke atas kepalanya adalah mahkota emas yang dihiasi dengan permata-permata, batu ambar dan pirus hijau. Mahkota itu bersudut empat dan pada setiap sudutnya dihiasi dengan mutiara yang besar yang bersinar lebih dari sinar mentari dan rembulan. Dan cincin-cincin martabat pada jari-jarinya dan pinggangnya adalah tempat yang berisikan cahaya yang menyinari setiap ruangan. Dan Adam melangkah ke atas mimbar dan Allah telah mengajarkannya semua nama dan memberikannya pembantu-pembantu yang terbuat dari cahaya, dan para malaikat sangat kebingungan mengenai Adam. Mereka berkata, “Ya Tuhan, engkau telah menciptakan ciptaan yang lebih mulia daripada ini?” Dan Allah (SWT) menjawab, “Mereka yang Aku ciptakan dengan tanganKu tidaklah seperti mereka yang Aku katakan ‘jadilah’ dan terjadilah mereka.” Dan Adam lalu berdiri tegak di atas mimbarnya dan ia memberikan salam kepada para malaikat dan berkata, “Salam ke atasmu, wahai para malaikat Tuhan dan semoga kasih dan berkat Allah bersama kalian.” Dan para malaikat menjawab, “Dan salam ke atasmu wahai mahluk yang telah disucikan dan pilihan Allah dan segala sifatnya.” Dan kemudian Allah berfirman, “Wahai Adam, untuk inilah Aku telah menciptakanmu dan ini adalah salam bagimu dan keturunanmu sampai Hari Penghakiman.”
Dan nabi Muhammad (sawas) berkata, “Salam (damai) tidak akan tersebar di suatu bangsa kecuali bahwa mereka terpelihara dari azab dan apabila kamu melakukannya (terpelihara dari azab) maka kamu akan masuk ke dalam surga. Jika seorang mukmin menyampaikan salam (damai) ke atas saudara mumin lainnya, Iblis (la) menjerit dan berkata celaka! Mereka tidak akan berpisah sampai Allah mengampuni mereka.”
Dan Adam melanjutkan perkataannya dan mulai memuji Allah dan ini menjadi sunnah bagi keturunannya. Dan ia berterima kasih kepada Allah seperti selayaknya kemudia ia memberikan pengetahuan tentang surga-surga dan bumi dan bahwa kesemua yang ada di dalamnya adalah ciptaan Allah, Penguasa alam semesta. Dan Allah (SWT) berfirman kepada para malaikat, “Dan Dia mengajarkan kepada Adam, nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemuka-kannya kepada para Malaikat, lalu berfirman: 'Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu, jika memang kamu orang yang benar!' Mereka menjawab: 'Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui, selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya, Engkaulah Yang Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.” {QS 2:31-32} Allah berfirman: 'Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini'. Maka setelah diberitahu kannya nama-nama benda itu, Allah berfirman: 'Bukankah sudah Kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya, Aku mengetahui rahasia langit dan bumi, dan mengetahui, apa yang kamu lahirkan, dan apa yang kamu sembunyikan.' {QS 2:33}, artinya apa yang Iblis tetap rahasiakan yaitu niat untuk tidak mematuhi Allah.
Lalu Adam turun dari mimbarnya dan Allah telah menaikkan ketampanannya berlipat-lipat kali. Ia turun lalu memetik sebuah anggur putih dan memakannya dan itulah yang pertama ia makan dari seluruh makanan di surga. Dan setelah ia selesai makan, ia berkata, “Segala puji bagi Allah, Penguasa alam semesta.” Dan Allah (SWT) berkata, “Wahai Adam, untuk alasan inilah Aku menciptakanmu dan ini adalah sunnahmu dan sunnah keturunanmu sampai Hari Akhir.”
Kemudian ia dilanda rasa kantuk karena rasa kantuk adalah tanda pendahuluan sebelum tertidur karena tidak ada waktu istirahat bagi tubuh yang memakan makanan kecuali di waktu tidur. Dan para malaikat menjadi sangat takut dan mereka mengira bahwa tidur adalah mati.! Dan ketika Iblis (la) mendengar Adam makan, ia menjadi gembira dan menikmati hal itu dan berkata, “Aku akan menyesatkannya.”
Imam Ja’far Al Sadiq (as) berkata, “Maka ketika Adam jatuh tertidur, Allah menciptakan Hawa. Hawa diciptakan mirip seperti Adam dan juga pada keelokannya, dan ia mempunyai 700 ornamen yang dihiasi dengan rubi, mutiara, permata dan Kristal yang diisi dengan harum kesturi. Ia mempunyai imej perempuan … halus, putih, dengan tangan-tangan yang halus, dan rambut di depan kepalanya mengeluarkan suara gemerisik dan ia sangat berharga dan terhormat. Dan ia adalah imej dari Adam kecuali bahwa kulitnya lebih halus dan warnanya lebih putih dan suaranya lebih merdu dan matanya lebih besar dan hidungnya lebih mancung dan ia lebih muda daripada Adam. Tubuhnya lebih ringan, dan telapak tangannya lebih halus, maka ketika Allah (SWT) menciptakan Hawa, Allah menempatkannya pada kepala Adam dan Adam melihatnya di dalam tidurnya dan ia jatuh cinta kepadanya. Adam bangun dari tidurnya dan berkata, “Siapakah ini, ya Tuhan?” Allah (SWT) menjawab, “Ini adalah hambaku yang perempuan, Hawa.” Adam berkata, “Ya Rabb, untuk siapakah Engkau menciptakannya?” Allah (SWT) menjawab, “Bagi siapapun yang melindunginya dan berterima kasih kepadaku baginya.” Adam berkata, “Ya Allah, aku menerimanya !” Maka menikahlah Adam kepada Hawa sebelum memasuki surga.
Amirul Mukminin (as) berkata, “Ia (Adam) melihatnya di dalam tidurnya dan Hawa berbicara kepadanya. Ia berkata, “Aku adalah hamba Allah yang perempuan dan engkau adalah hamba Allah maka mintalah kepada Rabbmu untuk menikahi aku.”
Dan Imam Ja’far Al Sadiq (as) berkata, “Sesungguhnya Adam melihat Hawa di dalam tidurnya. Maka ketika ia terbangun, ia berkata, “Ya Tuhan, siapakah ini yang memberikan ketentraman kepadaku?” Allah (SWT) berkata, “Ini adalah hambaKu yang perempuan dan kamu adalah hambaKu,wahai Adam, dan Aku tidak pernah menciptakan ciptaan yang lebih mulia dari kalian berdua selama kalian berdua menyembah dan mematuhiKu. Dan Aku telah menciptakan bagimu sebuah rumah dan Aku menyebutnya sebagai surgaKu, dan barangsiapa yang memasukinya adalah sungguh-sungguh temanKu dan barangsiapa yang tidak (memasukinya) maka ia adalah sungguh-sungguh musuhKu.” Adam berkata, “Dan Engkau mempunyai musuh padahal Engkau adalah Tuhan Penguasa segala alam semesta?” Allah (SWT) menjawab, “ Jika Aku berkehendak Aku akan membuat semua ciptaanKu menjadi teman dan yang disukai tetapi Aku melakukan apa yang Aku kehendaki dan menghakimi pada apa yang Aku lihat.” Adam berkata, “Ini adalah Hawa, hambaMu yang perempuan dan hatiku telah melembut kepadanya, jadi untuk siapakah ia Engkau ciptakan?” Allah (SWT) menjawab, “Aku menciptakannya bagimu sehingga kamu tidak tinggal sendiri dan merasa kesepian di bumi.” Lalu Adam berkata, “Nikahkanlah aku kepadanya, Ya Rabb.” Allah (SWT) berkata, “Aku akan menikahkan engkau kepadanya dengan syarat yaitu bahwa kamu harus mengajarkan agamaku kepadanya dan kamu harus berterima kasih kepadaku untuknya.” Lalu Adam menerima syarat itu dan para malaikat berkumpul dan Allah meminta malaikat Jibril memberikan khotbah. Maka Allah Penguasa segala alam semesta adalah penjaga bagi Hawa dan menikahkannya dan Jibril, yang terpercaya, memberikan khotbah dan sebagai saksinya adalah para malaikat yang dekat. Dan pengantin prianya adalah Adam, bapak dari semua Nabi dan Adam menikahi Hawa dikarenakan kepatuhan, ketakwaan dan keshalehannya. Dan para malaikat menebarkan konfeti dari surga ke atas Hawa.

Abi Baseer berkata, “Katakan kepadaku bagaimana Adam keluar dari surga?” Imam Al Sadiq (as) menjawab, “Ketika Adam menikahi Hawa, Allah (SWT) mewahyukan kepada Adam dengan berfirman, “Wahai Adam, ingatlah berkat-berkatKu ke atasmu karena Aku telah membuatmu menjadi ciptaanKu yang paling mengagumkan, dan Aku membuatmu menjadi seorang manusia yang berjalan di jalanKu dan Aku meniupkan ruh bagimu dan Aku membuat para malaikat bersujud kepadamu dan Aku membawamu pada pundak mereka dan Aku membuatmu menjadi pengkhotbah bagi mereka dan Aku membuat lidahmu berbicara di dalam semua bahasa dan Aku membuat semua ini sebagai kehormatan dan kemegahan bagimu. Dan ini adalah Iblis yang terkutuk; Aku membuatnya tak berdaya dan Aku mengutuknya ketika ia menolak untuk bersujud kepadamu dan Aku menciptakanmu sebagai kehormatan bagi bangsaKu dan Aku menciptakan bangsaKu sebagai berkat bagimu, dan tidak ada berkat yang lain yang lebih baik daripada seorang istri yang shaleh dan berkualitas yang membuatmu gembira ketika kamu melihatnya dan Aku mendirikan bagimu mata pencaharian sebelum Aku menciptakanmu selama seribu tahun sehingga kamu masuk ke dalamnya dengan amanahKu dan perjanjian denganKu.” Dan Allah (SWT) mengemukakan amanah ini kepada surga-surga, bumi dan kepada semua malaikat… Dan amanah itu adalah bergabung bersama-sama untuk melakukan perbuatan yang baik dan menolak melakukan perbuatan yang jahat. Dan para malaikat sangat kagum akan keberanian Adam untuk menerima amanah ini dan Allah (SWT) berfirman, “Sesungguhnya, Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu, dan mereka kuatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” {QS 33:72}”

Kemudian Allah menggambarkan bagi Adam dan Hawa, Iblis yang terkutuk, sampai Adam melihat kepada Iblis dan dikatakan, “Ini adalah musuh bagimu dan istrimu.” Lalu Allah memanggil Adam dan berkata, “PerjanjianKu denganmu adalah bahwa kamu tinggal di dalam surga dan makan makanan di dalamnya dimanapun kamu kehendaki, tetapi jangan mendekati pohon itu agar jangan sampai kamu melakukan hal yang salah.” Dan mereka menerima seluruh perjanjian itu. Allah (SWT) berkata, “Wahai Adam, kamu bagiKu adalah lebih mulia daripada malaikat-malaikatKu jika kamu mematuhi aku dan berpegangan erat pada perjanjian denganKu, dan jika tidak maka kamu adalah seorang penindas dan (seseorang) yang tidak bersyukur.”

Dan dalam keseluruhannya Adam menerima amanah dan perjanjian dengan Allah dan ia tidak meminta keberhasilan ataupun kemaksuman kepada Rabbnya dan para malaikat bersaksi akan hal itu baginya. Maka Adam dan Hawa tetap berharga dan terhormat dan ketika mereka memasuki surga, mereka berada di tengah-tengah taman yang berbantal-bantal, Eden. Adam melihat dan ia menemukan sebuah tempat tidur yang terbuat dari permata dan yang padanya terdapat 700 bantal yang terbuat dari jenis permata yang berbeda-beda dan di situ terdapat banyak pondok-pondok, dan tempat tidurnya ditutupi oleh kain yang terbuat dari sutera dan brokat dan diantara selimut-selimut terdapat gundukan kesturi dan kamper dan damar. Dan pada setiap tempat tidur ada empat kubah, di dalamnya terdapat kepuasan, pengampunan, keabadian, dan kemurahan hati. Dan tempat tidur itu berkata, “Datanglah kepadaku, wahai Adam, karena untukmu aku diciptakan dan bagimu aku diperindah.” Maka Adam turun dari kudanya dan Hawa turun dari untanya setelah mereka pergi mengelilingi setiap sudut dari surga. Lalu mereka duduk di tempat tidur itu dan untuk mereka disajikan anggur-anggur surga dan berbagai macam buah yang berbeda dan mereka memakannya. Setelahnya mereka berpindah pada kubah kemurahan hati dan kubah ini adalah kubah yang paling dihiasi dengan indah. Di sebelah kanan tempat tidurnya pada hari itu terdapat gunungan ambar dan phon tuba menaungi tempat tidur itu. Dan Adam ingin mendekati Hawa maka kubah-kubah menurunkan tirainya dan menutup pintu-pintunya dan menutupi mereka. Dan Adam bersama dengan Hawa selama 500 tahun dari tahun yang ada di bumi dengan kebahagiaan yang lengkap dan dalam kondisi yang terbaik.
Dan Adam biasanya turun dari tempat tidur dan menuruni setiap tempat di surga dan berjalan di mimbar surga dan Hawa di belakangnya sambil membawa suteranya dan setiap kali mereka berjalan ke suatu tempat, sudah terserak bagi mereka buah-buahan surga sampai mereka kembali ke tempat tidur mereka. Dan Iblis (la) merasa takut akan apa yang terjadi kepada dirinya yaitu dari tusukan harpoon dan lemparan batu para malaikat, dan ia menyembunyikan diri dari Adam dan Hawa. Dan ketika ia sedang bersembunyi, ia mendengar suara yang mengatakan, “Wahai penghuni surga, Adam dan Hawa telah ditempatkan di surga dengan perjanjian dan dengan sumpah maka Aku mengizinkan semua yang mereka lakukan, kecuali masuk ke dalam surga keabadian karena apabila mereka mendekatinya dan makan darinya maka mereka adalah dari golongan yang berbuat dosa.” Dan ketika Iblis yang terkutuk mendengar hal ini ia menjadi sangat gembira dan berkata, “Aku akan membuat kalian berdua keluar dari surga.”


Burung Merak dan Ular
Iblis keluar dari persembunyiannya dan berjalan di jalan menuju surga dan ia terjatuh di gerbang surga. Di situ terdapat seekor burung merak yang sedang keluar dari surga dan padanya terdapat dua sayap dan jika salah satu sayapnya lelah dan terkulai maka sayap itu akan menutupi Sidrat al Muhaint dan merak itu mempunyai ekor yang yang bertatahkan permata zamrud kuning dan pada setiap permatanya terdepat sehelai bulu putih dan merak itu adalah burung terbaik dari semua burung yang ada di surga dan burung yang mempunyai suara terbaik dan selalu memuja Allah (SWT) Penguasa segala alam semesta, dan merak itu akan keluar pada waktu tertentu dan berjalan melewati ketujuh surga memperlihatkan kecantikannya dan akan berjalan pulang kembali ke surga sambil bertasbih. Ketika Iblis melihatnya, ia berbicara kepada merak itu dengan suara yang manis dan berkata, “Wahai burung luar biasa yang mempunyai bulu yang sangat cantik dan suara yang sangat indah, burung dari surga manakah dirimu?” Ia menjawab, “Aku adalah seekor merak surga. Tetapi apa yang salah denganmu? Apakah kamu takut seseorang melihatmu?” Iblis menjawab, “Aku adalah malaikat dari golongan yang tertinggi, aku adalah dari antara malaikat kerubin (cherubim) yang tidak pernah berhenti bertasbih, bahkan tidak untuk sekejam mata pun. Maukah kamu membawaku ke dalam surga dan aku akan mengajarimu tiga kata yang barangsiapa mengucapkan ketiga kata itu ia tidak akan pernah menjadi tua atau mati?” maka merak pun menjawab, “Celakalah engkau, apakah penghuni surga dapat mati?” Iblis menjawab, “Ya, mereka mati juga menjadi tua dan sakit kecuali bagi mereka yang mempunyai tiga kata ini.” Dan Iblis bersumpah akan hal itu. Maka burung merak pun mempercayainya dan tidak pernah terlintas di dalam benak merak bahwa siapapun akan bersumpah dengan nama Allah (SWT) selagi ia berbohong. Merak itu berkata, “Aku betul-betul membutuhkan kata-kata itu. Walaupun aku takut Ridwan, sang penjaga surga, akan menanyai aku tentangmu, tetapi aku akan membawamu kepada sang ular karena ia adalah ibu dari semua hewan di surga dan dia berada di dalam surga.” Dan merak kemudian memasuki surga dan menceritakan semuanya itu kepada ular dan merak berkata, “Aku sungguh-sungguh memerlukan kata-kata itu dan aku telah berjanji kepadanya untuk membawamu kepadanya, jadi ayo kita bergegas sebelum ada yang lain yang datang kepadanya lebih dahulu.” Dan ular pada masa itu mempunyai bentuk seperti unta betina dan ia mempunyai kaki dan bulu tebal seperti karpet dengan warna hitam dan dan putih merah dan hijau dan kuning dan ia berbau harum kesturi bercampur dengan ambar dan ia dulu tinggal di dalam surga Ma’wa dan kolamnya berada di sisi sungai Kawthar dan ucapannya hanyalah pujian kepada Allah, Penguasa segala alam semesta. Allah telah menciptakannya seratus tahun sebelum Dia menciptakan Adam dan ia dulu menemani Adam dan Hawa dan menceritakan kepada keduanya tentang setiap pohon yang ada di surga.
Jadilah sang ular bergegas keluar dari pintu surga. Dan Iblis, semoga Allah mengutuknya, melihat ular dengan bentuk yang persis sama seperti yang telah digambarkan oleh merak. Iblis pun mulai merayunya sama seperti yang ia katakan kepada merak. Ular berkata, “Dan bagaimana aku dapat membawamu ke dalam surga ketika tidak diperbolehkan bagimu untuk menunggangi aku?” Iblis menjawabnya, “Aku melihat diantara kedua taringmu ada celah yang lebar dan aku tahu aku akan muat di dalamnya jadi biarkanlah aku masuk kedalam taringmu itu dan bawalah aku ke dalam surga sehingga aku bisa mengajarimu tiga kata itu.” Dan ular berkata, “Dan apabila aku membawamu di dalam mulutku lalu bagaimana aku akan berbicara apabila Ridwan menanyaiku?” Si terkutuk menjawab, “Jangan khawatir, aku mempunyai nama-nama Tuhanku. Apabila aku menyebut nama-nama itu, tak ada satu malaikat pun yang akan berbicara kepadaku atau kamu.”
Hawa telah datang karena ia kehilangan ular maka ia terus mencarinya. Hawa sangat menikmati menghabiskan waktu dengan ular dikarenakan percakapan yang menyenangkan dengannya. Dan ular sedang bersama dengan Iblis dan Iblis bersumpah kepadanya dan juga pada saat yang sama menipunya. Dan Iblis terus bersumpah dan terus menipunya sampai akhirnya ular mempercayainya dan membuka mulutnya dan Iblis melompat masuk dan duduk diantara taringnya. Dan dari situ keluarlah angin Iblis dan untuk alasan itulah taringnya menjadi beracun sampai hari akhir. Kemudian ular membawa Iblis dan memasukkannya ke dalam surga dan Ridwan tidak berbicara kepadanya disebabkan oleh aturan sebelumnya oleh Yang Maha Penyayang sampai ular berada di tengah-tengah surga dan ia berkata kepada Iblis, “Keluarlah dari mulutku dan cepatlah sebelum Ridwan menangkapmu!” Iblis berkata, “Janganlah tergesa-gesa, karena sesungguhnya yang aku perlukan di surga ini adalah Adam dan Hawa dan aku ingin berbicara dengan mereka dari mulutmu. Jika aku sudah melakukannya, aku akan mengajarimu tiga kata itu.” Ular berkata, “Aku akan membawamu kepada Hawa lalu kamu keluar dari mulutku dan bicaralah kepadanya.” Iblis membalas, “Aku hanya akan berbicara kepadanya dari mulutmu.”
Ular membawa Iblis ke tempat Hawa dan Iblis berkata dari mulut ular, “Wahai Hawa, wahai perhiasan surga, tidak tahukah kamu bahwa aku bersamamu di surga dan aku berbicara kepadamu dan menceritakan kepadamu tentang segala sesuatu di surga dan aku bersikap jujur dalam segala hal yang telah aku ceritakan kepadamu.” Hawa berkata, “Ya, aku tidak pernah mengetahui siapapun yang jujur melainkan dirimu.” Iblis berkata, “Wahai Hawa, katakan kepadaku tentang apa yang Allah izinkan bagimu di surga dan apa yang telah Dia larang?” Lalu Hawa menceritakan kepadanya apa yang terlarang bagi mereka. Iblis berkata, “Mengapa Dia melarang kalian berdua mendekati pohon keabadian?” Hawa menjawab, “Aku tidak tahu.” Iblis berkata, “Aku tahu Dia tidak melarang kalian kecuali bahwa Ia ingin melakukan sesuatu terhadap kalian berdua sebagaimana yang ia lakukan terhadap hambaNya itu yang tempat tinggalnya ada di bawah pohon keabadian yang telah memasuki surga 1000 tahun sebelum kalian.” Hawa pun melompat dari tempat tidurnya untuk melihatnya dan keluarlah Iblis dari mulut ular secepat kilat yang membutakan mata lalu ia duduk di bawah pohon. Hawa keluar dan melihatnya dan mendekat kepadanya sambil memanggilnya dan berkata, “Siapakah engkau?” Iblis berkata, “Aku adalah salah satu ciptaan dari ciptaan Allah dan aku berada di surga ini sejak ribuan tahun yang lalu. Allah menciptakan aku sebagaimana Ia menciptakan kamu yaitu dengan tanganNya dan ia meniupkan ruhNya dan Ia membuat para malaikat bersujud kepadaku, dan Ia membuatku tinggal di dalam surgaNya dan Dia melarang aku untuk makan dari pohon ini dan aku dulu tidak makan dari pohon ini sampai beberapa malaikat menasehati aku dan mereka mengatakan agar aku makan dari pohon ini karena barangsiapa yang makan darinya akan abadi di surga selamanya dan malaikat itu bersumpah kepadaku bahwa ia adalah penasehat yang baik dan oleh karenanya aku mempercayai sumpahnya dan aku makan dari pohon ini dan aku sekarang berada di surga sampai hari ini seperti yang kamu lihat dan aku tidak menjadi tua atau sakit atau mati atau keluar dari surga.” Iblis berkata kepadanya lagi, “Demi Allah, Tuhanmu tidak melarangmu makan dari pohon itu kecuali bahwa kamu adalah golongan malaikat atau dari golongan yang tidak pernah mati.” Iblis berkata, “Wahai Hawa, makanlah dari pohon itu karena buahnya adalah yang paling lezat dari buah-buah surga apapun yang pernah kamu makan dan cepatlah lakukan sebelum suamimu melakukannya karena siapa yang pertama kali makan dari pohon itu, ia akan jauh lebih disukai dari pasangannya. Tidakkah kamu melihat bagaimana aku sedang makan buah darinya?”


Semua ini terjadi ketika ular sedang berdiri dan mendengarkan apa yang Iblis katakan kepada Hawa sehingga Hawa berpaling kepada ular dan berkata, “Kamu telah bersamaku sejak aku memasuki surga dan kamu tidak mengatakan apapun tentang hal ini?” Dan ular terdiam dan tidak tahu apa yang Iblis akan katakan sebagai jawaban kepada Hawa dan ular juga terdiam karena perkara Iblis yang menjanjikan akan mengajarinya tiga kata. Hawa lalu menemui Adam dan ia bergembira dengan apa yang Iblis sudah katakan kepadanya tadi di bawah pohon dan ia memberitahukan Adam tentang berita itu dari ular dan seseorang yang merupakan penasehat terbaik bagi mereka dan bahwa berita yang mereka dengar adalah firman Allah: Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya: ‘Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua.’ {QS Al Araf:21} Dan perkara yang sebelumnya telah ditakdirkan dan keputusan dan terusirnya mereka berdua dari surga menjadi semakin dekat dan hal itu menjadi tak terelakan karena mereka berdua telah mendengarkan kata-kata Iblis yang terkutuk. Hawa pun mendekati pohon itu. Pohon itu mempunyai cabang yang tak terhitung banyaknya dan pada setiap cabang terdapat duri dan ranting yang dipenuhi biji-biji dan buah dan setiap buah berbentuk serupa tempayan dan berbau harum kesturi dan warna lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu dan oleh karenanya Hawa memetik tujuh buah dari tujuh cabang pohon yang berbeda.

Adam Ditangkap oleh Pohon Akasia
Iblis yang terkutuk berkata, “Makanlah buah-buah itu, wahai Hawa sang perhiasan surga.” Hawa pun makan satu buah dan menyisakan bagi dirinya sendiri satu buah dan memberikan lima yang lainnya kepada Adam. Adam tidak memerintahkan Hawa untuk itu maupun melarangnya dan itu semua sudah diketahui sebelumnya oleh Allah. Dan surga merasa lebih hebat daripada bumi dan bumi pun mengeluh kepada Rabb-nya dan Ia (SWT) berkata, “Tenangkan dirimu, wahai Bumi,” dan Allah berfirman kepada para malaikat, “…sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi…” {QS 2:30}. Adam lalu mengambil satu dari tangan istrinya dan ia melupakan perjanjiannya dengan Allah dan itulah alasan bagi firman Allah, “Dan sesungguhnya, telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.” {QS 20:115}, yang artinya adalah bahwa Adam tidak mempunyai pendirian yang kuat sehingga Adam makan buah terlarang itu sebagaimana Hawa yang mempunyai alasan yang sama mengapa ia makan buah tersebut. “Maka syaitan membujuk keduanya (untuk makan memakan buah itu) dengan tipu-daya. Tatkala keduanya telah merasai buah pohon itu, tampaklah baginya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupi dengan daun-daun surga. Kemudian Rabb-mereka menyeru mereka: 'Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon itu dan Aku katakan kepadamu: 'Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua'.” {QS 7:22}
Rasulullah (sawas) berkata, “Dan demi Ia yang jiwaku ada di dalam tanganNya, sesudah Adam memakan satu buah dari buah-buah terlarang itu seketika itu pula mahkotanya jatuh dari kepalanya dan pakaiannya terlepas dari badannya dan cincin-cincinnya direnggutkan dan semuanya yang menempel pada tubuh Hawa, pakaiannya dan permatanya dan perhiasannya, jatuh. Semuanya terbang menjauhi mereka dan pakaiannya dan mahkotanya memanggilnya dan berkata, “Wahai Adam, kesedihanmu akan berlangsung lama dan tragedimu akan besar maka salam ke atasmu. Ini adalah saat perpisahan sampai hari kita disatukan kembali karena sesungguhnya Rabb yang Maha Mulia telah membuat perjanjian dengan kami dan kami tidak diperjanjikan melainkan ke atas hamba yang patuh dan rendah hati.” Dan tempat tidur pun mengepakkan dirinya dan terbang di udara sambil berteriak, “Wahai Adam, yang terpilih tidak menaati yang Maha Pengasih dan malah mematuhi Syaitan.”
Dan gulungan-gulungan rambut Hawa terbang menjauh darinya dan begitu pula dengan kristal, permata, dan mutiara yang ada padanya dan ikat pinggangnya terlepas dari pinggangnya seraya berkata, “Tragedimu sungguh besar dan kesedihanmu akan berlangsung lama.” Dan tidak ada yang tersisa pada tubuh mereka kecuali pakaian mereka dan mereka kemudian menutupi diri mereka dengan daun-daun surga, daun-daun ara, dan Allah memanggil mereka dan berkata, “Bukankah Aku sudah melarang kalian mendekati pohon itu dan bukankan sudah Kukatakan kepadamu bahwa syaitan adalah musuh yang nyata bagi kalian?” Dan Allah membuat setiap orang dari mereka untuk melihat aib mereka dan Iblis melarikan diri secepatnya dan bersembunyi di beberapa jalan di surga dan tidak ada yang tersisa kecuali bahwa Allah memanggilnya, “Wahai Adam yang durhaka.” Dan setiap penghuni surga memalingkan wajah mereka dari Adam dan Hawa dan mereka berkata, “Kamu telah dikeluarkan dari surgamu.”
Maymoun, kuda milik Adam, memanggilnya. Allah telah menciptakan kuda itu dari kamper dan saffron dan ambar dan bahan-bahan yang lainnya, dan juga dari kesturi surga dan dari semua yang manis di dalamnya, dan ia tercampur dengan air kehidupan. Surainya terbuat dari koral dan kepalanya dari rubi dan kakinya dari zamrud hijau dan sadelnya dari zamrud dan kendalinya dari rubi dan ia mempunyai sayap yang terbuat dari semua permata dan tidak ada satu hewan pun di surga yang lebih indah daripada kuda milik Adam, kecuali Al-Buraq. Maymoun, kuda milik Adam, memanggilnya dan berkata, “Wahai Adam, dengan cara beginikah engkau memperlakukan perjanjian antara dirimu dengan Allah?”
Pohon-pohon surga mengerut sehingga mereka tidak dapat menjangkau daunnya dan tidak dapat menutupi tubuh mereka dan setiap kali mereka mendekati sebatang pohon, pohon itu akan berkata, “Menjauhlah dariku, wahai engkau yang durhaka.” Maka ketika tuduhan dan kecaman semakin tak tertahankan, Adam berusaha untuk melarikan diri dan tiba-tiba sebatang pohon akasia menariknya dengan menggunakan cabang-cabangnya dan memeluk erat kakinya dan berkata, “Hendak kemanakah engkau akan melarikan diri, wahai engkau yang durhaka?” Adam diam berdiri dalam ketakutan, terror, dan terkejut dan berpikir bahwa hukuman akan jatuh kepadanya dan berteriak, “Selamatkan aku, selamatkan aku.”
Hawa sedang sibuk berusaha menutupi dirinya dengan rambutnya dan rambutnya pun menjauh darinya dan ketika ia mencoba lagi, rambutnya berteriak dan berkata, “Wahai yang jahat, apakah kamu berpikir kamu dapat menutupi dirimu denganku sementara kamu tidak mematuhi Tuhanmu?” Pada saat itu Hawa terduduk dan menaruh dagunya pada lututnya sehingga tidak ada seorang pun yang dapat melihat (aurat)nya.
Ketika Hawa berada di bawah pohon dan Adam berdiri dan ditangkap oleh pohon akasia, ada suara berseru, “Wahai Jibril, tidakkah kamu melihat ciptaan terhebatku Adam dan bagaimana ia mendurhakaiKu? Wahai Jibril, tidakkah kamu melihat Hawa, hambaKu yang perempuan, mendurhakaiKu dan malah mematuhi Iblis?” Jibril merasa tidak nyaman ketika ia mendengar perkataan Allah, Penguasa segala alam semesta, dan rasa takut merasuki dirinya dan ia pun membisu. Para malaikat pembawa singgasana terdiam dan berhenti melangkah dan mereka berkata, “Kemuliaan bagimu, kudus, kudus, mulia, mulia, selamatkan, selamatkan.” Gabriel kemudian mengambil sikap terhadap Adam, mengingatkannnya akan berkat Allah baginya, dan mengecamnya untuk sikapnya yang tidak taat kepada Allah.
Adam merasa sangat tidak nyaman dan gemetar ketakutan sampai ia tidak dapat berbicara lagi dan Adam berkata kepada Gabriel, “Biarkanlah aku melarikan diri dari surga dikarenakan rasa takutku dan rasa maluku kepada Allah.” Gabriel berkata, “Dan kemanakan engkau akan melarikan diri, wahai Adam, ketika Tuhanmu adalah yang terdekat dari semua yang dekat dan Ia adalah Yang Maha Menangkap mereka semua yang melarikan diri?” Jibril meminta Adam melihat ke samping kanan dan kirinya dan Jibril berada di sisinya tidak meninggalkannya sampai Adam mendekati gerbang surga dan kaki kanannya sudah keluar dari surga sedangkan kaki kirinya masih berada di dalam surga dan ada suara terdengar, “Wahai Jibril. Berhentilah bersamanya di gerbang surga sampai musuh-musuhnya yang mendorongnya makan dari pohon terlarang keluar bersamanya.” Jibril menghentikan langkah Adam dan Allah memanggilnya dan berkata, “Wahai Adam, Aku menciptakanmu untuk menjadi hamba yang bersyukur, dan bukannya sebaliknya.” Adam berkata, “Tuhanku, aku memohon agar Engkau mengembalikanku menjadi tanah sebagaimana darinya aku tercipta, kembali ke tanah sebagaimana aku dulu. Allah menjawab, “Wahai Adam, semuanya sudah ada di dalam pengetahuanKu dan Aku sudah menulis di dalam loh (tablet)Ku yang terjaga bahwa Aku akan mengisi punggungmu dengan surga dan neraka. “ Adam pun terdiam.
Dan ketika Hawa diusir keluar, ia berpegangan erat pada pohon ara di surga dan hanya Allah yang mengetahui panjang dan besarnya daun pohon ara dan ketika Hawa menariknya, daun itu terlepas dari tangannya dan berkata, “Sesungguhnya engkau sombong, wahai Hawa, tidak ada satupun di surga ini yang akan menutupimu setelah engkau mendurhakai Allah (SWT).” Mendengar hal ini, Hawa pun menangis dengan keras. Kemudian Allah memerintahkan si daun untuk menanggapinya dan Hawa lalu menutupi auratnya dengan daun itu. Kemudian Jibril menangkap Hawa pada keningnya dan membawanya kepada Adam yang berada di gerbang surga. Ketika Hawa melihat Adam, ia berteriak keras dan berkata, “Ini sungguh menyakiti hatiku, wahai Jibril, kembalikan aku ke surga sebentar saja sehingga aku dapat melihatnya untuk terakhir kali.” Dan ia pun memandangi surga ke kiri dan ke kanan dengan hati yang hancur, dan sesudahnya mereka dibawa keluar dari surga dan para malaikat berbaris memandang mereka, begitu banyak jumlah mereka sehingga tak ada yang sanggup menghitungnya kecuali Allah.
Lalu giliran si burung merak yang dibawa maju dan para malaikat menusuknya sampai bulu-bulunya rontok. Jibril menyeretnya seraya berkata kepadanya, “Keluar dari surga, ke pintu yang tak ada harapan bagimu, karena sesungguhnya engkau adalah pertanda buruk selamanya selama engkau hidup.” Dan Jibril mengambil mahkota dari si merak dan memotong sayapnya (oleh karenanya merak tidak dapat terbang sampai sekarang). Kemudian si ular pun dibawa menghadap dan para malaikat menariknya dengan luar biasa kasar dan mereka memotong tangan dan kakinya. Dan ia diseret pada wajahnya, melata pada perutnya dan ia tidak mempunyai kaki, ditarik menjadi panjang dan bagian-bagian tubuhnya dipotong darinya. Dan ia dihalangi dari berbicara sehingga ia menjadi bisu dengan lidah yang bercabang dan para malaikat berkata kepadanya, “Allah tidak mengasihani kamu, juga tidak (mengasihani) kepada orang yang mengasihani kamu.” Dan Adam dan Hawa melihat ketika para malaikat melamparkan batu kepada si ular dari segala penjuru.

Allah (SWT) adalah Yang Maha Pengasih. Adam (as) dan Hawa (as) betul-betul bertobat dan Allah (SWT) bukan saja menerima pertobatan mereka tetapi Ia (SWT) bahkan membimbing mereka, “Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Rabb-nya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya, Allah Maha Penerima taubat, lagi Maha Penyayang.” {QS 2:37} Ayat yang lain di dalam Al Quran menyatakan, “Kemudian Rabb-nya memilihnya (menjadi utusan-Nya), maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk.” {QS 20:122}
Allah (SWT) sejak dari pertama menciptakan Adam (as) memang berniat untuk menjadikannya sebagai waliNya di bumi. Al Quran mengatakan kepada kita bahwa sesaat sebelum Allah (SWT) menciptakan Adam (as), Dia memberitahukan para malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi…” {QS 2:30} Oleh karenanya, tinggalnya Adam (as) di surga dimaksudkan hanya untuk bersifat sementara saja. Tetapi, Allah (SWT) telah memberitahukan Adam (as) bahwa ada kemungkinan untuk kembali ke surga apabila pada suatu hari ia membuat pilihan-pilihan yang benar di dalam hidupnya dibumi.



Video tentang Adam (a.s) and Hawa (as): https://www.youtube.com/watch?v=uVuQK7I ... ZF6eV9NmLH

“Aku percaya kepada Allah sebagaimana aku mempercayai (adanya) matahari; bukan karena aku melihat (matahari itu) tetapi karenanya, aku dapat melihat segala sesuatu.” – Imam Ali Ibn Abi Talib (as)